Sambut Cid Wanita Pertama, Mari Kita Tengok Para Cid dari Berbagai Final Fantasy

Cid-Final-Fantasy-Spirit

There really isn’t any deep meaning to it, we just wanted to make a character that would appear in various forms in all the games. I guess I’ve always had a soft spot for that kind of character. Cid is like Yoda from the Star Wars series–very intelligent and wise.

—Hironobu Sakaguchi. 

Menurut Hironobu Sakaguchi, bapaknya serial Final Fantasy, dia hanya ingin membuat karakter yang bisa selalu muncul di setiap seri Final Fantasy. Karakter yang cerdas dan bijak, seperti Yoda dari serial Star Wars. Namun ketika kami mengetahui seperti apa reinkarnasi baru dari seorang figur yang oleh sang bapak memang seharusnya diposisikan sebagai panutan [baca: Siap-siap, Seorang Cewek Seksi Bakal Hadir di Final Fantasy XV!], maka kami pun tergelitik untuk melihat kembali sejauh apa Square Enix kali ini keluar dari pakem yang sudah ditetapkan sang bapak.

Cid-Final-Fantasy-XIV-2

Figur yang kami maksud adsalah Cid, karakter yang pernah muncul, atau setidaknya disebutkan namanya, di hampir semua game Final Fantasy, atau game yang berhubungan dengan serial tersebut. Entah itu seri utamanya, spinoff, film dan juga anime. Seperti layaknya Chocobo dan Moogle, Cid sudah menjadi trademark tersendiri serial Final Fantasy. Square Enix memunculkannya di hampir setiap game Final Fantasy, dan di setiap game selalu berbeda orangnya, perannya, entah menjadi anggota party, NPC hingga yang juga baru kita kenal akhir-akhir ini, menjadi antagonis utama.

Cid-Final-Fantasy-XIII-2

Apa pun perannya, Square Enix selalu menghormati harapan Sakaguchi. Cid selalu digambarkan sebagai pria (ya, namanya Cid, jelas seorang Pria) yang cerdas, atau jika berada di sisi karakter, kelihatan banget jika dia itu sangat berpengalaman serta bijaksana, pantas menjadi panutan. Yang jelas sih, kalian tidak akan mengaguminya karena fisiknya (yang biasanya terlihat one-pack, alias luumayan chubby).

Cid-Final-Fantasy-III-1

Selain itu, sudah menjadi tradisi Final Fantasy, karakter Cid digambarkan juga memiliki keahlian tertentu. Biasanya, Cid hanya nyambung jika diajak bicara soal mesin, dan dia dianggap sebagai satu-satunya, atau salah satu ahli mesin, hingga penemu terhebat di dunia. Dari Cid juga karakter kalian biasanya mendapatkan pesawat terbangnya, kendaraan tersebut juga biasanya, diberikan pada kalian menjelang akhir permainan. Cid, bisa sekadar penciptanya, atau merangkap sebagai kapten.

Cid-Final-Fantasy-Advent

Karakter Cid terkadang juga secara tidak langsung menjadi penyebab konflik utama dalam game karena ciptaannya yang disalah gunakan. Karena merasa bersalah, dia pun akan membantu kalian untuk mengalahkan pihak yang memanfaatkan mesin ciptaannya tersebut, bahkan mungkin juga sampai harus mengorbankan dirinya. Tidak boleh tertinggal sebagai catatan, Cid seharusnya lebih tua dari karakter utama kalian, yang jelas tidak sebaya, dan juga memiliki rasa kebapakan terhadap karakter, mengayomi mereka, bahkan juga ada di salah satu game, Cid menjadi ayah biologis, ayah angkat atau sebagai figur yang dianggap ayah dari salah satu karakter utama.

Intinya, seorang Cid itu tidak seperti Cid yang Desember 2014 lalu dikonfirmasikan untuk Final Fantasy XV [baca: Rambut Anggota Boyband Final Fantasy XV Ini Jadi Bukti Kekuatan Konsol Next-Gen!]. Jangan belagak lupa seperti apa penampakan Cid terbaru tersebut, nih kami ada gambarnya yang paling seksi!

Final-Fantasy-XV-Cidney-1 Final-Fantasy-XV-Cidney

Apakah Cid memang harus berubah menjadi gadis cantik seksi seperti di atas… Atau Square Enix sudah cukup merasa jika Final Fantasy terbaru mereka terlalu banyak karakter “pria cantik”, jadi perlu ada penyeimbang? Bagaimana tanggapan kalian atas perubahan Cid menjadi wanita seperti sekarang ini, setuju atau tidak, tuangkan alasan kalian di kolom komentar ya, sekaligus sebutkan, siapa Cid terfavorit kalian sepanjang sejarah Final Fantasy — Sudah lupa? Kami ingatkan mereka mulai halaman selanjutnya. Kalau penulis pribadi, sejauh ini masih tetap memilih Cidolfus Orlandeau!

Lanjut ke halaman 2…