TGS 2014: Japan Game Awards 2014 Didominasi Game-game PlayStation

TGS-2014-Capcom-2

Seperti biasanya, di akhir setiap Tokyo Game Show, Computer Entertainment Supplier’s Association mengumumkan melalui press release kedua belas pemenang Japan Game Awards “Future Division.”

Dan yang memenuhi syarat untuk masuk dalam penilaian penghargaan Future Division adalam semua judul yang belum dirilis, dan dipamerkan pada Tokyo Game Show. Suara dikumpulkan dari para pengunjung selama tiga hari pertama selama event tersebut, dan kemudian Japan Game Awards Selection Committee menggelar screening serta para pengunjung memilih para pemenang yang menunjukkan jika mereka paling menjanjikan untuk masa depan.

Bloodborne dan The Order: 1886 merupakan dua game unggulan yang ada di PS4, namun PSVita dan PS3 juga mendapatkan apresiasi dari para pengunjung. Dan dua game multiplatform (bukan sekadar untuk PS saja, yang memang mendominasi daftar) yang diakui oleh publik Jepang adalah The Evil Within serta MGS 5: The Phantom Pain. Gadget virtual reality Oculus Rift meskipun bukan asli Jepang, namun juga dipilih oleh pengunjung, menunjukkan jika gamer Jepang pun sudah antusias menyambut perangkat pendukung konsol tersebut, yang dipercaya bakal memberi pengalaman baru selama memainkan game.

TGS-2014-Capcom-4

Dan berikut daftar para pemenangnya:

  • THE LEGEND OF HEROES: SEN NO KISEKI II – Nihon Falcom Corporation – (PS3/PS Vita)
  • The Order: 1886 – Sony Computer Entertainment Inc. – (PS4)
  • KINGDOM HEARTS HDⅡ.5 ReMIX – (C)Desney Developed by SQUARE ENIX – (PS3)
  • GOD EATER 2 RAGE BURST – BANDAI NAMCO Games Inc. – (PS4/PS Vita)
  • PsychoBreak – Bethesda Softworks(R) – (PS4/PS3/Xbox One/Xbox 360)
  • Tales of Zestiria – BANDAI NAMCO Games Inc. – (PS3)
  • PHANTASY STAR NOVA – SEGA Corporation – (PS Vita)
  • Bloodborne – Sony Computer Entertainment Inc. – (PS4)
  • METAL GEAR SOLID V: THE PHANTOM PAIN – Konami Digital Entertainment Co., Ltd. – (PS4/PS3/Xbox One/Xbox 360)
  • Monster Hunter 4 Ultimate – CAPCOM CO., LTD. – (3DS)
  • RYU-GA-GOTOKU 0 Chikaino Basho – SEGA Corporation – (PS4/PS3)
  • Oculus Rift  – Oculus VR – (PC)

TGS-2014-7

Sekilas melihat daftar tersebut, ada delapan dari total 12 nama ternyata eksklusif untuk mesin PlayStation, dengan Bloodborne dan The Order: 1886 memimpin daftar, karena keduanya menjadi game yang paling menonjol mengingat hanya ada di PS4.

Jelas ini juga menunjukkan prestasi yang baik dari konsol Sony, yang menyabet 10 penghargaan, dan hanya Monster Hunter 4 Ultimate saja yang menjadi satu-satunya game Nintendo, tepatnya 3DS yang dipilih, serta Oculus Rift mewakili platform PC. Platform Microsoft pun hanya muncul dalam dua game multiplatform saja, tidak bisa disebut mewakili khusus konsol tersebut, meskipun yang eksklusif seperti Titanfall juga didemokan selama TGS 2014. Xbox masih sanggup memberi sedikit perlawanan melalui PsychoBreak (The Evil Within) dan Metal Gear Solid V: The Phantom Pain.

Oh ya, kita juga tidak bisa melupakan jika Nintendo memang tidak ikut serta berpartisipasi selama Tokyo Game Show, sehingga game first-party mereka yang memang cukup kuat pengaruhnya di Jepang, juga tidak kita temukan selama TGS 2014.

Masih berhubungan dengan penghargaan untuk game, Monster Hunter 4 dan YO-Kai Watch juga memenangkan kategori Games of the Year Division Grand Award. Kita tidak geran jika Monster Hunter 4 yang terpilih. Kepopuleran game tersebut tergambar jelas melalui unit yang dikapalkan oleh Capcom, mencapai lebih dari 4.1 juta unit di seluruh dunia, dan itu sekaligus memecahkan rekor baru di Jepang untuk sebuah game third-party di Nintendo 3DS yang lebih identik lebih laku game first-party-nya Nintendo.


SHARE
Previous articleReview Fairy Tail Online: Paket Lengkap MMORPG dengan Cerita Serupa Animenya
Next article#TGS2014 Pernikahan Sejenis Segera Dilegalkan di Eorzea

Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY – yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi “ngoprek” smartphone.