10 Prediksi Sejarah yang Harus Ada dalam Assassin’s Creed Victory

Assassin's Creed Victory

Pasca menyelesaikan dua game utama Assassin’s Creed tahun ini, Rogue dan Unity, Ubisoft pun gerak cepat menyiapkan judul Assassin’s Creed baru untuk tahun depan. Meskipun saat ini masih disibukkan dengan penyelesaian bug dan glitch, namun hal tersebut tidak menyurutkan langkah Ubisoft untuk memperkenalkan (atau membocorkan) Assassin’s Creed baru yang masih diberi kode dengan Assassin’s Creed Victory (baca: Gamers, Sudah Waktunya Move On. Assassin’s Creed Victory Hanya Untuk Konsol Now Gen). UPDATE: Kini sudah dipastikan judulnya sebagai Assassin’s Creed Syndicate!

Assassin's Creed Victory

AC Syndicate Resmi Dikonfirmasikan!

Kini dengan dua karakter kembar, gameplay juga lebih cepat, setting dunianya juga lebih luas... tapi kenapa tanpa multiplayer, Ubisoft!?
Baca Juga

Victory mengambil setting London selama era Victoria, atau ketika Ratu Victoria memerintah dari tahun 1837–1901. Pengembangannya ditangani oleh Ubisoft Quebec, yang sebelumnya mengembangkan DLC Assassin’s Creed III dan IV The Tyranny of King Washington dan Freedom Cry, bukanya Ubisoft Montreal seperti biasanya. Apakah peralihan tim pengembangan ini menjadi salah satu imbas karena Unity banyak dihujat (baca: Rakyat Prancis Marah, Assassin’s Creed Unity Dianggap Memutar Balikkan Sejarah!) dan juga banyak sekali bug-nya? (baca: Kumpulan Glitch Kocak Assassin’s Creed Unity yang Bikin Ngakak! baca juga: Gara-gara Assassin’s Creed Unity Banyak Masalah, Gamer PC Ngamuk (Lagi) ke Ubisoft!).

Assassin's Creed Victory

Dengan mengambil setting era Victoria, mungkin mulai saat ini kita bisa menebak-nebak, seperti apa plot sejarah yang seharusnya ditawarkan dalam game tersebut. Simak sepuluh diantaranya berikut ini.


1

Kisah Ratu Victoria


Queen Victoria

Sesuai dengan namanya, era ini dipimpin oleh seorang wanita bernama Alexandrina Victoria. Dia mendapatkan tahta kerajaan saat berusia 18 tahun pada 1838, menikahi sepupunya sendiri Albert of Saxe-Coburg and Gotha pada 1840, dan mendapatkan sembilan orang anak dari pernikahan tersebut. Saat Albert akhirnya wafat pada 1861, Victoria merasa sangat terpukul dan akhirnya mengisolasi diri hingga akhir hayatnya tahun 1901.

Victoria memimpin selama hampir 40 tahun dan dianggap sebagai salah satu masa terkelam di Inggris. Meskipun dia memerintah bersama beberapa perdana menteri, namun hal tersebut tidak membuat rakyat Inggris benci kepadanya. Buntutnya, sempat ada beberapa pergerakan republik sepanjang masa pemerintahannya, yang menewaskan banyak orang baik dari sisi kerajaan maupun dari sisi pemberontak. Ada kemungkinan, dalam Victory nanti, kamu akan berperan dalam salah satu aksi pembunuhan tersebut, atau bahkan mencegahnya.


2

Munculnya Jack The Ripper


Jack The Ripper

Sejarah Inggris juga pernah memiliki seorang pembunuh berantai yang sadis bernama Jack the Ripper. Pembunuh ini dikenal sudah membunuh lebih dari lima orang di akhir tahun 1880-an sebelum akhirnya menghilang entah kemana. Dia seringkali menjadikan pekerja seks komersial sebagai targetnya, dan membunuh mereka dengan cara menggorok leher lantas mengambil organ-organ dalamnya. Karena Jack tidak pernah ditemukan, kisah ini pun akhirnya menjadi sangat terkenal di seluruh dunia.

Tidak ada yang tahu siapa Jack sebenarnya, apakah dia merupakan seorang tentara, ataukah berasal dari keluarga kerajaan. Ada beberapa teori yang menyebutkan bahwa Jack adalah Aaron Kosminski, seorang pasien rumah sakit jiwa di Inggris yang merupakan imigran asal Polandia. Sebagai sebuah kisah yang sudah terkenal di seluruh dunia, tentu Ubisoft akan sangat rugi jika tidak memasukkan kisah pembunuh berantai ini di Assassin’s Creed Victory nantinya.


