Belajar Dari Skandal: Inilah Alasan Polri Masih “Lebih” Dibanding KPK

Polisi-KPK-15

Ribut ribut antara aparat biasanya engga bakal masuk Duniaku. Tapi kali ini kami melihat ada sisi lain yang dilewatkan oleh banyak orang-mungkin termasuk kamu. Salah satunya adalah fakta bahwa Polri (Kepolisian Negara Republik Indonesia), atau institusi kepolisian merupakan kelaziman di semua negara berdaulat. Di sisi lain KPK bukanlah institusi yang lazim, Dari 180 an negara di dunia, hanya sekitar belasan saja yang memiliki lembaga ad-hoc seperti KPK.

Salah satu alasan kenapa tidak banyak lembaga anti-rasuh dibentuk adalah munculnya peran tumpang tindih pada proses penegakan hukum khususnya korupsi. Biasanya pembentukan lembaga ini malah meningkatkan kompleksitas dan berujung pada gesekan yang acapkali terjadi.

Nah, cukup sampai disini serius seriusannya. Kali ini Duniaku pengen kasih tau beberapa alasan kenapa polisi masih perlu didukung untuk melakukan tugasnya.


Polisi Punya Jendral Hoegeng


Polisi-KPK-13

Dalam sejarahnya, polisi pernah memiliki beberapa tokoh yang monumental. Salah satunya adalah Hoegeng Iman Santoso atau cukup disebut Jendral Hoegeng. Beliau adalah Kepala Kepolisian Negera Republik Indonesia yang menjabat pada tahun 68-71.

Hoegeng sangat terkenal dengan kesederhanaan dan integritasnya, bahkan banyak sekali kisah tentang beliau tentang integritas. Salah satu yang paling berkesan adalah beliau melarang istrinya membuka toko bunga karena khawatir instansi yang dipimpinnya akan membeli bunga dari sana.

Polisi-KPK-14

Tidak seperti lazimnya pejabat yang minimal terjebak dengan pengaruh dari harta-tahta-wanita, Jendral Hoegeng ini sama sekali tidak mempan disuap dengan semua pengaruh tersebut. Karir beliau diakhiri Presiden Soeharto yang kurang cocok dengan gaya kepemimpinan Hoegeng.

Tentunya, selain beliau masih banyak lagi polisi yang memiliki integritas di negeri ini, apalagi dengan semakin transparan dan akuntabelnya pengelolaan lembaga ini.


Polisi Memang Kurang Anggaran


Polisi-KPK-12

Walaupun sudah merupakan rahasia umum bahwa kepolisian memiliki anggaran terbatas, mungkin tidak banyak yang tahu detailnya. Riset cukup mendasar yang mencari hubungan antara terbatasnya anggaran dan perilaku suap menyebutkan bahwa anggaran untuk mobil patroli per hari kurang dari 30.000 rupiah.

Dengan terbatasnya anggaran dan masih ada kewajiban patroli, maka bisa ditebak akhirnya oknum polisi akhirnya memanfaatkan kekuaasaan untuk “menindak” pengguna jalan yang melanggar peraturan.

Baca Juga : 18 Hal Yang Sering Kamu Temukan di Jalan Raya

Memang sih, kenaikan anggaran dan kesejahteraan tidak serta merta menghilangkan perilaku koruptif, tapi beberapa studi menyatakan bahwa ada korelasi positif antara peningkatan kesejahteraan dengan berkurangnya korupsi-terutama untuk aparat di negara berkembang.

Apalagi dengan perbandingan remunerasi yang agak jomplang antara anggota kepolisian dibandingkan dengan KPK, maka tidak aneh kalau ada gesekan antara kedua institusi ini.

Lanjut ke halaman 2…

1
2
3
4
5

SHARE
Previous articleDaredevil Versi Netflix Akan Bernuansa Sangat Kelam?
Next article5 Game Menarik Hasil Karya 48 Jam GGJ 2015 Semarang!
Penggemar strategy RPG Jepang, serta semua serial Super Robot Wars, yang saat ini masih menjadi kontributor penulis artikel game guide salah satu media game Indonesia. Mulai memburu game-game mobile, dan juga emulator melalui gadget Android, hanya untuk memainkan kembali game-game RPG klasik, yang menurutnya tetap lebih baik dibandingkan game modern.