Wibu Sepertinya Memang Tidak Hidup Dalam Realita

Ok, jadi sebelum citizen membaca lebih jauh artikel Athira,pertama Athira ingin menyamakan pendapat terlebih dahulu tentang apa itu Wibu. Wibu yang Athira maksud di sini adalah orang-orang Indonesia yang mendewakan Jepang, di mana di dalam kepala mereka juga sudah tidak bisa membedakan fiksi dan non fiksi, di mana animu adalah segalanya mango is the best jadi shut in atau hikkikomori itu hal terkeren jadi NEET is the way of life, serta menganggap dirinya adalah otaku dan bangga banget dengan sebutan itu, dikit-dikit “gw otaku coeg”. Sudah siap?

Jadi berawal dari beberapa bulan terakhir di mana saya melihat beberapa screen shot tentang tindakan-tindakan para wibu di internet, entah itu sekedar bait atau benar-benar jalan pikir mereka, saya juga kurang mau tahu. Intinya saya menemukan hal yang menarik di sini, beberapa post mereka terlihat sangat menggelitik untuk saya bicarakan di dalam artikel kali ini, mumpung wibu juga lagi populer ya, heheheh. Yuk kita mulai dari screenshot wibu yang pertama:

Ini adalah screen shot yang saya dapat hari ini, dari forum Dukung Point Blank Game Terbaik Mengalahkan Battefield dan COD. “Aku yang di dunia nyata ini tidak merasa nyata malah aku merasa seperti robot yang dikendalikan” kata salah seorang wibu di pojok kiri, ditambah dengan “yang nyata sering nyakitin hati gw” kata sebelahnya, “karena di dunia fiksi kita bisa melakukan apapun tanpa ada masalah” kata yang di atas. Adik-adik yang manis, apakah dunia nyata sebegitu beratnya untuk kalian yang masih bisa memakai internet untuk mengakses hal-hal yang kalian dewakan?

Any problem guys? Pantsu bukan sempak, jitensha bukan sepeda, lo orang ga usah sok pinter deh. Begitu lho citizen. Sempak itu bukan pantsu, catat ya. Jitensha itu juga bukan sepeda, tapi sepeda Jepang dari Jepang hanya ada di Jepang. Sepeda ndewo. Lastly, animu bukan kertun. Catat.

Nah, yang ini adalah salah satu komik yang memberikan kenyataan Otaku di Indonesia. JoJo’s Bizarre Adventure ga pernah denger, ngarang kali loe. Saking Otaku-nya, karakter cewek di animu-animu dijadikan bahan anu. Pernah bertemu tipe orang seperti ini?

Kalau yang begini Athira rasa sangat sering ditemui ya. Animu not kertun plz wakarimasu dis desu. Even in dictionary they call it cartoon. 

GUE OTAKU! CATAT! Miris nggak lihat generasi seperti ini?

Begitulah citizen, buka-bukaan generasi (wibu) kita sekarang, Athira sendiri kenal dengan beberapa orang yang menurut Athira adalah Otaku (bukan self proclaimed, tapi Athira pikir mereka adalah Otaku) namun mereka sendiri masih bisa paham mana-mana yang bisa diperbedebatkan mana yang tidak, mana-mana yang harus dibanggakan di depan umum mana yang tidak. Bagaimana pendapat kalian citizen? Dari screen shot di atas paling suka yang mana? Athira sih paling suka yang pantsu bukan sempak. Juara.


SHARE
Previous articleKalau Kualitas AC Unity Versi PC Seperti Ini, Masihkah Gamer PC Ngamuk ke Ubisoft?
Next articleToneri Otsutsuki, Antagonis Utama The Last Naruto: the Movie!
Penggemar berat Roger Federer, Jouji Nakata, Sho Hayami, dan Suwabe Junichi. Wota iDOLM@STER dan juga seorang penikmat game yang memiliki karakter laki-laki 30 tahun ke atas. Silahkan lihat kegalauan saya di twitter: ryofucha