PHP! Ketika Lomba Menulis Tapi Tidak Ada Yang Menang

thumbs

Tidak ada sebuah event yang dibuat oleh manusia yang sempurna. Ada yang berlangsung dengan baik, misalnya GDG (Baca: Hanya di Game Dev Gathering 2014, Kamu Bisa Ilmu Gratis Dari Para Ahli). Tetapi ada pula yang berjalan tidak sesuai rencana, seperti misalnya HelloFest 2014 kemarin. (Baca: Penuh Masalah, HelloFest 2014 Disinyalir Sebagai Yang Terburuk! Ini Tanggapan Dari Panitia HelloFest). Tetapi bagaimana jadinya jika sebuah event lomba berakhir dengan tidak ada pemenang sama sekali?

Seperti yang kita tahu, yang namanya lomba, pasti ada yang menang pasti ada yang kalah, seperti lomba Cosplay dalam AFAID misalnya. (Baca: Lagi Indonesia Juara Cosplay Internasional di AFA Singapura!). Meskipun tidak menutup kemungkinan beberapa lomba lain tidak memiliki juara satu, atau dua, minimal lomba-lomba pasti memiliki juara favorit-lah. Nah, baru-baru ini ada sebuah lomba tulis menulis dimana pada akhirnya tidak ada pemenang sama sekali.

Tahun ini, penerbit DivaPress mengadakan dua buah lomba menulis. Hadiahnya cukup menggiurkan, salah satu lomba berhadiah bisa jalan-jalan ke Sepang, dan satunya lagi jika menang bisa pergi ke Lombok. Tapi ketika hasil akhir diumumkan, yang ada malah tidak ada juara sama sekali. Aneh memang, tapi hal itulah yang terjadi.

Dalam pengumuman lomba Sepang yang ditulis dalam website DivaPress, Dewan Juri menuliskan:

Maka dari itu, kami selaku Dewan Juri memutuskan bahwa tidak ada pemenang yang akan diberangkatkan ke Sepang, namun kami memberikan penawaran kepada kedua penulis tersebut untuk karyanya diterbitkan, dengan catatan, melalui sejumlah revisi pada beberapa bagian konten, termasuk memasukkan poin kearifan lokal. Kami berharap, pada lomba-lomba selanjutnya akan memunculkan juara-juara baru untuk dijadikan tolok ukur sebuah naskah yang benar-benar terbaik.

Hal yang hampir serupa juga dituliskan dalam pengumuman lomba Lombok oleh Dewan Juri:

Semasa itulah (penilaian), kami menemukan, tidak terpenuhinya 5 kriteria di atas dengan maksimal. Ada saja kekurangan yang bagi kami seharusnya tidak ditemukan dalam sebuah naskah lomba. Sehingga, kami—selaku Dewan Juri—memutuskan untuk MENIADAKAN 3 naskah terbaik dan juga tidak akan kami terbitkan.

Menanggapi hal tersebut, Edi Akhiles sang Editor Penerbit Diva Press buka suara (via DivaPress) perihal hal ini:

10806459_829685727052162_9163611645172845842_n

Lantas, apakah dengan penjelasan ‘ala kadarnya’ tersebut, peserta akan melunak? Ternyata tidak! Masih dalam postingan yang sama peserta dan pihak-pihak lain yang mengetahui hal tersebut langsung membanjiri postingan itu dengan berbagai komentar. Ada yang menghujat, tetapi ada juga yang membela, dan sebagian ada juga yang berusaha untuk tetap netral:

testi

testi6

testi5

testi3

testi4

Memang, dalam posting Edy Akhiles berkata “andai mereka mengetahui hal-hal kompleks yang bukan melulu tentang penerbitan”. Tapi apa “kompleks” yang dia maksud? Istilahnya masih begitu bias disini. Nah, saya menemukan sebuah komentar yang cukup telak dalam menjawab hal tersebut.

 

testi2

Komentar tersebut memang tidak bisa dikonfirmasi kebenarannya, tetapi cukup masuk akal juga. Tidak ada dana maka event tak bisa lanjut bukan?

