Review Project Almanac: Ketika Ulah Remaja Berpadu dengan Mesin Waktu

project-almanac (1)

Risk the future

Kapan kita terakhir melihat sebuah MTV Movie berbau fiksi ilmiah? Project Almanac ini bisa membawa kita ke suasana itu -sebuah film remaja penuh pesta, persahabatan, dan cinta- dengan fiksi ilmiah tentang perjalanan lintas waktu, kesempatan kedua, dan… konsekuensinya.

Hal ini bisa dikatakan berhasil, mengingat walaupun ini adalah sebuah MTV Movie, namun berkat campur tangan produser Michael Bay (Transformers, TMNT, dan lainnya) semua tereksekusi dengan baik -kecuali kamu terlalu detil dalam menyimak film ini, bisa dikatakan ada plot hole yang terlewatkan.

???????????????? ??????????????? ???????????????

David Raskin (Jonny Weston) adalah anak yang jenius di SMA. Karena kesulitan ekonomi, ia berusaha mendapat beasiswa kuliah ke MIT. Ia memang lolos seleksi MIT, namun sayangnya David gagal mendapatkan beasiswa penuh. Saat ia kembali mencoba mengadakan eksperimen ilmiah untuk mencari beasiswa, ia menemukan handicam milik ayahnya yang merekam pesta ulang tahunnya yang ke-7 -tepat ketika ayahnya pergi karena panggilan tugas dan tewas karena kecelakaan mobil. Ia menyadari sesuatu yang tidak mungkin, yaitu bukti bahwa dirinya telah melakukan perjalanan lintas waktu!

??????????????? ???????????????? ???????????????

David bersama adiknya Christina (Virginia Gardner), serta teman-teman nerd nya, Adam (Allen Evangelista) dan Quinn (Sam Lerner), membongkar ruang bawah tanah milik almarhum ayahnya -yang ternyata merupakan seorang ilmuwan yang bekerja pada pemerintah-. Berbekal misteri rekaman video dan peralatan di ruang bawah tanah serta bantuan dari Jesse (Sofia Black-D’elia), mereka pun mencoba mewujudkan eksperimen dari ayahnya David ini.

Review Project Almanac: Ketika Ulah Remaja Berpadu dengan Mesin Waktu

Beginilah kalau MTV Movie diproduseri oleh Michael Bay...

Abaikan

Review Project Almanac: Ketika Ulah Remaja Berpadu dengan Mesin Waktu

Beginilah kalau MTV Movie diproduseri oleh Michael Bay...

Abaikan

???????????????

Berkat usaha mereka, mesin waktu tersebut berhasil diciptakan. Mereka sepakat untuk menjelajah waktu dengan 2 aturan utama:

  1. Perjalanan waktu harus dilakukan bersama-sama, oleh mereka berlima
  2. Perjalanan waktu tidak boleh melampaui tiga minggu rentang waktu, karena keterbatasan energi yang bisa dimanfaatkan untuk menjelajah waktu lebih jauh -dan tentunya mempermudah alur cerita agar tidak merembet kemana-mana, toh mereka adalah remaja yang ingin bersenang-senang

??????????????? ??????????????? ??????????????? ??????????????? ???????????????

Pertanyaan utama, apakah mereka akan sanggup menaati aturan ini seterusnya? Dan apakah yang akan terjadi jika aturan ini dilanggar? Konflik antar remaja di film ini akan menarik untuk disimak berpadu dengan sains fiksi perjalanan waktu. Emosi, ego, dan konsekuensi dari tindakan mereka akan mempengaruhi segalanya. Dan yang menarik, ending cerita Project Almanac bisa dibilang seru -kita akan dibuat berpikir apakah kisah ini berakhir baik atau buruk, tergantung dari masing-masig opini kita.

Teknis penggarapan film ini bisa dibilang menarik. Dengan sudut pandang dari rekaman handicam ( atau lebih dikenal dengan genre found footage seperti Blair Witch Project, REC, ataupun Cloverfield), Project Almanac menangkap adegan demi adegan dengan lebih intense -walaupun janggal juga karena berbagai adegan percintaan pun terekam di handicam ini…ya elah..kepo amat sih :D. Digabung dengan efek komputer grafis, film ini memadukan nuansa film remaja dengan sains fiksi penuh efek.

project-almanac (1)

Film Rilis: 30 Januari 2015
Film Tayang: Februari 2015
Genre: Thriller
Sutradara: Dean Israelite
Produser: Andrew Form, Brad Fuller, Michael Bay
Produksi: Universal Pictures
Durasi: 106 minutes Rating: D
Casts: – Sam Lerner, Allen Evangelista, Ginny Gardner, Jonny Weston, Sofia Black-D’elia –

 


SHARE
Previous articleDalam Uncharted 4, Drake Tidak Beraksi Sendiri Memburu Harta Karun Bajak Laut Madagaskar
Next articleMadara Lawan Hashirama Nggak Pernah Sekeren Ini!
Toto yang merupakan pemerhati dunia komik dan game ini pernah menjalani karier sebagai editor buku anak selama 3 tahun. Bekerja dalam dunia anak membuat jiwa mudanya selalu ada dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini, orang yang melanjutkan karier nya sebagai perancang pameran ini suka bereksplorasi seni melalui tulisan dan gambar (desain), yang kebanyakan terinspirasi dari berbagai komik dan game kesukaannya.