Hanya 40 Orang yang Bisa Menamatkan Demo Bloodborne di #TGS2014

Bloodborne

Bloodborne menjadi salah satu game yang menjadi buah bibir selama pelaksanaan TGS 2014 pekan lalu. Bukan hanya menampilkan trailer baru yang menampilkan senjata karakter utama yang bisa berubah bentuk saja (baca: Dalam Bloodborne, Senjatamu Bisa Berubah Bentuk!), melainkan From Software dan SCE Japan Studio juga menantang para pengunjung untuk memainkan versi demo dari game ini di booth mereka. Ingin tahu berapa orang yang berhasil menyelesaikan versi demo dari game tersebut?

Menurut sang produser game ini Masaaki Yamagiwa dan juga Marketing Manager Yasuhiro Kitao yang menyelenggarakan event demo selama TGS 2014 ini, tercatat hanya ada 40 orang saja yang berhasil mengalahkan Cleric Beast, boss terakhir dalam versi demo Bloodborne tersebut! Jumlah tersebut hanya sekitar 3% saja dari keseluruhan pengunjung yang mengikuti event dan mencicipi demo tersebut. Total, selama dua hari Public Days dalam TGS 2014 kemarin, ada sekitar 1250 orang yang mencoba.

duniaku-bloodborne-1

Jumlah 40 orang yang menyelesaikan demo tersebut ternyata lebih banyak dibandingkan saat From Software menggelar event serupa dalam PAX Prime sebelumnya. Dalam PAX Prime, total hanya ada 20 orang yang berhasil menyelesaikan demo dari 3500 orang yang memainkannya. Perbandingan antara jumlah pemain dengan yang berhasil menyelesaikan ini menggambarkan tingginya tingkat kesulitan dalam Bloodborne. Meskipun menghadirkan gameplay yang lebih cepat dibandingkan Souls, namun From Software berjanji akan mempertahankan ciri khas hardcore tersebut, bahkan membuat musuh dalam game ini lebih agresif sehingga makin sulit dikalahkan.

Bloodborne sendiri menurut rencana akan dirilis eksklusif untuk PS4 pada 6 Februari 2015 mendatang. Sudah siap?

Duniaku Network adalah media partner #TokyoGameShow untuk Indonesia


SHARE
Previous articleMakassar, Samarinda dan Semarang Juga Sudah Punya Perwakilan di PBSC 2014
Next articleGimana Kalau Visual Novel Jepang Memiliki Rasa Nusantara?

Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.