5 Kisah Menarik dari Global Game Jam 2015 Surabaya!

cover-ggj2015

Global Game Jam 2015 sudah berakhir dan bisa dibilang sangat sukses diselenggarakan di sembilan kota Indonesia yang tahun ini menyelenggarakan. Tak terkecuali dengan Surabaya, yang mencatat jumlah peserta terbanyak dari sembilan kota tersebut dengan 66 orang [baca: Dari Talkshow Hingga Stand Up Comedy Ada di Acara Pembukaan GGJ 2015 Surabaya!]. Bukan hanya jumlah peserta terbanyak saja yang membuat Global Game Jam 2015 Surabaya ini menarik, melainkan masih banyak kisah menarik lainnya yang terjadi selama tiga hari penyelenggaraannya. Apa saja? Simak nih lima diantaranya!


1

Satu Keluarga Ikutan Nge-jam!


Global Game Jam 2015 Surabaya
Sang ayah yang lagi asyik menggambar untuk board game-nya

Yap, GGJ 2015 Surabaya mendapatkan “tamu” istimewa dengan keikutsertaan tiga peserta yang merupakan satu keluarga, terdiri dari ayah, ibu dan anak. Sang ayah, Teddy Atom adalah seorang seniman mix media dimana saat ini mengaku tengah menekuni teknik melukis menggunakan lumpur. Sang ayah ikut terlibat dalam pengembangan satu-satunya board game yang dibuat saat GGJ 2015 Surabaya, The Choices. Sang ibu, Noniek adalah seorang dosen dan saat GGJ 2015 kemarin dia menjadi komposer untuk game SubCle alias Surabaya Clean. Sedangkan sang anak, Ofie adalah seorang animator untuk game Ball of Duty: Ghost Survival. Sebenarnya masih ada satu anggota keluarga lagi yang ikut serta dan masih duduk di kelas 4 SD, namun dia tidak ikutan nge-jam. :D


2

Peserta Termuda = Kelas 2 SMP!


Global Game Jam 2015 Surabaya
Ofie (dua dari kiri)

Peserta termuda yang tercatat mengikuti GGJ 2015 Surabaya adalah Ofie. Yap, Ofie adalah sang anak dari keluarga yang mengikuti game jam. Ofie terlibat dalam pengembangan Ball of Duty: Ghost Survival, dimana dia bertindak sebagai seorang animator.


3

Peserta Datang dari Berbagai Profesi


Panitia pernah berharap bahwa GGJ 2015 ini bisa menjadi tempat persinggungan banyak disiplin ilmu [baca: GGJ 2015 Surabaya, Ingin Bukan Hanya Sekedar Game Jam Biasa!]. Dan hal tersebut terbukti dari peserta GGJ 2015 yang datang dari berbagai kalangan, mulai dari siswa SMP dan SMA, mahasiswa perguruan tinggi, dosen, bahkan penyiar radio! Yap, dua penyiar dari M Radio bertindak sebagai sound engineer untuk game masing-masing.

Peserta yang datang pun dari berbagai kota bukan hanya Surabaya saja. Tercatat ada peserta dari Madura, Malang dan juga dari Kediri.


4

Ada yang Bikin Board Game!


Board game The Choices
Board game The Choices

Tidak semua game buatan peserta berbentuk digital. Terdapat satu tim yang mengembangkan sebuah board game unik berjudul The Choices. Board game yang bisa dimainkan antara dua hingga delapan pemain ini cukup menarik, karena selain dituntut untuk mencapai tujuan masing-masing, pemain juga dituntut untuk saling “mempengaruhi” satu sama lainnya untuk mengikuti pilihan yang diambil. Penulis sempat menjajal board game ini bersama dengan tujuh peserta game jam lainnya. Dan hasilnya? Ruangan game jam langsung menjadi super rame!


5

Sekaligus Menjadi Ajang Suksesi


Eka Pramudita (kanan) dan Ramadhany Chandra
Eka Pramudita (kanan) dan Ramadhany Chandra

Kejutan terjadi saat acara presentasi karya berakhir, dimana tiba-tiba ketua Game Developer Arek Suroboyo (GADAS), Eka Pramudita Muharram mengumumkan bahwa dirinya menyerahkan kepengurusan GADAS kepada pengurus yang lebih muda, Ramadhany Chandra. Jadinya di masa yang akan datang, GADAS akan diketuai oleh Chandra, dan mungkin juga dengan susunan pengurus yang baru. Sukses terus untuk GADAS!

Penasaran dengan game-game buatan arek Suroboyo ini? Simak terus liputan GGJ 2015 di Duniaku!


SHARE
Previous articleAttack on Titan The Real telah Dibuka, Awas! Titan-Titan ini Siap Menyantapmu!
Next articleSeperti Ini Lho Adegan Mandi dan Kostum Handuk Dalam Samurai Warriors 4-II
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.