Novel Fantasi Indonesia Paling Dicari, Stok Winterflame Menipis!

Novel Fantasi Winterflame sudah terbit

Novel fantasi Vandaria Saga: Winterflame, sejak terbit akhir November lalu, diburu oleh para pembaca serial Vandaria Saga. Tidak heran, Winterflame telah dinantikan selama setahun. (Baca: Novel Vandaria Saga Winterflame: Hasil Proses Kreatif Setahun Lebih!) Sayangnya, distribusi novel memerlukan waktu untuk pemerataan. Sebagian pembaca akhirnya membeli Winterflame lewat toko buku online saja. Tidak sabar ingin membaca novel fantasi ini!

cari novel fantasi Winterflame 2

cari novel fantasi Winterflame 3

cari novel fantasi Winterflame 4

cari novel fantasi Winterflame

Winterflame bercerita tentang trio pencuri Rhys, Sasha, dan Algisarra. Mereka tinggal di kota pelabuhan dengan tingkat kriminalitas tinggi. Demi bertahan hidup pada musim dingin, mereka harus berhasil melakukan satu misi pencurian lagi. Tapi mereka malah terjerumus ke Lembah Alarus dan perebutan artefak legendaris bernama Winterflame. Mereka harus segera keluar dari sana, tapi Rhys tahu Winterflame terlalu berbahaya untuk dibiarkan jatuh ke tangan siapa pun. Winterflame juga sedang dikembangkan oleh studio game Artoncode Indonesia untuk menjadi game mobile dan game PC. (Baca: Interview Concept Artist Game Winterflame)

Novel Fantasi Indonesia Terlaris

Beberapa hari lalu stok novel fantasi Winterflame dikabarkan habis di Gramedia Central Park. Mungkin itu berkat peluncuran Winterflame di Binus University Kampus Anggrek, di dekat Central Park. Bisa jadi para pembaca novel fantasi di kota-kota yang belum kebagian Winterflame menitip kepada kenalan mereka di Jakarta untuk membelikannya. Gramedia Central Park bahkan belum bisa memajang Winterflame di pilar bestseller karena stoknya benar-benar habis.

Nasib serupa membayangi Gramedia Artha Gading. Dengan stok 6 eksemplar per 2 hari lalu, Winterflame diperkirakan sudah habis ketika berita ini dimuat. Stok Winterflame secara keseluruhan di Jadebotabek pun sudah tipis. Jadi distributor Winterflame berencana mengisi toko buku yang kosong dengan stok dari toko buku lain, bukan dari gudang mereka.

Stok novel fantasi Winterflame di Gramedia Mal Artha Gading Sabtu (13/12)
Stok Winterflame di Gramedia Mal Artha Gading Sabtu (13/12)

Melihat keadaan ini, sebaiknya citizen di Jabodetabek segera menyambar Winterflame di toko buku terdekat. Jangan sampai citizen di Jabodetabek bertukar nasib dengan pembaca Vandaria di kota-kota lain: harus memesan Winterflame dari Jabodetabek.

Musim liburan sudah di penghujung mata. Tim Vandaria memasang poster raksasa Winterflame di neonbox Gramedia Pondok Indah Mall. Tidak tanggung-tanggung, tokoh Rhys dan Algisarra dipajang di pintu depan. Mereka mengundang pengunjung membaca Winterflame dengan tiga kata kunci: Adventure, Magic, Betrayal. Tiga hal yang akan menjadikan liburanmu menegangkan!

Tokoh-tokoh novel fantasi Winterflame di Gramedia Pondok Indah Mall
Rhys dan Algisarra di Gramedia Pondok Indah Mall

Bandung, Bersiaplah!

Stok Winterflame memang menipis di Jadebotabek dan sulit diperoleh di kota-kota lain. Tapi Citizen di Bandung tidak perlu khawatir. Akhir pekan ini Tim Vandaria dan Artoncode Indonesia mendatangi Bandung. Winterflame akan meramaikan event Toys and Games Revolution 2014. Acara yang akan diselenggarakan 19-21 Desember 2014 ini bertempat di Trans Studio Mall, Bandung. Citizen yang sudah punya atau baru membeli novel fantasi Winterflame di acara ini berhak mendapatkan tanda tangan dari pengarangnya, Fachrul R.U.N., dan sebuah goodie bag berisi aneka merchandise Winterflame. (Baca: IGS 2014: Vandaria dan Artoncode Membakar Antusiasme Gamer dan Penikmat Novel dengan Winterflame)

FB-TGR


SHARE
Previous articleGamer Murka, Balas Square Enix dengan Meme Final Fantasy VII PS4 yang Super Lucu!
Next articleGagal Move On Dari The Last Naruto? Masih Ada Naruto Shippuden Ultimate Ninja Storm 4!
Meskipun menyandang nama musik, Melody Violine lebih senang menulis daripada bermain musik. Itulah mengapa ia memutuskan untuk kuliah di Program Studi Indonesia FIB UI hingga lulus pada tahun 2009. Selain menjadi kontributor Duniaku, ia menerjemahkan novel-novel dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, termasuk di antaranya adalah adaptasi novel Assassin's Creed (Oliver Bowden).