Winterflame Sabet Penghargaan Novel Fiksi Fantasi Indonesia Terbaik

Rhys n Winterflame
Belum dua bulan sejak terbit, novel Vandaria Saga: Winterflame sudah mencetak prestasi. Tidak tanggung-tanggung, Winterflame menyabet dua penghargaan sekaligus pada PNFI’s Choice Award 2014. Penghargaan pertama adalah COVER OF THE YEAR – FANTASY FICTION INDONESIA (sampul terbaik di kalangan novel fiksi fantasi Indonesia) dan kedua adalah BEST FANTASY FICTION INDONESIA (novel fiksi fantasi Indonesia terbaik).

PNFI adalah grup Penggemar Novel Fantasi Indonesia yang beranggotakan lebih dari tujuh ribu orang di Facebook (masih terus bertambah) dan tiga ratus follower di Twitter @portalfantasi dan blog portalpnfi.blogspot.com kendati baru berdiri kurang dari dua tahun. Menurut pengakuan Abduraafi Andrian (Raafi), salah satu adminnya, PNFI berniat membuat sesuatu yang berarti pada tahun 2014, salah satunya dengan mencari apa yang menjadi momentum pada tahun tersebut. Maka PNFI memutuskan untuk menggelar PNFI’s Choice Award.

Nominasi dipilih berdasarkan judul-judul yang paling sering dibicarakan di grup. Para admin juga mendata novel-novel fantasi (terjemahan dan lokal) yang terbit pada tahun 2014. Dari situ mereka memilih judul apa saja yang memang menjadi terkenal di kalangan pembaca Indonesia dengan melihat seberapa banyak calon nominator diketahui khalayak. Sesudah menentukan nominator setiap kategori, sepanjang Desember 2014 lalu PNFI mengadakan pemungutan suara untuk 11 kategori.

Winterflame dinominasikan dalam 2 kategori dan memenangkan dua-duanya, dengan telak mengungguli novel-novel fiksi fantasi Indonesia lainnya. Awesome!

Pemenang-pemenang lain dalam PNFI’s Choice Award adalah Blood of Olympus (Rick Riordan), The Hobbit (J.R.R. Tolkien), Rick Riordan, The Fall of Five (Pittacus Lore), The Streaming Staircase (Jonathan Stroud), Stolen Songbird (Danielle L. Jensen), Champion (Mari Lu), dan Clockwork Princess (Cassandra Clare).

novel fiksi fantasi Indonesia terbaik dan pemenang lain
Sumber: Grup Facebook PNFI

 

Dukungan komunitas sangat berarti bagi sebuah karya. Di satu sisi, itu membuktikan bahwa karya tersebut tidak hanya dikenal, tapi juga diakui kualitasnya. Di sisi lain, kita menjadi tahu bahwa sebenarnya pembaca Indonesia siap mendukung karya-karya dalam negeri sebesar dukungan terhadap karya-karya luar negeri.

Perihal kemenang Winterflame, Raafi selaku salah satu admin PNFI berkomentar, “Winterflame terlihat spektakular, mengingat dia termasuk dalam Vandaria Saga yang notabebe pionir novel fantasi lokal. Terlihat dengan terbitnya di sekitar akhir tahun 2014 dan mengingat pula Vandaria Saga tidak menerbitkan buku saga-saganya beberapa tahun belakangan, mungkin membuat kemenangan Winterflame menjadi mungkin. selain itu, bang Fachrul (penulis) yang sering muncul di grup membuatnya semakin dikenal banyak orang. Selamat atas kemenangan Winterflame!”

(Baca: Novel Vandaria Saga Winterflame Hasil Proses Kreatif Setahun Lebih)

Fachrul R.U.N. penulis Winterflame menanggapi kemenangan ini dengan penuh syukur, “Terima kasih, PNFI! Saya merasa bangga Winterflame dapat memenangkan dua kategori penghargaan sekaligus. Saya berharap ini akan jadi dua penghargaan pertama dan masih banyak lagi yang akan datang.”

 

PNFI's Choice Award Winners - novel fiksi fantasi Indonesia terbaik
Sumber: Grup Facebook PNFI

 

Vandaria Saga: Winterflame adalah novel teranyar Vandaria Saga yang membuka sebuah epik di benua yang belum terjamah dalam buku-buku sebelumnya. Saat artikel ini ditulis, Winterflame mempunyai rating 4,06/5 bintang di Goodreads.com, media sosial terbesar bagi pembaca buku.

Novel ini berkisah tentang trio pencuri yang terjerumus dalam pencarian senjata legendaris Winterflame, sekaligus terjebak dalam pertikaian berdarah antara pihak-pihak yang menginginkannya. Novel ini bisa dibeli di toko-toko buku kesayanganmu, baik toko buku biasa maupun toko buku online (Baca: Novel Fantasi Indonesia Paling Dicari, Stok Winterflame Menipis!).

Winterflame juga akan hadir dalam bentuk mobile game pada tahun 2015 dan sudah mendapatkan penghargaan Most Promising Game dari Game Developer Award 2014 (Baca: GDA 2014 Ajang Pembuktian Game Developer Indonesia). Untuk membaca novel atau memainkan game Winterflame, kita tidak harus membaca dulu buku-buku Vandaria yang lain.

activate javascript


SHARE
Previous articleDukung DreadOut untuk Sabet Gelar Game Paling Menyeramkan Sepanjang 2014!
Next articleDaredevil Siap Kembali April 2015!
Meskipun menyandang nama musik, Melody Violine lebih senang menulis daripada bermain musik. Itulah mengapa ia memutuskan untuk kuliah di Program Studi Indonesia FIB UI hingga lulus pada tahun 2009. Selain menjadi kontributor Duniaku, ia menerjemahkan novel-novel dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, termasuk di antaranya adalah adaptasi novel Assassin's Creed (Oliver Bowden).