Black Hand, Teori Konspirasi AirAsia QZ860, MH370, dan MH17

airasia1

Penyebab jatuhnya AirAsia QZ8501 memang masih belum diketahui secara pasti. Tentu saja, hal ini kembali mengingatkan kita akan kejadian serupa yang menimpa MH370 yang sampai saat ini belum jelas keberadaannya. Berbagai spekulasi pun mulai mencuat. Faktor cuaca, kesamaan dengan MH370, bahkan sampai ada juga yang berspekulasi Amerika Serikat ada di balik kejadian ini.

Siapa yang bisa menduga, peringatan pengguna salah satu forum di China pada 15 Desember seputar jatuhnya pesawat AirAsia, betul-betul terjadi. Netizen misterius dari jaringan media sosial China, Weibo, ini meramalkan hilangnya pesawat hampir dua pekan sebelum pesawat itu hilang. Seperti yang dilaporkan oleh Epoch Times, secara berulang kali ia memperingatkan orang untuk ‘menjauhi’ Malaysia Airlines dan AirAsia.

“Jangan menjadi korban lain seperti MH370,” begitu peringatan netizen misterius dengan akun bernama Landlord itu sejak tanggal 15 Desember. Ia juga menambahkan bahwa AirAsia akan segera ditargetkan oleh ‘powerful forces’, yang ia disebut sebagai ‘Black Hand’.

Landlord mengatakan bahwa Black Hand telah membajak dan menembak jatuh MH370 dan MH17. Kejadian ini cukup melumpuhkan salah satu maskapai penerbangan besar ke-6 dunia, Malaysia Airline.

“Sekarang Black Hand sedang menargetkan AirAsia untuk merusak maskapai tersebut, yang juga milik Malaysia. Mengingat betapa dahsyatnya Black Hand, saya sarankan agar semua orang China menghindari perjalanan dengan AirAsia, sehingga Anda tidak mengalami kejadian serupa seperti yang terjadi pada MH370.”

“Anda bisa bahagia berlibur, bekerja, atau berlayar di atas kapal, tetapi jika pergi menggunakan Malaysia Airline atau AirAsia, Anda akan mati, hati-hati! Teruskan pesan ini kepada teman-teman Anda untuk menghindari Malaysia Airline dan AirAsia.”

Peringatan ini tentu saja mendapat banyak reaksi dari pengguna forum. Banyak yang menganggapnya orang gila dan terang-terangan mem-bully-nya. Meski demikian, Landlord terus memberikan peringatan.

“Jangan menjadi korban, bersembunyilah dan hindari Malaysia Airline dan AirAsia. Kehidupan Anda sangat berharga, keamanan Anda adalah yang terpenting. Ini adalah pesan untuk menyelamatkan jiwa. Jika anda bepergian tidak menggunakan Malaysia Airline dan AirAsia, abaikan pesan ini.”

Baca: Berkomentar “Sadis” Tentang Musibah Air Asia, Orang-orang Ini Di-“Bantai” Netizen

Korban AirAsia QZ8501
Korban AirAsia QZ8501

Peringatan tersebut ternyata menjadi kenyataan. AirAsia QZ 8501 hilang kontak pada hari Minggu 28/12/2014 pagi.

Belakangan diduga Landlord adalah agen intelijen China atau hacker yang ingin berbuat sesuatu untuk menyelamatkan penumpang maskapai penerbangan Malaysia. Lewat beberapa postingannya, Landlord juga menyebutkan bahwa Black Hand adalah Amerika Serikat.

Apakah yang terjadi, sehingga tiga pesawat Malaysia jatuh dalam setahun terakhir?

Mari kita lihat daftar kecelakaan pesawat Malaysia setahun terakhir:

  • MH370, Malaysia Airlines Boeing 777 pada 8 Maret hilang tanpa jejak saat terbang dari Kuala Lumpur menuju Beijing. Setelah pencarian yang panjang di Samudera Hindia, tak secuil puing pun ditemukan. Empat bulan kemudian, tepatnya pada 4 Oktober, beberapa peralatan pesawat ditemukan di 3000KM barat Australia berupa sonar, kamera and sensor bahan bakar. 239 penumpang dan awak dinyatakan tewas.
  • MH17, Malaysia Airlines Boeing 777 pada 17 Juli ditembak jatuh di wilayah udara Ukraina saat melakukan penerbangan dari Amsterdam ke Kuala Lumpur. 298 penumpang dan awak, tewas.
  • QZ8501, AirAsia tipe Airbus A320-200, hilang saat terbang dari Surabaya menuju Changi. 162 penumpang dan awak tewas. Meski AirAsia ini dioperasikan oleh Indonesia, namun induk AirAsia (AirAsiaX) adalah perusahaan Malaysia.

Bagaimana mungkin tiga pesawat dari negara yang sama, yaitu Malaysia, jatuh dalam waktu kurang dari satu tahun? Sementara itu jika mengacu pada teori yang dikemukakan oleh Jeff Rosenthal, bahwa kemungkinan pesawat jatuh hanyalah 0.00001%. Menurut data statistik, persentase kecelakaan justru jauh lebih tinggi di saat Anda keluar dari pintu rumah menuju bandara, dibandingkan saat memasuki pintu pesawat hingga keluar dari pintu pesawat.

airasiaMH
Malaysia Air

 

Teori konspirasi menyebut kekuatan dunia ada di balik indisen-insiden tersebut. Tak jelas negara mana yang dimaksud. Ada yang menyebut Rusia, Amerika Serikat, Israel, atau sejumlah negara Barat. Namun siapapun pencetusnya, motifnya serupa: menjadi alasan yang sempurna bagi NATO untuk menyerang Rusia, atau Rusia menginvasi Ukraina.

Beberapa teori mengatakan bahwa Malaysia menguasai senjata jenis baru dan menjual ke pasar gelap. Senjata ini sendiri disebutkan berasal dari Timur Tengah (Afghanistan, Iran, dsb). Rusia keluar sebagai pemenang lelang atas senjata ini. Dan agar tidak mencurigakan, Malaysia berniat mengantarkan senjata tersebut dengan pesawat komersil MH370. Sayangnya hal ini sudah tercium oleh Amerika Serikat, yang kemudian membajak MH370 dan cerita yang mencuat ke publik pesawat ini raib begitu saja.

Teori lain juga menyebutkan kalau MH17 dilenyapkan untuk mengaburkan berita penting lain. Misalnya, serangan Israel ke Gaza dan krisis imigrasi ilegal yang sedang berlangsung di perbatasan AS-Meksiko.

airasiaMH17
Puing-puing MH17

 

Apakah insiden AirAsia ini juga terkait dengan teori-teori konspirasi di atas?

Di luar semua perbincangan soal teori konspirasi AirAsia QZ8501 yang beredar, redaksi duniaku.net turut berduka cita sedalam-dalamnya atas musibah ini.

 

sumber: IndoCropCirclesFakta.co


SHARE
Previous articleLove Live!: Menantikan “Graduation Trip” Dengan Seluruh Member Suatu Hari…!
Next articleSutradara District 9, Neill Blomkamp Sedang Garap Film ALIEN?!
Ari aka Hawke Zigma memiliki segudang pengalaman dalam jurnalis game. Hawke populer sebagai anak didik langsung dari GrandC. Dia banyak membantu GrandC dalam menulis, meliput event berita, bahkan konsep. Nama Hawke cukup populer dalam dunia game underground karena dia juga pernah menggawangi langsung salah satu jaringan toko game di Surabaya, yakni GameQuarters.