Transformation of Fun. Apa yang bertransformasi di #TGS2014 ini?

TGS 2014

Tokyo Game Show 2014 ini punya slogan menarik, yaitu Changing Games: The Transformation of Fun. Lalu seperti apa transformasinya? Kebetulan sudah tiga tahun berturut-turut saya datang langsung ke Tokyo untuk meliput TGS. Dari apa yang saya lihat, perubahan paling kentara adalah… TGS is shrinking. Dibanding tahun lalu, apalagi dua tahun lalu, TGS kali ini terasa lebih ramping skalanya. Booth makin ramping, tidak lagi semegah sebelumnya. Jalanan semakin lapang. Booth juga makin pelit membagikan goodies (ini curcol).

TGS 2014
Booth Square Enix yang selalu ramai pengunjung
TGS 2014
Terasa jauh lebih longgar dari biasanya kan?
TGS 2014
Di depan booth PlayStation yang megah

Transformasi lainnya, yang bisa dikategorikan sebagai fun, mungkin adalah makin banyaknya game yang dihadirkan. Secara jumlah, game Android dan iOS yang dipamerkan dalam TGS kali ini jauh lebih banyak dibandingkan semua game di platform lainnya dikombinasikan jadi satu. Setidaknya ada 250 game iOS dan 240 game Android, dan jika ditambahkan dengan ‘other smartphone’ dan ‘feature phone’, jumlahnya jadi 559 game.

Sekarang coba bandingkan dengan 41 game di Nintendo 3DS, 3 game di Nintendo Wii, 13 game Wii U, 15 game Xbox 360, 24 game Xbox One, 43 game PlayStation 3, 42 game PlayStation 4, 5 game PSP, 34 game PS Vita (siapa bilang PS Vita mati? baca: PS Vita Mati? Kata Siapa?! Nih +150 Game Baru Untuk PS Vita!), dan 93 game PC (browser dan steam). Totalnya ‘hanya’ 310.

Game macam begini makin dikiiit, guys.
Game macam begini makin dikiiit, guys.
Salah satu yang paling rame di TGS ini.
Salah satu yang paling rame di TGS ini.

Game iOS dan Android memang mengalami peningkatan pesat di Jepang. Di tahun 2013 saja jumlahnya hanya 114 untuk iOS dan 112 untuk Android. Yang menyedihkan, game konsol makin lama makin turun. Apakah ini memang yang disebut sebagai Transformation of Fun oleh TGS?

Tentu saja ada perubahan-perubahan lain. Semisal Indie Game Area yang semakin ditonjolkan. Kali ini menghadirkan lebih dari 60 game, termasuk DreadOut dari Digital Happiness. Sebaliknya, Asia New Stars yang dimulai dari tahun 2012, makin kecil perannya. Meski demikian, saya tetap bangga karena Indonesia tetap tampil. Apalagi tahun ini dengan booth yang lebih besar. Meski saya baru tahu kalau namanya kali ini… Indonesia Game & Art Studios.

TGS 2014
Indonesia Game & Art Studios
TGS 2014
Dukungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
TGS 2014
Booth Indonesia lebih lega
TGS 2014
Aktivitas di Booth Indonesia

Untuk lebih lengkap tentang booth-booth Tokyo Game Show 2014, saya akan mengupasnya besok. Stay tuned!

Duniaku Network adalah media partner #TokyoGameShow untuk Indonesia.


SHARE
Previous articleDizzel Reload Menghadirkan Map dan Item Terbaru untuk Para Punisher Bertempur
Next article#TGS2014 Serasinya Cloud dan Tifa Duet Dalam Final Fantasy VII G-Bike
Mengawali karier menulisnya pada tahun 1997 sebagai kontributor rubrik game majalah Mentari Putera Harapan. Namanya mulai dikenal setelah dia turut membidani lahirnya majalah game pertama di Indonesia, Game Master. Begitu banyak majalah yang lahir dari buah pemikirannya. Sebut saja Game Master, 3D Magazine, Ultima Nation, hingga Zigma dan Omega. Tidak hanya dikenal sebagai jurnalis dan konseptor, GrandC juga seorang penulis cerita. Saat ini dia banyak disibukkan dengan pengembangan Vandaria, dunia fiksi ciptaannya.