Dianggap Otoriter, Member Komunitas Hits From 80s & 90s Somasi Founder

featured Komunitas Hits from 80s and 90s riuh rendah, salah satu membernya yang bernama Advokat Ramdan Alamsyah mensomasi founder dari group beranggotakan ratusan ribu orang ini. Pasalnya, admin group tersebut dianggap tidak adil dengan menghapus salah satu postingan member tersebut. Kejadian ini berawal dengan adanya posting tentang “group band jadul mana yang konsernya pengen dilihat”. Mungkin karena dianggap tidak melibatkan admin, posting tersebut dihapus oleh salah satu moderator yang bernama hansip bijak.

Tidak terima dengan kejadian tersebut, Ramdan mengirimkan somasi kepada Nicko Krisna sebagai founder group untuk meminta maaf secara terbuka. Hanya dalam waktu 1 jam, somasi ini menarik perhatian ribuan komentar yang bergantian mengutarakan pendapat membela founder group ini. Walaupun terlihat serius dan resmi, kalau kita perhatikan somasi tersebut dengan teliti, banyak hal yang cukup janggal. Misal banyaknya kesalahan tulis, penggunaan huruf kapital yang tidak pada tempatnya dan beberapa hal lain yang tidak lazim dilakukan oleh kantor pengacara profesional. gambar Kejadian penghapusan posting memang bukan sekali ini saja dilakukan oleh founder dan administrator group ini. Beberapa saat lalu, member yang berniat membuat kaos tidak resmi group ini juga dihapus postingnya. Sebelumnya, ada juga penghapusan postingan yang mengkritik acara gathering di Kemang. Namun pada saat itu respon tim admin cukup cepat sehingga tidak terlalu menimbulkan keramaian.

Mengamati komunitas ini dan beberapa lainnya di facebook. Sepertinya ada satu benang merah yang kita bisa tarik, banyak sekali member dari komunitas membela “orang berkuasa” secara belebihan. Kadang pembelaan yang dilakukan juga sampai sulit dibedakan dengan “menjilat”, entah apa yang diharapkan member-member ini. Fenomena ini sebenarnya bukan hal yang baru, pada saat forum dan bulletin board masih sangat populer, para member juga berlomba-lomba mengkomentari posting “pihak berwenang”, hanya kali fanatisme member berpindah media saja.

Fanatisme  juga tejadi pada generasi yang lebih muda, bahkan mungkin lebih kental, salah satu contohnya adalah pada group JKT48, (Baca : Fans Kecewa, Ternyata Personel JKT48 Tidak “Suci” Lagi ). Bisa jadi kita sebagai orang biasa memang ditakdirkan untuk mengidolakan orang yang lebih berkuasa. Terlepas dari beberapa kejadian itu, rasanya kita sebagai umat digital ini tidak usah lah terlalu fanatik berlebihan terhadap orang lain, terutama kepada orang yang mungkin tidak pernah membalas perhatian kita secara seimbang. Tetap positif, sukses selalu untuk Komunitas Hits from 80s & 90s.

Update : 18.21 WIB

Permasalahan sudah diselesaikan oleh Admin group ini dengan cepat. Salut buat bung Nicko


SHARE
Previous articleAyo Nonton Film Gratis di Korea Indonesia Film Festival!
Next articleSilence: The Whispered World 2 Juga Dikembangkan Untuk Xbox One
Ari aka Hawke Zigma memiliki segudang pengalaman dalam jurnalis game. Hawke populer sebagai anak didik langsung dari GrandC. Dia banyak membantu GrandC dalam menulis, meliput event berita, bahkan konsep. Nama Hawke cukup populer dalam dunia game underground karena dia juga pernah menggawangi langsung salah satu jaringan toko game di Surabaya, yakni GameQuarters.