#TGS2014 Penerus Spiritual Clock Tower Akan Sama Seremnya Seperti Film Horor Jepang!

Project-Scissors

Salah satu game survival horror yang melegenda adalah serial Clock Tower. Apa yang membuatnya memorable adalah mekanisnya, karena tidak seperti tipikal game padsa genrenya, dimainkan secara point-and-click, seperti game adventure. Serial yang diciptakan Human Entertainment dan kemudian dilanjutkan oleh Sunsoft ini dimainkan seperti layaknya film horor, serta menambah kesan seramnya,  tidak melibatkan penggunaan senjata api untuk menembak musuh. Kalian tidak menggunakan kekerasan, namun justru memanfaatkan keadaan sekeliling untuk bersembunyi, lari, atau memecahkan puzzle sambil mengikuti jalannya cerita.

Serial ini juga terus mempertahankan ciri karakter utrama yang lemah tidak berdaya, sangat kontras dibandingkan musuhnya, dengan tujuan untuk membangun interaksi emosional antara pemainnya dengan karakter, agar sama-sama merasa ketakutan seandainya ketangkep, atau sekadar “cilukba,” lokasi persembunyian karaktermu diketahui oleh musuh — seperti itu saja bisa membuat kita kaget atau bukan main ketakutannya.

Jika tidak familiar dengan serial Clock Tower ini, yang memang sudah cukup tua (pertama kali eksis tahun 1995 lalu untuk Super NES), kalian mungkin mengenal salah satu spin-offnya yang sangat inovatif, Haunting Ground, dengan seorang gadis cantik Fiona Belli yang digambarkan tanpa kemampuan spesial (bersama seekor anjing), harus melarikan diri dari sebuah istana megah dimana dia terkurung pasca mengalami kecelakaan mobil.

Haunting-Ground-2

Clock Tower sendiri juga menjadi salah satu referensi salah satu developer game asal Indonesia, Digital Happiness, dalam mengembangkan game horor mereka yang sangat sukses di platform Steam, yaitu  DreadOut.

Kini selama TGS 2014, setelah mengalami masa hiatus yang cukup lama sejak kita terakhir mendapatkan Demento atau Haunting Ground (dan awalnya dikembangkan sebagai Clock Tower 4) pada tahun 2005 lalu, akhirnya kita segera mendapatkan penerusnya.

Muncul langsung dari mulut Hifumi Kouno, sang pencipta Clock Tower, dan studio barunya Nude Maker, mengkonfirmasikan pengembangan seri baru franchise horor tersebut untuk PS Vita, iOS, dan Android. Sementara ini mereka menyebutnya sebagai Project Scissor, penerus spiritual Clock Tower.

Game baru untuk handheld dan mobile ini (yah, lagu-lagi sebuah judul besar yang beralih ke mobile) bakal mengambil setting sebuah kapal pesiar mewah yang melaju di atas lautan lepas. Namun seiring pelayaran tersebut, serangkaian pembunuhan mengerikan dan misterius mulai terjadi, dengan korbannya juga termasuk para kru kapal, yang dipastikan bakal mengakibatkan kapal tersebut mengapung tanpa kendali jika semua krunya tewas. Sebagai seorang penumpang yang terjebak di atas kapal, kalian ditugasi memecahkan misteri pembunuhan tersebut dan memastikan keselamatan dirinya, sekaligus para penumpang lain.

Saya yakin banyak yang mengingat Fiona Belli karena ketidakberdayaannya (sampai baju pun dia tidak punya), daripada aspek horor dalam Haunting Ground.
Saya yakin banyak yang mengingat Fiona Belli karena ketidakberdayaannya (sampai baju pun dia tidak punya), daripada aspek horor dalam Haunting Ground.

Untuk proyek ini, kalian juga bisa bertaruh pada Masahiro Ito, yang menjadi desainer musuh dalam serial Silent Hill, dan kini ikut serta mengembangkan Project Scissors dan menangani desainer musuh-musuhnya, bisa membuat game ini makin menyeramkan.

Hifumi Kouno juga menarik Takashi Shimizu, yang sebelumnya menjadi sutradara serial salah satu film horor terbaik (baca: paling serem) di Jepang yaitu Ju-on, serta The Grudge, untuk ikut membantu kali ini sebagai produser kreatif, sekaligus juga akan menyutradarai teaser live-action untuk game ini.

Nama berbakat dari Jepang lainnya juga dikabarkan akan masuk dalam tim menangani game ini, namun akan diumumkan dalam pengumuman lebih lanjut. Dan berhubungan dengan platform mobile, game ini dikembangkan menggunakan engine Unity. Sepertinya ini juga berhubungan dengan Sony yang sekali lagi melakukan langkah maju, selama TGS 2014 mengumumkan penawaran mereka bagi para pengembang yang berlisensi, untuk bisa menggunakan engine Unity for PlayStation secara cuma-cuma! Dan ini berarti, di kemudian hari akan makin banyak game mobile dengan engine Unity dengan mudahnya mendapatkan port untuk PS Vita.

Duniaku Network adalah media partner #TokyoGameShow untuk Indonesia


SHARE
Previous articleGrand Final League of Legends Garuda Series Telah Dimulai !!
Next articleMaze Runner Ternyata Bukan Tentang Labirin Berliku
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.