3

London yang Sangat Ramai!


London

Populasi kota London sangatlah padat di era Victoria. Di berbagai tempat bahkan kita bisa menemukan kepadatan orang yang mungkin bisa mengalahkan antrian saat diskon besar-besaran di sebuah toko. Tercatat, populasi di London bertambah tujuh kali lipat dalam seratus tahun, dan total ada tujuh juta penduduk di London saat era Victoria berakhir.

Seperti kebanyakan kota-kota modern, pertumbuhan populasi ini tidak diikuti dengan penambahan infrastruktur, sehingga kita bisa menemukan banyak daerah kumuh di sana. Jika hidup di London pada masa ini sungguh berat, maka saat meninggal pun keadaannya jauh lebih buruk. London hanya memiliki satu area pemakaman kecil di tengah kota yang tidak sanggup menampung banyaknya jenazah. Akibatnya, pemakaman tersebut menimbulkan bau yang tidak sedap hingga beberapa kilometer karena lebih banyak jenazah dibandingkan tanah untuk menguburnya.

Jika kamu merasa penduduk Prancis dalam Unity sudah sangat padat, maka bersiaplah menyambut kehidupan yang lebih “keras” di Victory nantinya!


4

Kondisi Udara yang Sangat Mematikan


Assassin's Creed Victory London

Bau tidak sedap dari pemakaman atau padatnya penduduk mungkin tidak akan membunuhmu. Namun polusi yang terdiri dari kabut dan asap industri tentu bisa membuatmu sesak nafas. Polusi di era Victoria saat itu memang sangat mematikan, dimana dalam sekali menghirup udara, ada sulfur dioksida dan karbon monoksida yang pekat dari batu bara yang dibakar bisa masuk dan merusak paru-parumu. Banyak anak-anak atau orang tua yang sudah terlalu lama terkontaminasi udara harus meregang nyawa. Inilah juga yang menyebabkan banyaknya kasus kematian yang ada di era Victoria saat itu.

Udara penuh polusi ini bertahan hingga tahun 1952, dimana tercatat ada lebih dari 4000 orang di Inggris yang tewas hanya dalam waktu dua hari saja. Hal itulah yang membuat pemerintah Inggris membawa peraturan baru yang mengharuskan setiap industri dan juga kantor-kantor pemerintahan agar lebih ramah lingkungan. Bisa jadi, dengan mengangkat sejarah Victoria ini, Victory bisa menjadi salah satu seri terkelam dalam sejarah Assassin’s Creed.


5

Maraknya Tenaga Kerja Anak-anak


Child Labour

Sisi gelap dari revolusi industri yang terjadi di Inggris adalah maraknya tenaga kerja anak-anak. Anak-anak yang masih di bawah umur, terutama yang datang dari rakyat miskin dipaksa bekerja di industri dengan jam kerja yang relatif lama. Hal ini membuat angka harapan hidup di Inggris sangat rendah, yaitu di bawah 25 tahun, dan membuat kematian jumlah besar dalam jangka waktu bersamaan kerap terjadi di Negara tersebut.

Jika ingin menyentuh emosi dari pemain, Ubisoft sepertinya harus memasukkan unsur-unsur emosional seperti ini. Namun juga perlu berhati-hati, agar kasus yang menimpa Unity (dimana banyak rakyat Prancis yang marah) tidak kembali terulang.


6

Perluasan Kekuasaan Victoria


Assassin's Creed Victory

Di luar London, kekuasaan Victoria pun semakin luas. Setelah kekalahan dari Napoleon, praktis tidak ada rival yang benar-benar kuat untuk Victoria, sehingga dia leluasa untuk menancapkan kekuasaannya dimana-mana. Victoria memang tidak bisa mneguasai koloni Amerika, namun dia memiliki kekuasaan yang besar di Asia, Afrika, Kanada hingga Australia.

Di awal abad ke 20, London pun menjadi salah satu negara dengan populasi terbesar. Tercatat, seperlima penduduk dunia ada di kota ini, yang menandakan bahwa banyak warga ingin pindah ke London untuk mencari peruntungan baru. Hal ini dipicu oleh banyaknya industri baru yang muncul di London, meskipun tenaga kerja di sana masih dibayar dengan sangat murah.

