Fatal Frame Makin Seksi. Inikah Potret Masa Depan Industri Game Jepang?

Fatal Frame tak hanya dianggap sebagai game seram. Game ini juga sering dianalogikan dengan game seksi. Untuk hal terakhir ini, tampaknya betul-betul ditekankan oleh Koei Tecmo, yang memang sangat berpengalaman dalam mengembangkan game seksi.

Seri terbaru, Fatal Frame: Oracle of the Sodden Raven, baru saja dirilis eksklusif untuk Wii U di Jepang. Game ini langsung menyedot perhatian banyak orang karena tingkat keseksiannya yang tinggi. Bahkan di Jepang, game ini disebut-sebut masuk kategori ‘ero’ atau erotis.

Fatal Frame memiliki mekanisme mengalahkan hantu dengan menggunakan kamera. Namun tampaknya fitur kamera ini banyak ‘diselewengkan’ sebagai alat untuk menjepret keseksian Yuuri Kozukata, protagonis game ini. Simak langsung bagaimana hasilnya:

fatally-sexy-01 fatally-sexy-02 fatally-sexy-06 fatally-sexy-07 fatally-sexy-08 fatally-sexy-09 fatally-sexy-10 fatally-sexy-11 fatally-sexy-12 fatally-sexy-13

Saya sadar betul, demografi gamer Jepang telah berubah. Game developer harus menggunakan berbagai macam cara agar industri game, khususnya konsol, bisa terus terus bertahan. Cara erotis semacam ini memang tidak dapat dihindari. Bahkan game sebesar Metal Gear Solid pun juga harus melakukannya (baca: #TGS2014 Wanita Seksi dalam MGS V Ini Bisa Menghilang!). Namun kalau sudah sampai sejauh ini, saya khawatir esensi horror sebagai menu utamanya malah tidak tampil. Sayang sekali!

fatally-sexy-03 fatally-sexy-04

Menanggapi hal ini, Koei Tecmo Eropa menyebutkan dalam akun resmi Twitter-nya bahwa Fatal Frame: Oracle of the Sodden Raven atau disebut di Eropa dengan judul Fatal Frame: The Black Haired Shrine Maiden  hanya akan dirilis untuk pasar Jepang saja. Sangat menyedihkan apabila hal ini menjadi potret masa depan industri game Jepang.

Sebetulnya Fatal Frame sudah punya fanbase yang cukup loyal. Menurut saya pribadi, game ini pun cukup menjanjikan. Untuk membuktikannya, berikut video 30 menit pertama game ini:

Fatal Frame Makin Seksi. Inikah Potret Masa Depan Industri Game Jepang?

Fatal Frame baru ini sampai dicap erotis di Jepang!

Abaikan

Yah, semoga Digital Happiness tidak mengikuti langkah Koei Tecmo ini dan men-seksi-kan DreadOut-nya.


SHARE
Previous article8 Fitur Yang Harus Ada di Google Maps Versi Indonesia
Next articleKata Siapa SpongeBob Akan Dihapus?
Mengawali karier menulisnya pada tahun 1997 sebagai kontributor rubrik game majalah Mentari Putera Harapan. Namanya mulai dikenal setelah dia turut membidani lahirnya majalah game pertama di Indonesia, Game Master. Begitu banyak majalah yang lahir dari buah pemikirannya. Sebut saja Game Master, 3D Magazine, Ultima Nation, hingga Zigma dan Omega. Tidak hanya dikenal sebagai jurnalis dan konseptor, GrandC juga seorang penulis cerita. Saat ini dia banyak disibukkan dengan pengembangan Vandaria, dunia fiksi ciptaannya.