Menengok Kembali Aktivitas Developer Game Indonesia Sepanjang 2014!

cover-cascon

Tahun 2014 sebentar lagi akan segera berakhir. Di tahun 2014, ada banyak event, prestasi maupun karya yang dihasilkan oleh para developer game Indonesia. Dibandingkan tahun 2013 sebelumnya, bisa dibilang aktivitas developer game Indonesia lebih “meriah” selama 2014 kemarin. Nah, dalam artikel kaleidoskop ini, kami ingin mengajakmu untuk kembali menengok aktivitas apa saja yang dilakukan oleh para developer game Indonesia selama setahun ke belakang, yang terbagi berdasarkan bulan. Selamat mengikuti!


Januari


Global Game Jam 2014 Surabaya

Berawal dari “kompor” yang dinyalakan oleh developer game Jogjakarta, akhirnya untuk pertama kalinya Indonesia ikut berpartisipasi dalam Global Game Jam 2014 (baca: Global Game Jam 2014 Indonesia Telah Dimulai!). Event Game Jam bersama-sama seluruh dunia ini dilaksanakan di tujuh kota Indonesia, antara lain Jakarta, Depok, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya dan Bali. Game Jam ini pun sukses menghasilkan puluhan prototype game, bahkan ada beberapa diantaranya yang dilanjutkan menjadi sebuah game jadi.

duniaku-infectonatorsurvivors-1

Kabar selanjutnya di bulan Januari ini adalah kesuksesan Infectonator: Survivors buatan Toge Productions dalam menembus Steam Greenlight mengikuti DreadOut yang sudah berhasil sebelumnya. Bahkan, tidak butuh waktu lama bagi Infectonator Survivors untuk untuk menembus ketatnya persaingan di Steam Greenlight, karena kurang dari seminggu setelah didaftarkan, game tersebut resmi di-Greenlit oleh Steam (baca: Kurang dari Seminggu, Infectonator Survivors Berhasil Menembus Steam Greenlight!). Kabar gembira untuk Toge Productions juga datang dari Infectonator: Hot Chase yang akhirnya dinobatkan menjadi game mobile terbaik tahun 2013 oleh Armor Games. (baca: Infectonator: Hot Chase Sabet Gelar Game Mobile Terbaik 2013 Versi Armor Games!)

cover-geograpiea

Nama DreadOut sendiri semakin populer baik di dalam negeri maupun di dunia internasional. Bahkan beberapa fans mereka di Thailand pun membuat film live action yang mengisahkan game tersebut (baca: Sekelompok Fans Thailand Siap Mengadaptasi DreadOut ke Film Live Action). Developer Indonesia yang lain juga memanfaatkan awal tahun untuk merilis karya, seperti Agate Jogja yang merilis Geograpiea yang membantu anak mempelajari Indonesia dan juga Educa Studio yang merilis berbagai seri CERI (atau yang sekarang disebut dengan RIRI)


Februari


Makan-malam-Prototype-Day-12-menjadi-sesi-networking

Memang aktivitas developer game Indonesia tidak seramai bulan Januari. Namun di bulan ini ada event menarik digelar seperti Prototype Day 12 di Bandung yang menjadi ajang pamer berbagai game baru (baca: Liputan Prototype Day 12: Ajang Pamer Game Baru). Kabar menarik lain datang dari beberapa developer game asal Jogjakarta, yang akhirnya membentuk aliansi GITS Alliance (baca: Beberapa Developer Game Jogjakarta Beraliansi Membentuk GITS Alliance). GITS Alliance adalah aliansi empat developer game Jogjakarta meliputi Amagine Interactive, Copelabs Studio, Classeven Studio, dan Wi Studio di bawah payung PT. GIT Solution yang bekerja sama untuk membuat game dan memasarkannya bersama-sama.

duniaku-renegade-2

Kolaborasi bukan hanya dilakukan empat developer game Jogjakarta itu saja. Dua developer Jawa Tengah lainnya, Enthrean Guardian dan Hinocyber juga berkolaborasi untuk menyiapkan game action Renegade Death. Selain itu kabar gembira lain di bulan Februari didapat dari Google, yang akhirnya memberikan dukungan developer Indonesia di Google Play Store untuk menjual aplikasi atau game buatan mereka (termasuk in App Purchase) di store tersebut (baca: Google Play Store Akhirnya Berikan Dukungan untuk Rupiah dan Developer Indonesia).

1
2
3
4
5
6

SHARE
Previous articleBerkat Sains, Sekarang Kita Bisa Merayap Di Dinding Seperti SpiderMan!
Next articleNobita Indonesia Bikin Cover Stand By Me Doraemon Lagi!
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.