Kekecewaan Berlanjut, Fans NaruSaku Membuat Petisi Agar Naruto Dibanned!

Ulah para fans selalu saja menarik untuk diamati. Sebelumnya mungkin teman-teman sudah pada baca mengenai perilaku fans yang berteriak tidak bisa menerima (baca: Fans NaruSaku Meradang, Sumpah Serapah Bertaburan!) bahwa ending Naruto berakhir dengan kisah bahagia Hinata sebagai istri sang ninja yang menjadi Hokage ketujuh. Entah yang satu lagi dan baru saja saya temukan ini adalah fans yang sama atau tidak, tapi intinya sama. Mereka menolak ending sangat bahagia Naruto Hinata dan mengajukan petisi online untuk diisi fans-fans yang juga tidak bisa menerima secara lapang keluarga bahagia tersebut.

1d

Kalian tertarik mengisi petisi diatas? Kunjungi laman ini dan suarakan isi hati kalian bersama para fans yang merasakan hal yang sama, setidaknya untuk daerah Amerika Serikat sih. Tampaknya fans NaruSaku ini, saking kecewanya, memuat petisi yang meminta agar Naruto di ban dari tayangan di Amerika Serikat. Wah wah wah! Saya melihat ini bisa-bisa berkembang ke arah lebih buruk lagi, pokoknya jangan sampai bunuh diri aja deh demi pasangan NaruSaku. Masa ya  karena kecewa tokoh fiktifnya tidak sesuai dengan seleranya, apapun dilakukan untuk pembenaran. Jangan dicontoh ya! Tapi jangan salah, di luar sana masih ada fans yang lebih rasional menghadapi hal ini.

ed

Dari tiga tanggapan dengan vote tertinggi yang saya ambil diatas, terlihat bahwa ketiganya menyuarakan ketidak setujuannya dengan petisi Naruto diban tersebut. Dua diantaranya menguat ke opini bahwa petisi diatas itu tindakan kekanak-kanakan. Saya sendiri juga berpendapat sama, kenapa harus meributkan hal-hal semacam ini, toh diluar sana masih banyak hal-hal yang harus dipikirkan dan lebih penting daripada mengurusin ending Naruto yang sudah diterima dimana-mana. (baca: Spoiler, Kenalkan Generasi Baru Naruto!) Tapi beda lagi kalau petisi diatas dibuat sama anak-anak yang benar-benar mengidolakan Naruto dan Sakura. Siapa yang tahu kan. Dalam dunia maya status sebagai anak-anak itu seringkali tidak tampak dari mata. Kita sebagai netizen harus tetap bertindak sewajarnya, apalagi kalau benar menghadapi anak-anak. Internet memang menyeramkan.

22742600154b7613a500eff3d0ea6aab-d5x2xal