The Legend of Legacy Siap Menantang Bravery Default!

Kalau dibilang game ini terinspirasi Bravery Default, justru mungkin bisa sebaliknya. Game The Legend of Legacy mencoba menantang Square Enix. Mengapa bisa saya katakan demikian? Baru saja sang developer merilis video trailer pertama dari game yang dikembangkan bersama-sama oleh para veteran Final Fantasy (baca: The Legend of Legacy, Ketika Dunia Mana dan Final Fantasy Melebur Jadi Satu) . Dan impresi pertama saya saat melihatnya sangat takjub. Visual karakternya sangat mirip dengan Bravery Default, atau mungkin yang lebih lama lagi mirip Suikoden Tierkreis di konsol NDS lama.

The Legend of Legacy Siap Menantang Bravery Default!

Visualnya mengingatkan saya ke Bravery Default-nya Square Enix. Trailer terbarunya impresif.

Abaikan

Selain itu ada satu hal yang menarik pula. FuRyu sebagai pengembang juga memberikan subtitle Inggris. Apakah ini tanda game ini juga akan dirilis berdekatan dengan versi Jepang-nya? Saya sendiri sangat jarang melihat trailer promosi seperti ini. Setidaknya muncul sedikit harapan agar game ini bisa dinikmati bagi teman-teman yang tidak memiliki kemampuan berbahasa Jepang. Masa game yang seindah ini tidak bisa tembus pasar internasional? Saya yakin FuRyu pasti berhasil, sama seperti saat membawa Unchained Blades mereka keluar dari Jepang.

small_1271171968

Selain nama-nama mantan tim Square Enix di artikel lain yang saya sebutkan diatas, ternyata ada beberapa nama besar lagi di the Legend of Legacy. Mereka adalah Masano Asano yang merupakan Lead Field Designer di Final Fantasy X, Yuichiro Kojima sebagai desainer monster dan sudah berpengalaman sebagai texturer di FF Crystal Chronicles (tidak heran visualnya sangat mirip), serta Ryo Hirao yang pernah bekerja sebagai pengatur battle motion di Final Fantasy XII. Memang tidak salah lagi, inilah mengapa saat melihat trailernya, seperti mengingatkan kembali game-game Mana lama di PsOne.

lol_3ds_05

Jadi ana tujuh karakter yang diperlihatkan melalui promo terbaru di atas. Sistem yang dianut dalam game ini yakni semacam sistem progresif yang memungkinkan kalian bermain bebas melangkah kemanapun dalam game, tanpa ada pakem cerita yang tetap. Dalam satu party akan terdiri dari tiga karakter saja, dan ketiganya ini yang akan kalian kendalikan sambil menelusuri dunia Avalon. Semakin jauh kalian membuka map-map baru sepanjang game, bagian-bagian baru dunia Avalon terbuka untuk kalian jelajahi. Sistem ini dipilih oleh sang desainer game Kyoji Koizumi bertujuan membuat game tanpa quest dimana pemain harus mencari tahu sendiri bagaimana melangkah lebih jauh dalam game. Untuk sedikit memudahkan sistem ini, pemain hanya diberikan tujuan utama saja. Proses untuk meraihnya lah yang harus dicari sendiri.

lol_3ds_04

Pantas ditunggu, game dengan visual secantik teknik pewarnaan tangan ini apakah mampu sedikit menggeser kesuksesan Bravery Default. Saya pribadi merasa titik kuat game Bravery Default adalah dalam sistem pertarungannya. Jadi setidaknya kalau ingin sejajar berjalan dengannya, inovasi-inovasi baru harus diterapkan dalam The Legend of Legacy. Game ini akan dirilis pertama kali untuk Jepang di tanggal 22 Januari 2015. Harga yang dipatok kalau dikonversi ke rupiah dengan rate 115 yen/rupiah, maka berkisar di Rp 687,700. Cukup mahal juga dan diatas rata-rata game dari region Jepang.

lol_3ds_01

SHARE
Previous articleMenjelajahi Instance Baru Fantasy Saga Online di September Ceria
Next article“Mobogenie 2.0 Android Store” Generasi Penerus Toko Android dengan Fitur Canggih

Penulis berbagai macam tema, mulai dari anime, game, kucing, Naruto, Dragon Ball, meme, netizen, dan banyak hal lainnya seputar itu.