#TGS2014 Seraph, Arcana Artes, Armitization… Rasakan Langsung Pertarungan Tales of Zestiria

Tales-of-Zestiria-1

Kurang lengkap rasanya sebuah TGS tanpa Tales. Dan Bandai Namco Games kali ini membawa beberapa judul terbarunya, dan yang menjadi andalan tidak lain seri flagship / core-nya, Tales of Zestiria. RPG yang sudah dalam masa pengembangan selama tiga tahun ini akan dirilis untuk PlayStation 3 pada 22 Januari 2015 mendatang di Jepang dengan harga 8,070 yen, atau sekitar Rp. 900 ribuan!

Tales-of-Zestiria-2

Selama TGS 2014, Bandai Namco mengungkapkan jika versi translasinya ditarget selesai enam bulan setelah versi Jepangnya meluncur, atau pertengahan 2015 mendatang. Sebagai game yang menjadi hadiah perayaan ke-20 tahun serial Tales, Zestiria menawarkan banyak nuansa baru di tengah serial Tales, seperti dengan perubahan ciri khas sistem pertarungannya, dan dunia yang lebih open-world.

Selama event Bandai Namco Games juga menyediakan booth demo khusus untuk game ini, dan saya tidak bisa melewatkannya begitu saja.

#TGS2014 Seraph, Arcana Artes, Armitization… Rasakan Langsung Pertarungan Tales of Zestiria

Versi translasinya dipastikan hanya terpaut enam bulan dari Jepangnya...

Abaikan

Sedangkan berikut trailer keempat yang dirilis Bandai Namco Games selama TGS 2014:

#TGS2014 Seraph, Arcana Artes, Armitization… Rasakan Langsung Pertarungan Tales of Zestiria

Versi translasinya dipastikan hanya terpaut enam bulan dari Jepangnya...

Abaikan

Dari demo tersebut, dengan karakter yang saya kendalikan adalah Sorey, bisa saya simpulkan perubahan terbesar yang ditujukan developer untuk Tales of Zestiria dibandingkan seri sebelumnya adalah pertarungannya, yang langsung diambil pada field map, dan terjadi seketika setelah karaktermu menyentuh musuh. Bukan malah masuk ke dalam adegan pertarungan khusus seperti yang kita kenal sebelumnya, Tales of Zestiria menggunakan field map sebagai arena pertarungannya, dan itu artinya sembarang obyek seperti pohon, atau bukit batu di sekitar area pertarungannya bakal menjadi rintangan selama mereka bertarung.

Tales-of-Zestiria-3

Selama bertarung, ketika saya menekan tombol Lingkaran, maka karakter akan mengayunkan senjatanya, dan menekan tombol X dibarengi dengan tombol arah pada D-pad bakal memicu dilancarkannya beragam serangan Arcana Artes. Tales of Zestiria juga membuang meter TP seperti Tales of Xillia, namun Arcane Artes bakal mengonsumsi sedikit Spirit Gauge, setiap kali kalian menggunakan serangan. Gauge tersebut pulih dengan sendirinya, jadi meskipun kalian bisa terus melakukan serangan artes, kalian perlu menunggu sejenak sebelum bisa melakukan artes kembali.

Tales-of-Zestiria-4

Selama bertualang, karakter akan ditemani oleh seorang Seraph yang melambangkan elemen, seperti  Mikleo. Seraph,  atau disebut sebagai Heaven Family dalam versi Jepang, merupakan salah satu ras di dunia game ini yang disebutkan sudah sangat lang langka. Manusia supernatural yang hanya bisa berinteraksi dengan manusia yang memiliki tenaga spirit yang cukup.

Tales-of-Zestiria-11

Jika kalian mengendalikan Mikleo, maka kalian bisa mengguakan serangan sihir dari jarak jauh, meskipun sembari melancarkan sihir maka pertahannya bakal terbuka. Mikleo, yang bisa menciptakan anak panah air dari langit, perlu dilindungi selama dia melancarkan sihirnya. Sorey juga bisa menggunakan Armitization untuk menggabungkan tubuhnya dengan Seraph yang kalian pilih, dan menciptakan wujud yang lebih kuat. Wujud tersebut busa melancarkan serangan sihir dengan elemen yang sesuai dengan Seraph yang bergabung dengannya. Dalan wujud plus Seraph tersebut, status Sorey meningkat, dan dia mendapatkan ability spesial bergantung dengan siapa dia bergabung.

