Ini Alasan Dibalik Penutupan Square Enix Smileworks Surabaya

Square Enix Smileworks

Pagi tadi industri game Indonesia mendapatkan satu kabar yang mengejutkan sekaligus tidak mengenakkan. Square Enix resmi menutup studionya yang ada di Surabaya, Square Enix Smileworks dan akan dilikuidasi [baca: Baru Seumur Jagung, Studio Square Enix Smileworks Surabaya Resmi Ditutup]. Tentu kamu memiliki banyak pertanyaan mengenai keputusan Square Enix ini. Apa yang menyebabkan mereka menutup studio pertama mereka di Indonesia ini?

Duniaku mencoba untuk menghubungi pihak Square Enix Smileworks, dan akhirnya sore ini mendapatkan tanggapan langsung dari perwakilan Square Enix Jepang. Kami sempat menanyakan beberapa hal mengenai alasan di balik penutupan ini, dan akhirnya email kami dijawab oleh Tokunaga Misa, Corporate Communications Representative dari Square Enix. Dalam email yang dikirimkan ke meja redaksi, Tokunaga hanya menyampaikan pernyataan resmi dari Square Enix mengenai penutupan ini.

Square Enix Smileworks Launching

Berikut ini adalah kutipan dari pernyataan resmi Square Enix yang dikirimkan ke Duniaku.

PT. SQUARE ENIX SMILEWORKS closes its offices, goes into liquidation.

The Square Enix Group aims to choose the optimum business set-up for any target market, after careful examination of the market environment, analyzing the competitive situation and identifying the necessary business functions needed for that target market.

However it has proved difficult to achieve the expected results from the Square Enix Smileworks business and after re-evaluation, the company has decided to close down the Square Enix Smileworks business.

Rupanya, alasan dibalik penutupan Square Enix Smileworks adalah karena studio ini kesulitan mencapai target yang sudah ditentukan. Dan setelah dievaluasi kinerjanya selama hampir dua tahun beroperasi ini, akhirnya Square Enix Jepang memutuskan untuk menutup studio ini. Masih dalam pernyataan resmi tersebut, Square Enix juga menyebutkan bahwa mereka masih sangat percaya bahwa Indonesia memiliki potensi pasar yang besar.

The Square Enix Group still believes in Indonesia as a market which offers extensive opportunities. And going forwards we will focus on developing businesses in Indonesia and other south-eastern Asian countries through partnerships with local companies who are thoroughly versed in customers and business practice in each given market.

Seperti yang tertulis dalam pernyataan di atas, ke depan Square Enix akan terus fokus untuk mengembangkan bisnis di Indonesia dan juga negara Asia Tenggara lainnya. Namun tidak dengan membangun studio baru untuk menggantikan Smileworks, melainkan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan lokal yang dipercaya sudah berpengalaman dan memahami pasar di masing-masing negara.

cover-sengokuixa

Hmm, membaca pernyataan resmi dari Square Enix, saya teringat kembali dengan kerja sama antara Agate Studio dengan Square Enix saat membawa Sengoku Ixa ke Indonesia [baca: Square Enix Gandeng Agate Studio, Hadirkan Web Based Game Sengoku IXA di Indonesia!] atau saat menggandeng Altermyth saat translasi Final Fantasy untuk mobile [baca: Kita Patut Bangga. Inilah Final Fantasy Pertama, Ekslusif Untuk Laskar Android Indonesia!]. Mungkinkah yang dimaksud dalam pernyataan tersebut nantinya ada lebih banyak developer Indonesia yang dilibatkan seperti dalam kerja sama tersebut? Kita tunggu saja!


SHARE
Previous articlePirateers 2 dari Labu Games Sabet Gelar Game Adventure Terbaik 2014!
Next articleJosua Marbun, Jawara Pokemon Penakluk Kompetisi Nasional dari Bandung
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.