Game Wii U Terbaik 2014

Nintendo-Wii-U-1

Tahun 2014 akan segera berakhir. Selama satu tahun ini, para pemilik Wii U dimanjakan dengan berbagai game berkualitas, yang mengeksploitasi ikon-ikon Nintendo, entah sebagai karanter utama atau sekadar fan-service. Selain itu, kita tidak bisa melupakan game yang juga diklaim menggunakan sepenuhnya kemampuan Wii U, seperti Super Smash Bros. serta Bayonetta 2. Diantara sekian banyak game berkualitas yang hadir di Wii U, kali ini Duniaku memberikan daftar sepuluh game yang layak menyandang gelar Game of The Year di tahun 2014 ini versi kami. Oiya, kami tidak membuat daftar ini berdasarkan ranking yang terbaik. Jadi bukan berarti game yang bernomor kecil lebih baik dibandingkan game yang bernomor lebih besar. Apa saja game Wii U terbaik selama setahun terakhir? Yuk langsung kita simak!


1

Super Smash Bros. for Wii U (Bandai Namco Games/Nintendo)


Super-Smash-Bros.-Duck-6

Tidak salah jika Nintendo memilih menahan perilisan versi Wii U-nya ini, agar bisa bersama-sama mengenalkan figurine berteknologi NFC Amiibo, dan bisa menjadi alternatif gameplay selain apa yang ditawarkan dalam game. Namun versi Wii U ini memang layak menjadi game flagship diantara semua game Wii U. Super Smash Bros. yang benar-benar HD, konten yang sangat masif (baca: Daftar Terlengkap 54 Fitur Baru Super Smash Bros. for Nintendo Wii U!), mode 8 player yang gila-gilaan (jangan beli game ini untuk main sendirian yah, gak ada puas-puasnya), dan yah, memang mekanisnya tidak terlalu banyak inovasi sih. Jika mencari siapa penyelamat muka Wii U tahun ini, tidak perlu susah, langsung tunjuk Smash terbaru ini saja.


2

Bayonetta 2 (PlatinumGames/Nintendo)


Bayonetta-2-1

Daftar ini memang tidak diurutkan berdasarkan peringkat, namun Bayonetta 2 berada di bawah Smash memang bukan tanpa alasan. Yang jelas ini game Mature ya adik-adik, jadi kalian yang sadar masih di bawah usia 17 tahun jangan memainkannya, karena seperti prekuelnya, ada beberapa konten yang memang hanya bisa dipahami yang sudah dewasa (termasuk banyak guyonan dalam dialognya). Dan Bayonetta 2 juga menjadi game yang membuat pengguna konsol lain iri kepada Wii U. Platinum Games sukses meracik cerita yang hebat, perbaiki kontrol prekuelnya (seperti membuang QTE yang menyusahkan di tengah aksi hard-stylish-nya yang makin menantang – dan susah), grafis HD, karakter penyihir yang makin terlihat berkarakter, serta tentu saja fan service ala Nintendo (baca: Princess Peach, Samus Aran, dan Link Hadir di Bayonetta).


3

Mario Kart 8 (Nintendo)


Mario-Kart-8-9

Selain Super Smash Bros., serial game lain yang hanya dimiliki Nintendo, dan juga kenikmatan bermainnya hanya bisa dirasakan jika dimainkan secara multiplayer (hingga 12 pemain secara online) adalah Mario Kart 8. Seperti game eksklusif Nintendo lainnya, seri baru Mario Kart ini sekilas sekadar daur ulang saja, namun dengan kemasan baru, serta ditambah bumbu yang baru. Namun pengalaman memainkannya tetap saja menyenangkan. Yang baru seperti adanya mekanis anti gravitasi, membuat para pembalab kerajaan jamur (dan ikon Nintendo lainnya) bisa memacu kendaraannya di dinding, atau lintasan yang terbalik. Di sisi grafis juga menjadi satu dari segelintir game Wii U yang cantik visualnya, resolusi HD, serta halus animasinya, karena mampu terkunci hingga 60 bingkai per detik untuk mode single playernya.


4

Shovel Knight (Yacht Club Games)


Shovel-Knight-4

Banyak gamer berpikir jika makin canggih suatu konsol game, maka kualitas grafisnya harus melompat jauh dari pendahulunya. Ya, memang benar, namun kembali pada esensi sebuah game, visual itu hanya nikmati di mata. Tetap gameplay, dan juga cerita tidak boleh disepelekan agar kepuasan didapatkan selama bermain. Shovel Knight menjadi game yang mengacuhkan kualitas grafis. Visual pixelated yang mensimulasikan tampilan era 8 bit, namun dengan gameplay side-scrolling yang sederhana serta mudah diakses siapa saja (namun sekaligus juga sangat menyusahkan ala Dark Souls), serta kualitas cerita yang begitu megah bahkan melampaui banyak game RPG di luar sana. Begitu berharganya game ini, sampai Sony pun terlihat begitu senang ketika developer juga membuatkan versi PlayStation-nya (baca: Shovel Knight dan Banyak Game Indie Lainnya Akhirnya Masuk ke PlayStation).


5

Donkey Kong Country: Tropical Freeze (Retro Studios/Nintendo)


Donkey-Kong-Country-Tropi-4

Game Wii U lainnya yang bisa menggugah kenangan masa lalu kalian adalah Donkey Kong Country: Tropical Freeze. Brur dan Zus yang ngaku gamer dan besar di tahun 90-an pasti pernah memainkan, atau sekadar mengenal King Kong yang jago berselancar dalam serial Donkey Kong. Seri barunya ini kembali membuktikan jika formula side-scrolling platformer yang baik bisa menghasilkan game yang solid. Ditambah kualitas detail lingkungan dalam game yang memiliki ekosistemnya sendiri, memberi variasi di setiap gerakan para Kong yang melaluinya. Apalagi pertarungan boss-nya, yang tidak cukup sekadar menginjak kepalanya saja, tetap membuatmu berpikir jeli, dan lebih menantang dibandingkan setiap levelnya yang harus dilalui karakter.