Sebenarnya, DivaPress bukanlah satu-satunya penerbit yang PHP dalam mengadakan lomba semacam ini. Lini Mizan, Noura, juga pernah melakukan hal yang sama. Sesi penjuriannya terbilang singkat, dan pemenangnya tampak seperti diambil berdasarkan ‘undian’ lalu diberi hadiah semacam buku terbitan untuk naskah mereka.

Sama seperti DivaPress, mereka juga mengeluarkan pernyataan dalam pengumuman hasil lomba di website mereka:

Kemudian datang masa Tim Juri menyeleksi naskah-naskah tersebut. Semenjak hari terakhir penerimaan naskah. Satu per satu naskah dibaca, dinilai aspek-aspek penting dalam novel. Premis, penokohan, alur, konflik, sudut pandang, dan lainnya. Wah, ini pekerjaan berat untuk menentukan dari sekian banyak. Kami ingin menemukan naskah yang stand out. Kami ingin naskah yang akan disukai banyak orang. Kami ingin novel yang SU-PER-A-MA-ZING!

Dengan berat hati, kami harus mengambil keputusan yang sulit berikut. Belum ada naskah yang bisa memenuhi semua kriteria yang diperlukan. Dan pada akhirnya Tim Juri memutuskan bahwa hasil akhir lomba ini adalah: TIDAK ADA PEMENANG.

Tahun 2013 lalu, saya juga pernah mendengan lomba Passion Show yang diadakan oleh Bentang Belia (lini Mizan juga). Dan saya belum mendengar bagaimana nasib dari naskah pemenang-pemenangnya. Tapi setelah saya telusuri lebih lanjut, dalam sebuah artikel yang membahas hal serupa, terdapat sebuah pembelaan:

bentang

Yah, setidaknya dari kejadian-kejadian ini Penerbit Diva Press dan Mizan (Noura dan Bentang Belia) bisa dikatakan sebagai penerbit PHP. Yah, bagaimanapun juga itu pihak mereka. Tapi meskipun begitu, tampaknya mereka (Diva Press) tidak kapok untuk mengadakan lomba lagi (dan tentunya langsung mendapatkan tanggapan konyol dari salah satu pengguna facebook):

menang
Belum-belum sudah nagih….. :p

Meskipun begitu, tidak semua penerbit PHP. Contohnya saja KPG dengan lini Ice Cube pernah mengadakan lomba dan memang benar-benar diterbitkan. Dan yang terbaru adalah YARN (Young Adult Realistic Novel) yang akan diumumkan 15 Desember ini.

diary-princesa1
Salah satu buku terbitan Ice Cube hasil lomba

Selain itu, Gagas Media juga termasuk penerbit terpecaya. Ingatkah dengan lomba 7 Deadly Sin? Tiga naskah pemenang sudah diterbitkan. Empat sisanya yang belum.

Cover pemenang 7 deadliest sins yang diterbitkan
Cover pemenang 7 deadliest sins yang diterbitkan

Dengan adanya kejadian seperti ini, tentu saja menjadi peringatkan bagi kalian yang ingin menerbitkan novel atau mengikutkan lomba menulis novel yang diiming-imingi ‘jika menang akan diterbitkan’. Jadi, jangan hanya penerbit saja yang selektif dalam memilih penulis dan naskah, tetapi penulis juga harus selektif dalam memilih penerbitan. Atau kalau bisa, kamu bisa mencoba jalur indie (menerbitkan sendiri). Yah, yang manapun itu, semua keputusan berada ditanganmu.

Credits: Kompasiana


SHARE
Previous articleIndonesia Sabet Juara Kedua dalam DragonNest World Championship 2014!
Next articleNetizen Ramai-ramai Hujat Anggota DPR yang Kepergok Main Game Saat Rapat!
Veteran game survival-horror terutama game seri Resident Evil dan Dead Space. Menurutnya, game survival-horror adalah obat terbaik dalam menangani stress (karena ketakutan, jadi lupa sama stress-nya). Selain memainkan game, dia juga gemar mengikuti anime, manga, comic, film dan novel. Saat ini sibuk menulis banyak judul light novel di Wattpad, light novel-nya yang berjudul The Alternative sudah dicetak.