LOH, Ternyata Xiaomi Dilarang Dijual di India!

Tahun ini nama Xiaomi mendadak melejit. Brand asal Tiongkok/China ini meroket dan kabarnya sudah menduduki peringkat ketiga di pasar smartphone dunia. Di Indonesia sendiri kemunculannya sangat fenomenal [baca: 5000 Unit Xiaomi Redmi 1S Terjual Dalam Waktu 49 Menit di Indonesia dan 10 Ribu Redmi Note Terjual di Indonesia Dalam Waktu Kurang Dari 40 Detik!]. Tapi, rupanya Xiaomi ini dilarang dijual di India. Loh, kenapa?

Xiaomi-Redmi-8

Pelarangan itu dipicu oleh sengketa hak paten, setelah Ericsson India menggugat Xiaomi atas dugaan pelanggaran hak paten. Sebelumnya Ericsson juga menggugat produsen ponsel lokal India, Micromax, karena masalah paten. Ericsson memenangkan gugatan itu dan pengadilan New Delhi memerintahkan Micromax membayar royalti sebesar 1 persen dari harga setiap produknya yang terjual ke Ericsson.

Dalam kasus Xiaomi ini, pengadilan New Delhi menyatakan bahwa produsen smartphone ini tidak boleh menjual, beriklan, memproduksi, atau mengimpor perangkat-perangkatnya yang terkait dalam sengketa paten dengan Ericsson, ke India.

Erricson mengatakan bahwa keputusan untuk menggugat ini adalah langkah terakhir yang diambil setelah Xiaomi mengabaikan upaya untuk berkomunikasi dengan mereka selama tiga tahun terakhir. Adapun Xiaomi, yang mengaku belum menerima pemberitahuan dari pengadilan, mengatakan bersedia untuk berdialog dengan Ericsson.

Wah, semoga saja kasus ini bisa segera tuntas. Jangan sampai Xiaomi juga ikutan dilarang jual di Indonesia.


SHARE
Previous articleNggak Punya Cukup Modal Untuk Cosplay? Contoh Cosplayer Yang Satu Ini!
Next articleSiapa Bilang PS Vita Kurang Game? Nih, Ada Suikoden II dan Resident Evil Revelations 2!
Mengawali karier menulisnya pada tahun 1997 sebagai kontributor rubrik game majalah Mentari Putera Harapan. Namanya mulai dikenal setelah dia turut membidani lahirnya majalah game pertama di Indonesia, Game Master. Begitu banyak majalah yang lahir dari buah pemikirannya. Sebut saja Game Master, 3D Magazine, Ultima Nation, hingga Zigma dan Omega. Tidak hanya dikenal sebagai jurnalis dan konseptor, GrandC juga seorang penulis cerita. Saat ini dia banyak disibukkan dengan pengembangan Vandaria, dunia fiksi ciptaannya.