Winterflame, Game Indonesia Pertama yang Diumumkan akan Ikut Serta dalam GDC 2015!

GDC 2015: Game Indonesia
GDC 2015: Game Indonesia – Winterflame

Vandaria Saga dan studio game Artoncode Indonesia akan membawa Winterflame Game dalam GDC 2015. GDC adalah singkatan Game Developers Conference, sebuah konferensi khusus profesional industri game yang diselenggarakan setiap musim semi di San Fransisco, Amerika Serikat. Tahun ini GDC digelar pada 2-6 Maret 2015. GDC adalah ajang bergengsi tempat para pengembang game bertukar pikiran dan kesempatan untuk game-game buatan mereka setahun belakangan ini, baik yang sudah dirilis maupun yang masih sedang dikembangkan.

Bersamaan dengan pengumuman itu, Vandaria Saga memberikan bocoran concept art terbaru dari Winterflame Game. Detail dan keunikannya tidak kalah keren dari concept art pertama yang dibocorkan pada IGS 2014. Duniaku perkirakan keduanya adalah area yang berbeda dalam Winterflame Game nanti. Concept art pertama menampilkan sebuah hutan, sementara concept art kedua didominasi oleh air terjun. Apakah itu berarti concept art pertama adalah area dengan elemen tanah dan concept art kedua adalah area dengan elemen air? Apa pun jawabannya, melihat keduanya, kita yakin kualitas art Winterflame Game tidak akan mengecewakan. [baca: Interview Concept Artist Winterflame – Staven Andersen]

Winterflame Game diperkenalkan kali pertama di Indonesia Game Show 2014 dan langsung mencetak penghargaan Most Promising Game dalam Game Developer Award 2014 pada acara yang sama. Dengan judul sementara Winterflame: The Awakening, game ini dikembangkan oleh Artoncode Indonesia yang bekerja sama dengan Vandaria Saga. Pada konferensi pers yang diadakan di IGS 2014, perwakilan Artoncode menyatakan Winterflame Game akan dikembangkan untuk mobile platforms (Android dan iOS) dulu, lalu PC. Akan tetapi, Duniaku mendapatkan bocoran dari Artoncode bahwa mereka membalik rencana itu. Platform pertama Winterflame Game adalah PC, lalu mobile. Bahkan, ada kemungkinan Winterflame Game diluncurkan untuk PC dan mobile sekaligus.

“Kami ingin membuat game yang benar-benar istimewa. Karena itu kami memikirkan ulang banyak hal dalam game ini. Sulit memaksimalkan potensi Winterflame Game dengan keterbatasan mobile,” jelas Henry Darmawan, project manager Artoncode.

Winterflame Video Game GDC 2015: Game Indonesia
Concept art Winterflame Game pertama yang dipamerkan pada IGS 2014

Setelah IGS 2014, Vandaria Saga tampak sibuk mempromosikan novel Winterflame. Novel yang masih berkaitan dengan game ini bahkan memenangkan dua penghargaan [baca: Winterflame Sabet Penghargaan Novel Fiksi Fantasi Indonesia Terbaik]. Sementara itu, Artoncode gencar mempromosikan Harmoni Karaoke dengan tema Natal.

winterflame di TGS 2014 GDC 2015: Game Indonesia
Novel Vandaria Saga: Winterflame dibawa ke Tokyo Game Show 2014

Begitu terungkap bahwa ada perubahan platform untuk Winterflame Game, Duniaku berusaha mengorek: apakah ada perubahan-perubahan lain? Mungkin itulah penyebab Winterflame Game lama tak terdengar kabarnya. Artoncode menegaskan bahwa Winterflame Game tetap bergenre puzzle adventure dengan elemen fisika, sementara perubahan lainnya akan tampak pada trailer kedua yang sedang disiapkan untuk penayangan di GDC. Apa pun perubahannya, semoga trailer kedua ini lebih bercerita daripada trailer pertamanya, karena itulah yang sama sekali belum terungkap dalam trailer pertamanya.

winterflame defender

Winterflame, Game Indonesia Pertama yang Diumumkan akan Ikut Serta dalam GDC 2015!

Winterflame Game siap berkobar di GDC San Fransisco!

Abaikan


SHARE
Previous articleTokyo Game Show 2015 Usung Tema Kebebasan dalam Nikmati Game!
Next articleLive Action Legend of Zelda Dibuat Seperti Game of Thrones?!
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.