6

Captain Toad: Treasure Tracker (Nintendo EAD Tokyo /Nintendo)


Captain-Toad-15

Siapa pun juga sadar, membaca artikel ini, hampir semua game unggulan Wii U dari developer first party. Nintendo memang kuat karena ikon-ikonnya yang memorable. Dan setiap karakternya berpotensi dikembangkan mendapat game tersendiri. Captain Toad ini contohnya. Awalnya menjadi mini-game Super Mario 3D World, namun ternyata juga sukses menyita perhatian ketika dilepas menjadi satu game yang berdiri sendiri, dengan sedikit biaya pengembangan dan perubahan perspektif permainan (baca: 8 Hal Yang Buat Captain Toad Jadi Ikon Nintendo Paling Imut). Gameplay-nya fresh, kami menyukai ketika karakter harus berhati-hati menggeser sudut pandang, untuk melihat apa yang ada di sekitar stage, serta menemukan obyek apa yang bisa berinteraksi dengan karakter menggunakan layar sentuh selama memburu harta karun.


7

Hyrule Warriors (Tecmo Koei Games/Nintendo)


Hyrule-Warriors-6

Seperti Captain Toad di atas, Hyrule Warriors adalah contoh lain ketika developer berpikir di luar kotak, dan memilih genre yang tidak biasa, hasilnya bisa diapresiasi oleh penggemar. Mudahnya, Hyrule Warriors adalah Dynasty Warriors dengan karakter dan setting serial The Legend of Zelda. Jelas fan service memenuhi game ini (baca: Makin Banyak Fan Service Diberikan Koei Tecmo Untuk Hyrule Warriors). Namun kembali pada The Legend of Zelda itu sendiri, selain eksplorasi dungein dan pemecahan puzzle, adegan pertarungannya juga banyak disukai. Apalagi ketika diwujudkan ke dalam game ini, dimana karakter bisa dipuaskan menghantam ratusan musuh tanpa perlu berpikir puzzle apa yang akan menghadang di depan. Yang penting, tekan tombol secepatnya, dan lancarkan serangan spesial ketika meternya terisi penuh.


8

Guacamelee! Super Turbo Championship Edition (DrinkBox Studios)


Guacemelee

Sony dan Microsoft boleh bangga ketika mereka memiliki pilihan game indie yang lengkap. Namun Nintendo juga tidak tinggal diam. Seeprti  Guacamelee! yang awalnya memang eksis di platform Sony, versi upgrade-nya juga berhasil dibawa masuk Wii U. Untuk membuatnya lebuh berbeda, dirilis dengan judul baru yang mengingatkan pada cara Capcom menambah cash in lewat sekadar upgrade minor serial Street Fighter. Dibandingkan Guacamelee! biasanya, versi turbo ini mendapatkan DLC berisi level dan pertarungan boss, serta karakter juga mendapatkan ability baru. Gameplay-nya sendiri termasuk klasik, side-scrolling bergaya ala Metroid, action-platformer dengan setting dunia sihir yang bernuansa Meksiko. Dan sesuai judulnya, pertarungan melee, dan multiplayer koperatip dalam satu layar menjadi salah satu keunggulannya.


9

Disney Infinity 2.0 Edition (Avalanche Software/Disney Interactive Studios)


duniaku-disneyinfinity-3

Disney bersama Activision memang memulai lebih awal menyuguhkan game yang terintegrasi figurine Amiibo. Dan Disney Infinity 2.0 Edition ini menjadi seri baru Disney Infinity, yang mendapat tambahan karakter set dari beberapa karakter film Marvel terbaru, seperti The Avengers dan juga Guardians of the Galaxy. Kemudian fitur Toy Box dimana kalian bisa menciptakan dunia sendiri dalam mode sandbox (yang lebih kuas dari prekuelnya), ceritanya pun juga terkait dengan figurine yang digunakan sebagai basis, memang membuatnya fleksibel seperti sebelumnya. Hanya saja, gameplay masih terasa repetitip dan quest dari Playset-nya yang membosankan membuat game ini, atau figurinenya, justru malah hanya dikoleksi para kolektor yang sekadar memajangnya saja, bukan untuk dimainkan.


10

NES Remix 2 (Indies Zero /Nintendo)


NES-Remix-2

NES Remix, atau di Jepang disebut sebagai Famicom Remix, merupakaj kompilasi game untuk Wii U, yang isinya jelas, remix dari banyak game legendaris di era 8 bit Nintendo Entertainment System. Sekuelnya, NES Remix 2 yang dirilis April 2014 lalu berisi 12 game, mulai Dr. Mario hingga Zelda II: The Adventure of Link. Bukan sekadar remake dan remix, Nintendo juga sedikit memoles tampilannya, dan memasukkan beberapa opsi tantangan seperti melalui leaderboard online, desain level dengan elemen baru, seperti diputar balik (reverse-mirrored), serta juga menerapkan ability karakter yang seharusnya belum eksis di game tersebut. Jika kalian membutuhkan mini-game berukuran bit (yang juga sekaligus hardcore tantangannya) yang sekadar untuk membunuh waktu senggang, NES Remix 2 adalah pilihan terbaik. 

Kalau menurut citizen, apa sih game Wii U terbaik selama 2014 ini? Tuangkan di kolom komentar ya!

NEXT -> 10 Game 3DS Terbaik 2014!