Manga Festival In Indonesia: Wahai WOTA, Sailor Moon Merindukanmu!

Tim Sailor Moon yang terdiri dari mangaka Naoko Takeuchi, editor Fumio Osano, perwakilan penerbit Kodansha Junichiro Tsuchiya, produser Yu Kaminoki dari Toei Animation sedang bertandang ke Indonesia dalam rangkaian acara Manga Festival In Indonesia. Kemarin (Jumat, 31/10) Tim Sailor Moon turut mengisi seminar di Pusat Studi Jepang UI untuk mempresentasikan proyek Sailormoon Crystal (baca: Seri Baru Sailor Moon Akan Hadir Kembali ). Naoko Takeuchi tidak hadir kemarin, tapi hari ini (1/10) pukul 14.30 WIB bisa ditemui di Kinokuniya Plasa Senayan, Jakarta, bersama beberapa mangaka legendaris lainnya.

Sailor Moon 2

Alkisah 20 tahun lalu serial animasi Sailor Moon mulai dibuat hanya 3 bulan sesudah manga Sailor Moon kali pertama diterbitkan. Pihak Toei Animation selaku pengembang animenya meminta Naoko Takeuchi untuk membuatkan plot Sailor Moon setahun dan sang mangaka menyanggupinya dalam 3 bulan saja. Maka pada dasarnya serial manga dan anime Sailor Moon dulu dibuat secara bersamaan. Yu Kaminoki mengaku bahwa pihak Toei Animation tidak jarang perlu menambahkan cerita mereka sendiri untuk memenuhi target tayang 4 episode sebulan.

Sailor Moon 1

Keberhasilan franchise Sailor Moon yang bertahan sejak 1992, tidak hanya di Jepang tapi juga di banyak negara lain, menggugah Kodansha selaku penerbit dan Toei Animation selaku pengembang anime untuk memproduksi Sailor Moon kembali. Demikianlah cikal bakal proyek Sailor Moon Crystal yang kini bisa ditonton dengan teks terjemahan bahasa Indonesia di sini (Sailor Moon Crystal Bahasa Indonesia).

Ada dua hal penting yang diungkapkan oleh Yu Kaminoki soal Sailor Moon Crystal. Pertama, kali ini mereka membuat anime Sailor Moon benar-benar sesuai dengan cerita dalam manga. Kedua, Sailor Moon Crystal dibuat dan didukung oleh para wanita muda yang semasa anak-anak atau remaja sangat menggemari Sailor Moon.

Manga Festival In Indonesia: Wahai WOTA, Sailor Moon Merindukanmu!

Nah lho! Kamu dirindukan, lho!

Abaikan

Fumio Osano selaku editor menyebutkan ada dua golongan penggemar Sailor Moon, yaitu “teman besar” dan “teman kecil”, maksudnya laki-laki dan perempuan. Rentang usia “teman besar” lebih tua daripada “teman kecil”, walau tetap ada anak kecil laki-laki yang menyukai Sailor Moon pada tahun 1990-an. “Tapi sekarang ‘teman besar’ entah ke mana!” Osano menyesalkan demikian. Tidak seperti para “teman kecil” yang banyak terlibat dalam Sailor Moon Crystal, Osano sulit mengajak “teman besar” kembali kepada Sailor Moon.

Menurut Osano, ada dua penyebab yang menjauhkan para “teman besar” dari Sailor Moon. “Teman besar” yang sudah menikah kehilangan merchandise Sailor Moon karena dibuang oleh istrinya, sementara “teman besar” yang belum menikah berpindah hati kepada AKB48 alias menjadi WOTA. Bisa jadi karena itulah Haruna Kojima AKB48 pernah dijadikan model salah satu merchandise pakaian Sailor Moon.

Wahai WOTA, Sailor Moon Merindukanmu! Kembalilah kepada para waifu kalian yang selalu setia membela kebenaran ini!

Sailor Moon 3
Sumber; http://sailormoonnews.com/

SHARE
Previous articleInilah Dua Android Samsung yang Mirip iPhone, Galaxy A5 dan Galaxy A3!
Next article‘Kematian’, Alasan Utama Marvel Merilis Banyak Judul Film Untuk Lima Tahun Kedepan
Meskipun menyandang nama musik, Melody Violine lebih senang menulis daripada bermain musik. Itulah mengapa ia memutuskan untuk kuliah di Program Studi Indonesia FIB UI hingga lulus pada tahun 2009. Selain menjadi kontributor Duniaku, ia menerjemahkan novel-novel dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, termasuk di antaranya adalah adaptasi novel Assassin's Creed (Oliver Bowden).