Dengan penyebaran kekuasaan ini, penulis memprediksikan bakal ada elemen naval battle dalam game ini. Bukan hanya melintasi satu benua saja, namun kamu nantinya bisa berkeliling dari satu benua ke benua lainnya.


7

Munculnya Para Pahlawan


Oscar Wilde

Assassin’s Creed selalu mengintegrasikan antara karakter assassin dan templar fiksi dengan beberapa nama pahlawan yang memang benar-benar ada. Selama 60 tahun era Victoria berlangsung, terdapat beberapa pahlawan yang tercatat dalam sejarah seperti Florence Nightingale, Isambard Kingdom Brunel, Sir Arthur Conan Doyle, sang penjelajah David Livingstone, Charles Darwin, Oscar Wilde dan masih banyak nama-nama pahlawan lainnya.

Beberapa dari pahlawan ini pun kembali dibuat tenar oleh Madame Tussaud, seorang pengrajin lilin melalui beberapa patung lilin yang tersebar di museum-museumnya di seluruh dunia. Dan fakta menarik lainnya, Madame Tussaud juga sempat muncul dalam AC Unity lalu. Hmm, kira-kira siapa saja ya nama pahlawan yang akan muncul dalam Assassin’s Creed Victory nanti?


8

Kemunculan Pahlawan Fiksi dari Berbagai Literatur


Sherlock Holmes Victoria

Banyak literatur di seluruh dunia yang mengambil era Victoria sebagai inspirasinya. Sebut saja yang mungkin paling tenar adalah kisah dari sang detektif Sherlock Holmes. Lalu ada juga kisah dari Dorian Gray, Dr. Henry Jekyll, hingga kisah Dracula dan Mina Harker.

Bukan tidak mungkin nama-nama ini juga akan muncul dalam Victory nantinya. Dalam Unity lalu, kita sudah dihadapkan dengan beberapa misi investigasi yang membuat Arno layaknya menjadi seorang detektif. Mungkinkah Ubisoft akan membuat gameplay investigasi ini menjadi lebih intens di Victory nanti, dengan menghadirkan Sherlock Holmes?


9

Dickens yang Merangkum Semua Sejarah Victoria


Charles Dickens

Jika ditanya siapa yang pernah mendokumentasikan sejarah Victoria dengan sangat lengkap, maka jawabannya adalah Charles Dickens. Dickens datang dari keluarga menengah ke bawah, sehingga hidupnya di era tersebut sangatlah keras. Dia harus keluar dari sekolah untuk bekerja di pabrik sepatu boots dikala umurnya masih 12 tahun. Keluarganya pun juga harus rela dijebloskan ke penjara karena tidak bisa membayar pajak.

Nasib baik akhirnya datang ke keluarga tersebut dimana keluarganya akhirnya bisa membayar pajak dan Dickens akhirnya kembali ke sekolah. Dia banyak menghabiskan waktu senggang untuk menulis, sehingga dia menjadi jurnalis politik yang sangat tersohor di masa tersebut sampai-sampai karyanya pun dibaca oleh Ratu Victoria. Jika Ubisoft mencari referensi yang lengkap mengenai keadaan era Victoria saat itu, maka karya-karya dari Dickens seharusnya menjadi sumber utama.


10

Benang Merah dengan Assassin's Creed The Fall


Assassin's Creed The Fall

Assassins’s Creed: The Fall adalah sebuah komik mengangkat seorang assassin dari Rusia yang bernama Nikolai Orelov. Nikolai hidup di Rusia di akhir abad 19 hingga awal abad 20. Satu rentang waktu yang hampir bersamaan dengan era Victoria yang menjadi setting dari Victory.

Nikola Tesla The Fall

Dalam The Fall, muncul nama Nikola Tesla yang dikabarkan telah menemukan sebuah Apple of Eden. Nikola Tesla sendiri seperti yang kita kenal adalah seorang penemu yang berjasa dalam penemuan beberapa alat penting dalam revolusi industri seperti motor listrik yang menggunakan arus DC. Dalam dunia Assassin’s Creed, dikisahkan Tesla mendapatkan pengetahuan ini setelah mendapatkan Apple of Eden. Tesla pun sempat datang ke Inggris untuk memperkenalkan beberapa penemuannya untuk industri di negara tersebut.

Mungkinkan kita akan betemu dengan Nikolai Orelov untuk menjaga Tesla dari kejaran Templar? Apakah Apple of Eden yang dibawa oleh Tesla merupakan kunci penting dalam Victory? Menarik untuk ditunggu!

[Sumber: Kotaku/Wikipedia]