Hasil Survei: Setengah dari Gamer Ternyata Wanita!

duniaku-femalegamer

Dulu, banyak yang menganalogikan video game sebagai hobi kaum Adam saja. Namun dewasa ini, baik pria maupun wanita pun sama-sama menikmati hobi bermain video game tersebut. Namun tahukah kamu, kalau saat ini ternyata gamer wanita justru lebih banyak daripada pria?

Tentu kamu sudah terheran-heran, namun itulah fakta yang diungkap dalam sebuah survei yang dilakukan oleh SuperData Research tahun ini. Berdasarkan hasil survei, ternyata gamer wanita, atau lebih tepatnya yang menggunakan PC dan mobile sebagai platform-nya justru lebih banyak dibandingkan gamer pria. Dari hasil survei yang dilakukan di Amerika tersebut, SuperData mengungkapkan bahwa ada lebih dari 50.2% gamer PC di Amerika merupakan wanita, sedangkan sisanya 49.9% adalah pria. Hal tersebut tidak lepas karena semakin menjamurnya game-game kasual dan sosial yang menitikberatkan kesenangan bermain dan tidak membutuhkan waktu lama untuk memainkannya sehingga bisa dimainkan di tengah-tengah aktivitas sehari-hari.

Mungkin jika kita melakukan survei di Indonesia akan mendapatkan hasil yang berbeda dibandingkan angka tersebut. Namun memang tidak bisa dipungkiri bahwa kehadiran game-game kasual (termasuk sosial di Facebook) ikut mendongkrak jumlah gamer wanita. Judul-judul seperti AyoDance (yang bisa kamu unduh dari sini), Candy Crush Saga (bisa kamu mainkan di sini) serta FarmVille 2 (bisa kamu mainkan di sini) justru mungkin memiliki jumlah pemain wanita yang lebih banyak dibandingkan pria.

duniaku-femalegamer-2

Jumlah gamer wanita yang lebih banyak dibandingkan pria di Amerika bukan hanya untuk platform PC saja, melainkan juga di platform mobile. Tercatat, ada 57.8% wanita dan 42.2% pria yang merupakan gamer di Android dan iOS. Pria lebih mendominasi di konsol, dimana hasil survei mencatat bahwa sekitar 63% gamer konsol adalah pria, sedangkan 37% sisanya adalah wanita. Mengenai genre yang disukai, ternyata wanita lebih menyukai RPG dibandingkan pria. Hasil survei menyebutkan bahwa 53.6% gamer RPG adalah wanita, dan sisanya adalah pria. Pria sendiri lebih menyukai genre FPS, dengan 66% pria berbanding 34% wanita.

Era game sudah berubah, dan pasar game bukan sekadar mereka yang memang memainkan game hardcore saja. Karena dewasa ini pasar yang bukan pure gamer, alias casual gamer, justru membeli smartphone atau tablet dan memainkan tipikal game casual seperti yang juga banyak ditawarkan jejaring sosial melalui PC. Salah satu faktor pendorongnya adalah betapa mudahnya pasar casual mencari game baru yang mereka inginkan (melalui pasar digital), dan mayoritas game tersebut juga paham kondisi tipikal gamer casual yang butuh ritme permainan singkat. Seandainya gamer cewek itu seorang karyawan sekalipun, begitu banyak game sosial atau game mobile yang memberi jeda waktu permainan (seperti untuk mengisi kembali energi dalam Candy Crush Saga), dan itu bisa digunakan untuk nyambi dengan bekerja, dan saat energi terkumpul pun, pekerjaan tidak akan ditinggal lama karena ritme waktu permainannya yang begitu singkat.

Female-Gamer-5

Faktor lain makin membengkaknya gamer casual adalah tipikal gamenya yang memang begitu mudah dimainkan. Tidak perlu ada learning progress mempelajari game tersebut, dan tipikal game casual sangat mudah dipahami. Konsep free-to-play yang mulai populer melalui mobile game juga banyak disukai. Coba dulu gamenya, jika suka, langsung beli, jika tidak ya di-uninstall saja! Dan jika sampai ketagihan pun, waktu permainannya juga begitu singkat.

Dalam surbei lainnya, cewek yang bermain game casual juga dinilai lebih banyak menghabiskan waktu dan uang lebih banyak pada game mobile, dan mereka juga dianggap lebih loyak pada gamenya dibandingkan cowok. Temuan gemenaran baru cewek gamer yang memainkan game-game casual tersebut (serta bagaimana mereka juga dengan mudahnya mengadakan transaksi virtual melalui in-app purchase), membantu melejitkan dan menguntungkan game casual yang memang ditujukan untuk cewek, seperti Kim Kardashian: Hollywood (Android | iOS), yang diprediksi mendapatkan lebih dari Rp. 2 trilyun dalam waktu enam bulan sejak perilisannya pada Juni 2014 lalu.


SHARE
Previous articleKompleksnya Dragon Age: Inquisition Terlihat Melalui Video Trailer Terbarunya
Next articleHatsune Miku Bakal Berakhir Menjadi Game Baru di Tangan Tetsuya Nomura?
Penggemar strategy RPG Jepang, serta semua serial Super Robot Wars, yang saat ini masih menjadi kontributor penulis artikel game guide salah satu media game Indonesia. Mulai memburu game-game mobile, dan juga emulator melalui gadget Android, hanya untuk memainkan kembali game-game RPG klasik, yang menurutnya tetap lebih baik dibandingkan game modern.