Demon Gaze Bertema Cyberpunk, Operation Abyss: New Tokyo Legacy, Ditranslasikan!

Tokyo-New-World-Record-1

Usaha Sony Computer Entertainment untuk membawa lebih banyak game ke platform PlayStation sepertinya membuahkan hasil positif. Melalui PlayStation Experience, kita bisa melihat ada banyak judul baru siap dirilis untuk PlayStation 4, PlayStation 3, dan bahkan PlayStation Vita, handheld yang sebelumnya dianggap kekurangan game. Kini Nippon Ichi Software membawa satu RPG lainnya, Operation Abyss: New Tokyo Legacy (di Jepang disebut sebagai Tokyo New World Record: Operation Abyss) ke Amerika Utara dan Eropa kuartal kedua 2015 mendatang.

Tokyo-New-World-Record-4

Seperti The Awakened Fate Ultimatum yang kami ulas sebelumnya, game PS Vita garapan developer spesialis game dungeon crawler yaitu Experience ini (mereka juga yang mengembangkan RPG PS Vita lainnya, Demon Gaze, yang konsepnya mirip, tapo bertema fantasi) berjenis roguelike RPG, dimana kalian mengendalikan karakter menyusuri dungeon yang random dengan setting fiksi ilmiah masa depan. Nantinya Nippon Ichi bakal menyediakannya dalam format retail dan digital. Game lain dari Experience yang juga menarik adalah Stranger of Sword City, yang dirilis untuk PS Vita dan Xbox 360.

Tokyo-New-World-Record-2

Tokyo New World Record: Operation Abyss menjadi penerus Meikyuu Cross Blood: Infinity yang dirilis April 2013 lalu untuk PS Vita, dan hanya eksis di Jepang saja. Setting tempat yang digunakan sama, Tokyo masa depan bernuansa cyberpunk yang telah dikuasai oleh para monster yang dikenal sebagai Variant. Mereka membuat kota selalu terancan, apalagi muncul portal yang mengarah ke dimensi misterius yang disebut sebagai Abyss. Hanya pria dan wanita terpilih dengan kemampuan spesial saja yang bisa bertahan dan melawan balik para monster.

Tokyo-New-World-Record-3

Pemerintah pun membentuk Code Physics Agency, dan kalian sebagai salah satu yang terpilih, bergabung dengan Xth Squad, tim unik beranggotakan anak muda yang kemampuannya dimodifikasi melalui teknologi Code dari Code Physics Agency, harus menghindari jebakan dalam dungeon, kalahkan monster dan menyelidiki misteri dibalik kemunculan Abyss. Di sini kamu akan menemui dungeon 3D dan dapat membawa hingga enam orang Xth Squad ke dalam party.

Tokyo-New-World-Record-7

Untuk sekuelnya ini kamu akan menemui beberapa sistem gameplay baru, seperti Rise & Drop. Melawan musuh akan meningkatkan Encounter Gauge di sisi kiri atas layar, dan jika meningkat maka kamu akan mendapatkan kesempatan lebih untuk melawan musuh yang jauh lebih kuat tapi menjatuhkan loot atau item yang lebih bagus. Kamu bisa juga meninggalkan Dungeon Memo yang bisa dipungut oleh pemain lain dalam permainannya. Karakter jga bisa kalian kustomisasi berdasarkan salah satu dari 10 Blood Code berbeda. Dan penampilan setiap anggota Xth, class, kepribadian, moral dan status mereka juga bisa diatur sesuai dengan keinginan pemain.

Tokyo-New-World-Record-5

Di sisi lain, bersamaan dengan konfirmasi versi translasi Tokyo New World Record: Operation Abyss, Experience juga sudah menyiapkan sekuelnya untuk PS Vita, dan akan dirilis 30 April 2015 mendatang di Jepang. Sekuel ini memiliki sistem “Cross Blood” yang baru, ada karakter baru bernama Hikaru Nanase (disuarakan Rumi Okubo) dsan Kieru (diseuarakan Tetsuya Kakihara), sekaligus juga para karakter dari Tokyo New World Record: Operation Abyss yang kembali dengan kostum baru. Sepertinya para penggemar Demon Gaze tidak akan kekurangan game penjelajahan dungeon dengan aktifnya Experience merilis satu judul baru setiap tahun seperti ini.


SHARE
Previous articleSebentar Lagi, Kamu Bisa Merampok Rame-rame di GTA Online!
Next articleRockstar Siapkan Sekuel Red Dead Redemption Tahun Depan?
Penggemar strategy RPG Jepang, serta semua serial Super Robot Wars, yang saat ini masih menjadi kontributor penulis artikel game guide salah satu media game Indonesia. Mulai memburu game-game mobile, dan juga emulator melalui gadget Android, hanya untuk memainkan kembali game-game RPG klasik, yang menurutnya tetap lebih baik dibandingkan game modern.