Tales-of-Zestiria-5

Dengan bergabung dengan Mikleo, Sorey mendapatkan sebuah busur serta serangan berbasis air yang bisa dilancarkan dari jarak jauh. Status HP-nya meningkat, dan serangannya akan berefek lebih pada musuh. Namun sebagai gantinya, Mikleo akan menghilang dari area pertarungan selama Sorey berubah wujud, dan itu artinya karakter yang bisa menerima distribusi serangan musuh juga berkurang, dan itu artinya damage yang diterima Sorey bisa saja lebih besar.

Tales-of-Zestiria-6

Keberadaan Seraph dengan elemen merek masing-masing yang akan terus ada setiap pertarungan mengindikasikan jika Bandai Namco mengeksploitasi lebih banyak unsur elemen tersebut (fire, water, earth, dan wind) dan setiap kelemahannya. Selama pertarungan kalian bisa segera menyadari jika sebuah elemen itu efektif dengan merubah warna angka damage menjadi merah, dan menyebutkan jika musuh memang lemah terhadap elemen tersebut (yah, setidaknya mempermudah, daripada harus menebak-nebak). Saya juga melihat game ini begitu baiknya memberi keterangan jika musuh itu lebih tahan terhadap elemen tertentu dari serangan kita. Dan saat itulah waktunya saya harus berganti Seraph (hanya bisa dilakukan dengan Sorey berada di luar wujud gabungan).

Tales-of-Zestiria-7

Demo tersebut juga memperlihatkan bagaimana Sorey memiliki aksi khusus berbasis elemen selama berada di field map. Menekan tombol atas pada D-pad membuatnya melakukan gerakan uppercut yang memicu munculnya api dari tanahm dan bisa digunakan selama dalam dungeon untuk menyalakan obor. Menekan tombol bawah maka dia akan melakukan pukulan ke tanah, berguna untuk memindahkan batu besar yang menutupi jalan. Tekan ke kiri, membuat perisai air muncul, dan itu bisa membuat muush jadi tidak terlalu awas akan keberadaan Sorey di field map (ya, musuh juga agresif dan mereka bisa mendekatimu). Terakhir, tekan kanan membuatnya melakukan gerakan teleport berbasis elemen wind untuk menggapai area yang sedikit jauh dari posisi saat ini.

Tales-of-Zestiria-9

Tales of Zestiria sendiri sudah dikembangkan sejak tiga tahun lalu, dengan produsernya Hideo Baba mengatakan ingin merilisnya di konsol yang memiliki jumlah user terbesar di Jepang, yaitu PlayStation 3. Meskipun begitu cepatnya PlayStation 4 diterima di Barat, namun pihaknya sejauh ini masih belum berencana membawanya untuk PlayStation 4.

Tales-of-Zestiria-8 Tales-of-Zestiria-10

Duniaku Network adalah media partner #TokyoGameShow untuk Indonesia


SHARE
Previous article#TGS2014 Partner Baru Snake di MGS V Ternyata Seekor Serigala!
Next article#TGS2014 Ulang Tahun Kelima, Bandai Namco Siapkan Empat Proyek God Eater!

Mengawali karier menulisnya pada tahun 1997 sebagai kontributor rubrik game majalah Mentari Putera Harapan. Namanya mulai dikenal setelah dia turut membidani lahirnya majalah game pertama di Indonesia, Game Master. Begitu banyak majalah yang lahir dari buah pemikirannya. Sebut saja Game Master, 3D Magazine, Ultima Nation, hingga Zigma dan Omega. Tidak hanya dikenal sebagai jurnalis dan konseptor, GrandC juga seorang penulis cerita. Saat ini dia banyak disibukkan dengan pengembangan Vandaria, dunia fiksi ciptaannya.