Kecewa Trolling Final Fantasy VII PS4, Netizen Bereaksi Keras!

Di event PlayStation Experience kemarin, Square Enix mengumumkan bahwa mereka akan merilis Final Fantasy VII untuk PlayStation 4. Sayangnya ini bukan remake seperti yang diharapkan oleh banyak fans, melainkan hanya port dari versi PC-nya. Kontan saja fans jadi meradang (baca: Walah, Rilis FFVII di PS4 Malah Bikin Jutaan Fans Kecewa).

Ini adalah trolling besar-besaran. Insulting yang luar biasa! Menurut polling yang diadakan oleh Sony Jepang beberapa saat lalu, Final Fantasy VII menempati urutan pertama game remake yang paling diharapkan hadir di konsol PS4. Lalu inikah yang diberikan oleh Square Enix kepada fansnya?

Kekecewaan para fans bisa dilihat dari video announcement-nya di PlayStation Experience kemarin:

Kecewa Trolling Final Fantasy VII PS4, Netizen Bereaksi Keras!

Jagat Twitter meradang dengan Final Fantasy VII PS4!

Abaikan

Lihat, ga ada yang antusias kan? Mana? Ga ada!

Tak hanya itu, video trailer resmi Final Fantasy VII PS4 di YouTube dibombardir oleh kritik pedas. Hanya ada 2000 like, dibandingkan dengan 13.000 dislike, dan jumlah ini terus bertambah.

Seperti biasanya, di era internet seperti sekarang, kekuatan netizen-lah yang bicara. Kita melihat social justice telah diterapkan pada toko nakal di Sim Lim, Singapura (baca: Netizen Murka, Toko Nakal di Sim Lim Square Singapura pun Dihabisi! Tanpa Ampun!), juga seorang motivator cinta yang akhirnya kena batunya (baca: Akhir Karir ‘Mario Teguh’ Gadungan. Motivator Cinta ini Diboikot di Berbagai Negara!). Inilah jeritan kekecewaan para fans yang merasa di-PHP berkali-kali oleh Square Enix.

https://twitter.com/Foxylary/status/541406609260703744

https://twitter.com/sakuraibr/status/541330584375926784

FFVIIr

Padahal fans pengennya Final Fantasy VII PS4 itu MINIMAL ya seperti tech demo PS3 tujuh tahun lalu ini:

Kecewa Trolling Final Fantasy VII PS4, Netizen Bereaksi Keras!

Jagat Twitter meradang dengan Final Fantasy VII PS4!

Abaikan

 


SHARE
Previous articleTren Baru di Jepang, Boob Turtleneck Merajalela
Next articleRekomendasi Game Indie: Keyboard Drumset F*cking Werewolf
Mengawali karier menulisnya pada tahun 1997 sebagai kontributor rubrik game majalah Mentari Putera Harapan. Namanya mulai dikenal setelah dia turut membidani lahirnya majalah game pertama di Indonesia, Game Master. Begitu banyak majalah yang lahir dari buah pemikirannya. Sebut saja Game Master, 3D Magazine, Ultima Nation, hingga Zigma dan Omega. Tidak hanya dikenal sebagai jurnalis dan konseptor, GrandC juga seorang penulis cerita. Saat ini dia banyak disibukkan dengan pengembangan Vandaria, dunia fiksi ciptaannya.