“Assassin”-nya Ubisoft Tidak Ada yang Bisa Bergerak Secepat Ini!

Styx-Master-of-Shadows-2

Styx: Master of Shadows merupakan jenis yang langka di tengah genre action (baca: Styx: Master of Shadows, Uji Kemampuan Memanjat Menara Bersama Sesosok Goblin!). Jika biasanya genre ini lebih memilih manusia terlatih untuk melakukan semua mekanis permainan yang terfokus pada stealth, maka di sini kalian mengendalikan seorang orc, makhluk yang mungkin lebih familiar di tengah cerita dongeng. Game yang bakal dirilis untuk Microsoft Windows, PlayStation 4 dan Xbox One 7 Oktober besok ini menjadi prekuel secara cerita, atau sekuel secara kontinuitas dari Of Orcs and Men.

Styx-Master-of-Shadows-1

Sebagai orc berusia dua abad, atau di beberapa cerita lainnya makhluk itu disebut juga sebagai goblin, sepanjang permainan kalian akan mengendalikannya dalam memanjat menara, menghadapi puzzle, bertarung dengan penjaga manusia, dalam sebuah gameplay action yang disisipi unsur RPG. Namun game infiltrasi karya Cyanide Studios ini lebih tepat jika disebut sebuah tantangan yang memadukan unsur stealth, eksplorasi, dan juga pembunuhan, dengan karakter kalian mendapatkan banyak kesempatan untuk menggunakan lingkungan dalam menundukkan musuh, atau cukup bisa melalui mereka tanpa disadari oleh musuh, entah itu melalui platform di atas, atau di bawah para musuh. Sebelum karakter anti-hero yang kalian kendalikan dalam game ini bisa mulai mendaki Tower of Akenash yang menjadi setting-nya, kalian bisa mendapatkan sedikit inspirasi trik-trik stealth apa saja yang bisa dilakukannya melalui video gameplay Assassin’s Green dirilis kemarin.

Styx-Master-of-Shadows-3

Dalam video tersebut, kalian bisa melihat kedinamisan dan arus pendakian berbahaya yang dilakukan Styx, melalui kemampuan unik yang mungkin janggal dilakukan seorang karakter manusia. Seperti menciptakan kloningan dirinya, meledakkan tiruannya tersebut (atau mengendalikannya dari jauh, untuk mem-bully musuh yang lemah sehingga Styx bisa dengan bebas bergerak tanpa diketahui siapa pun kecuali kalian), meracuni makanan, menjatuhkan lampu lilin, menusu musuh tepat di kepalanya, dan kemudian dengan sigap berkat ukuran tubuhnya yang juga mini, dia bersembunyi di bawah meja. Taktik, skill dan gaya bertarungnya berperan penting dalam mendukung kalian mendaki menara Akenash.

Styx-Master-of-Shadows-4

Seperti yang dijelaskan dalam video “making of” (lihat di bawah), menjadi seorang goblin tua dengan usia 200 tahun, Styx ini sangat unik, karena berkat tubuh yang atletis dan gesit memungkinkannya “berdansa” di sepanjang area yang menjadi arena game ini, sangat tenang, cepat dan mematikan. Namun meskipun dia memiliki beberapa kelebihan karena ukuran tubuhnya yang kecil, dia juga sangat lemah, dan selalu berada dalam ancaman seketika meskipun melakukan kesalahan kecil, seperti sekadar menjatuhkan vas bunga, atau menimbulkan suara saat dia mendarat di tanah.

STYX: MASTER OF SHADOWS – ASSASSIN’S GREEN 2

“Assassin”-nya Ubisoft Tidak Ada yang Bisa Bergerak Secepat Ini!

Bahkan sampai mengkloning tubuhnya dan mem-bully musuh...

Abaikan

Styx Master of Shadows [MAKING OF – GAMEPLAY]

“Assassin”-nya Ubisoft Tidak Ada yang Bisa Bergerak Secepat Ini!

Bahkan sampai mengkloning tubuhnya dan mem-bully musuh...

Abaikan

STYX MASTER OF SHADOWS: LAUNCH TRAILER

“Assassin”-nya Ubisoft Tidak Ada yang Bisa Bergerak Secepat Ini!

Bahkan sampai mengkloning tubuhnya dan mem-bully musuh...

Abaikan


SHARE
Previous articleLima Glitch Kocak di FIFA 15 yang Bikin Ngakak!
Next articleSenran Kagura Semakin “Panas” Dengan Perjalanan ke Spa!
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.