Misi Digital Happiness di #TGS2014: Persiapan DreadOut Menuju Konsol!

Digital Happiness TGS 2014
Tim Digital Happiness yang mengikuti TGS 2014

Dari sekian banyak developer game Indonesia yang mengikuti TGS 2014, Digital Happiness bisa dibilang adalah salah satu developer yang istimewa. Mereka mendapatkan booth di Indie Game Area yang disponsori oleh Sony sebagai bagian dari program PS4 Love Indies. Bukan hanya itu, salah satu proyek yang mereka kembangkan, DreadEye juga berhasil masuk nominasi 15 besar dalam Sense of Wonder Night 2014. DreadOut juga menjadi salah satu buah bibir di kalangan pengunjung, dan menarik perhatian banyak media lokal di Jepang.

Di sela-sela agenda padat Digital Happiness selama TGS 2014 ini, Duniaku berhasil mewawancarai Rachmad Imron, sang produser dari DreadOut. Rachmad bercerita banyak mengenai apa saja agenda mereka selama di Jepang, bagaimana respon masyarakat Jepang terhadap game mereka, serta apa tanggapan mereka terhadap event TGS 2014 ini. Ternyata mereka memiliki rencana besar untuk DreadOut di masa yang akan datang, salah satunya adalah rencana untuk merilis game ini di konsol! Simak wawancara lengkap kami berikut ini!

Duniaku (D): Apa sih agenda utamanya selama di TGS 2014 ini?

Rachmad Imron (RI): Agenda sih ingin lebih mendekati gamer Jepang dan melihat potensi market disana, dan tentunya untuk testing dan penetrasi market  khususnya title kita DreadOut. Kalau utamanya sih meeting dengan beberapa publisher untuk localize dan porting title kita.

Booth Digital Happiness di TGS 2014
Booth Digital Happiness di TGS 2014

D: Gimana tanggapan pengunjung TGS 2014 terhadap DreadOut dan DreadEye?

RI: Alhamdulillah cukup positif. Bahkan diantara semua yang di booth Indie Game Area kami sempat diwawancara eksklusif oleh stasiun televisi ternama di Jepang Fuji TV. Dan kita juga mendapat nominasi dari Weekly Famitsu untuk Indie Prize. DreadEye tidak kami presentasikan hanya jadi nominasi saja di Sense of Wonder Night di TGS 2014, tepatnya masuk 15 besar. Karena yang mendapatkan kesempatan presentasi  hanya 8 besar saja.

D: Kabarnya DreadOut juga bakal di-porting ke konsol ya? Untuk konsol apa dan sudah sejauh apa progress-nya?

RI: Iyes, Insya Allah tahun depan. Akan kami update apabila sudah ada kabar resmi portingnya!

Digital Happiness Fuji TV
Mendapat kesempatan diliput oleh salah satu media lokal di Jepang, Fuji TV

D: Bisa diceritakan dikit, gimana sih awal mulanya sampai akhirnya bisa dapet booth di Indie Area-nya Sony?

RI: Sebenarnya intinya kami mencari booth gratis sih hehe… Booth gratis yang visibilitasnya bagus tentunya. Dan ternyata untuk tahun ini Sony mensponsori semua booth indies di TGS as part of their program PS4 Love Indies. Jadi saat itu kami dibebaskan biaya untuk sewa booth selama 4 hari penuh hanya dengan melalui kurasi dan seleksi dari pihak panitia TGS dan Sony Computer Entertainment Japan. Alhamdulillah dari 798 applicant yang masuk, 80 terpilih salah satunya adalah kami Digital Happiness, satu-satunya dari Indonesia untuk DreadOut dan DreadEye titlenya.

D: Ini pertama kalinya ikut TGS ya? Tanggapannya untuk TGS 2014 sendiri gimana?

RI: Iya betul mas. Kalau dilihat dari aspek pengunjung sangat luar biasa dibandingkan saat kami menghadiri Eurogamer Expo di London tahun lalu. Sangat menyenangkan bagi kami melihat apresiasi masyarakat jepang terhadap video game khususnya, meskipun merupakan challenge tersendiri bagi kami bagaimana caranya agar bisa penetrasi ke market-nya yang terbilang cukup sulit.

D: Apakah ada rencana tahun depan bakal ikut lagi di TGS 2015?

RI: Apabila rencana porting kami sesuai rencana tentunya entah kami sendiri atau publisher terpilih yang akan exhibisi di sana.

Rachmad Imron Koji Igarashi
Rachmad Imron bersama sang idola, Koji Igarashi

D: Apa keuntungan yang paling dirasakan Digital Happiness dengan keikutsertaannya dalam TGS 2014 ini?

RI: Kalau untuk saya sendiri sih keuntungan paling besar adalah foto bareng dengan idola saya The father of Castlevania franchise Mr. IGA / Koji Igarashi dan ngobrol-ngobrol dengan Mr Keiji Inafune, The father of Megaman/Rockman/ Mighty no 9 Franchise hehe.. Dan tentunya target kita untuk console porting dan kerjasama dengan Japan publisher semuanya dapat tercapai. TGS 2014 DreadOut mission accomplished :)

D: Mantap! Terima kasih atas waktunya, sukses terus dengan DreadOut, DreadEye dan rencana porting-nya tahun depan!

RI: Terima kasih juga!


SHARE
Previous article#TGS2014 Berkendara di Final Fantasy VII G-Bike Ditemani Materia, Senjata, dan Karakter Baru!
Next articleHub #TGS2014, Menilik Kembali Berbagai Hal yang Terjadi Selama Event
Mengawali karier menulisnya pada tahun 1997 sebagai kontributor rubrik game majalah Mentari Putera Harapan. Namanya mulai dikenal setelah dia turut membidani lahirnya majalah game pertama di Indonesia, Game Master. Begitu banyak majalah yang lahir dari buah pemikirannya. Sebut saja Game Master, 3D Magazine, Ultima Nation, hingga Zigma dan Omega. Tidak hanya dikenal sebagai jurnalis dan konseptor, GrandC juga seorang penulis cerita. Saat ini dia banyak disibukkan dengan pengembangan Vandaria, dunia fiksi ciptaannya.