Nexus Player Bisa Menjadi Konsol Game Pertama Google, Tapi Bentuknya Bikin Ilfil

Nexus-Player-1

Kemarin Google mengadakan event media, dan seperti yang sudah banyak diduga sebelumnya, mereka mengkonfirmasikan Google Nexus 6, tablet Nexus 9, merilis (dan merubah nama) Android L sebagai Android 5.0 Lollipop (baca: Android L), serta menjadi yang paling baru, adalah Nexus Player. Nexus Player menjadi perangkat Android TV resmi pertama yang dirilis Google (lebih jauh mengenai Android TV, baca: Google TV Merasakan Android Market… Solusi Televisi Internet Masa Depan! atau Google Kembali Masuk Ruang Keluarga Dengan AndroidTV, Lengkap Dengan Gamepad Untuk Menjadi Konsol Mikro), dan seperti perangkat mereka lainnya, Google menyerahkan pada OEM untuk memproduksi.

Nexus-Player-2

Ada nama ASUS pada Nexus Player tersebut. Sedangkan untuk Nexus 6 seperti yang kami laporkan sebelumnya, diproduksi oleh Motorola Mobility (baca: iPhone 6 Plus Tidak Sendirian, Google Diduga Siapkan Nexus 6 Dengan Ukuran Jumbo). Untuk Nexus 9 (baca: Nexus 6 Dibatalkan Untuk Android Silver, Kini Google Juga Siapkan Nexus 9?), kita menyambut kembali HTC, yang sempat absen menggarap gadget Nexus sejak terakhir mereka memberikan Nexus pertama, Nexus One / HTC Passion awal 2010 lalu.

Nexus-Player-3

Setelah Nexus 6 dan Nexus 9 kami ulas di artikel sebelumnya, giliran yang paling aneh dari gadget yang dikonfirmasikan Google kemarin. Adalah Nexus Player, Android TV pertama dari Google, menjalankan Android 5.0 Lollipop, dengan misi mengenalkan OS baru tersebut ke tengah ruang keluarga, ditandemkan dengan TV atau layar lebar, dan berhubungan dengan layar eksternal tersebutmelalui HDMI. Meskipun aneh, kami yakin tetap lebih berfungsi maksimal dibandingkan media player streaming (yang berakhir prematur dan diganti dengan Chromecast) setelah mereka konfirmasikan pertengahan 2012 lalu (baca: Google Nexus Q, Media Player Berbasis Streaming Pertama Dengan Fungsi Sosial).

Nexus-Player-5

Untuk yang satu ini, bakal dibuka pre-ordernya besok 17 Oktober dan tersedia mulai 3 November secara retail. Ditawarkan dengan kemampuan sama seperti Google Cast (aka Chromecast) dan menghapus ketergantungan pada dongle tersebut pada teelvisi yang terhubung, namun tentu saja, harganya lebih mahal. Harganya US $99, atau sekitar Rp. 1,2 jutaan untuk Player-nya saja, dan US $39, atau sekitar Rp. 480 ribuan untuk kontroler gamepad-nya. Spesifikasi Nexus Player antara lain sebagai berikut:

Nexus-Player-6

  • Video Out: 1920 x 1080 @ 60Htz (melalui kabel HDMI, ke semua merk televisi)
  • Prosesor: Intel Atom Z3560 Silvermont Quad Core 1.8GHz
  • GPU: PowerVR Series 6
  • RAM: 1GB LPDDR3
  • Internal Storage: 8GB
  • Power: 18W DC power
  • Konektivitas: Wi-Fi a/b/g/n/ac (2.4/5GHz) 802.11ac 2×2 (MIMO) yang kalian gunakan untuk terkoneksi dengan internet via hotspot, Bluetooth 4.1 , port microUSB
  • OS: Android 5.0 Lollipop (Android TV)

Nexus-Player-7

Dalam paket pembeliannya disediakan single Nexus Player Remote, dan juga ada opsi bekerja dengan Nexus Player Controller, yang dijual terpisah — kontroler eksternal yang terhubung melalui bluetooth, ada built-in microphone untuk voice search, dan sayangnya, ditenagai baterai AAA (coba kontrolernya seperti ini: Asus Game Box). Namun dengan kontroler tersebut, Nexus Player otomatis menjadi salah satu kontestan konsol mikro, dan bahkan layak disandingkan dengan PlayStation TV yang kemarin juga baru dijual di Amerika Serikat (baca: PlayStation TV Dirilis di Amerika, Langsung Dapatkan Akses Main Game PS3).

Nexus-Player-8

Nexus Player: Entertainment tailored for you

Nexus Player Bisa Menjadi Konsol Game Pertama Google, Tapi Bentuknya Bikin Ilfil

Hitam, bulat dan begitu imut...

Abaikan

Sumber: GoogleIntel


SHARE
Previous articleBerkah Google dan HTC Rujuk, Nexus 9 Dapatkan Speaker BoomSound
Next articleBumi Kita Depresi, Dan Civilization: Beyond Earth Mengajak Kita Meninggalkannya!
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.