Kilas Balik Satu Dekade Final Fantasy XV. Jadi Ini Satu-satunya Harapan RPG Jepang?

Sepertinya Tetsuya Nomura gak rela Final Fantasy impiannya ini diselesaikan oleh orang lain…

Final-Fantasy-XV-2

Kembali pada Tabata yang ditunjuk menggantikan Nomura, dan jika benar itu keputusan perusahaan (Square Enix), apakah Nomura rela memberikan game yang merupakan Final Fantasy impiannya (Final Fantasy Versus XIII) ke tangan orang lain? Sepertinya tidak juga. Indikasi jika Nomura “tidak rela” jika game ini dikerjakan oleh orang lain terlihat pada pesan pribadinya yang ditulis pada Kingdom Hearts Memorial Ultimania, sebuah paket koleksi lengkap serial Kingdom Hearts, yang dirilis bersamaan dengan Kingdom Hearts 2.5 HD Remix untuk PS3 tahun lalu. Di sana Nomura menuangkan uneg-unegnya, sebagai berikut:

If I had to pick, I am a person more on the dark side like Xehanort and co., I harness the burning anger in my heart into what I create. Kingdom Hearts III’s current development explodes very much in this sense. Each time, it’s a battle with Sora and co. who are the exact opposite of myself, it’s been over 10 years and yet we haven’t reached a conclusion.

This battle will surely last longer.

In Kingdom Hearts III as well, I am scheming many challenges that Sora and his friends must overcome, because I myself cannot lose either. And in preparation for the great battle that lies ahead, we have this one book that looks back on their entire journey.

When I think about it, I had an explosive mindset when I made the first Kingdom Hearts as well.

Thus when I look back at all the material, I feel that fever again. Fans who will continue the journey so far alongside Sora and his friends will also recall their own feverish enthusiasm. With that passion, we will not lose to darkness, and Sora’s journey will continue onwards.

The journey still continues, but I would be overjoyed if you stuck with us until the very end.

Baca: Yang Bikin Final Fantasy XV Aja Udah Gak Sabar Mainin Xenoblade Chronicles X

Ya, pria inilah desainer utamanya Final Fantasy XV... Namun kami tidak melihat rambut jegraknya Noctis di sana... :p

Ya, pria inilah desainer utamanya Final Fantasy XV… Namun kami tidak melihat rambut jegraknya Noctis di sana… :p

Dan yang terbaru, lead designer Final Fantasy XV, Wan Hazmer melalui [outbound_link text=”blog pribadinya” link=”http://onehazblog.tumblr.com/post/109775249435/ever-wonder-how-it-feels-to-be-a-cat-in-a-train#disqus_thread”] menyebutkan jika Nomura masih dilibatkan dalam game ini. Tim yang berada di bawah pimpinan Tabata ternyata masih menggunakan arahan dari Nomura mengenai universe-nya, karakter, dan juga pandangan Nomura akan proses pengembangan Final Fantasy XV. Wan Hazmer juga menyebutkan jika Nomura memang lebih dikhususkan untuk menangani Kingdom Hearts III, game berbudget besar dari Square Enix lainnya yang memang harus segera diselesaikan, dan saat ini juga sedang membutuhkan perhatian lebih.

Kingdom Hearts III

Seperti Final Fantasy XV, Kingdom Hearts III juga masih diselimuti kabut misteri…

Baca: Detail Lima Karakter Utama Final Fantasy XV

Hanya saja ketika Wan Hazmer mengatakan jika Tabata masih mengikuti arahan Nomura, terutama untuk karakternya, yang konfigurasinya semuanya pria, hal itu juga bertolak belakang dengan apa yang dikatakan Tabata selama TGS 2014 lalu. Menurut Tabata, party kalian dalam game semuanya pria adalah sesuatu yang dianggap penting oleh Tetsuya Nomura, dan itu menjadi elemen penting petualangan kalian dalam memainkan Final Fantasy XV. Nomura ingin menggambarkan cerita dimana sekelompok pria yang berteman baik, melakukan perjalanan menyusuri dunia dalam game. Karena hal itulah, Tabata tetap menjaga elemen semua karakter pria tersebut, meskipun dia juga berkata jika “gender bias,” atau ketimpangan pada jenis kelamin pada party kalian dalam game ini sebenarnya [outbound_link text=”tidak sehat” link=”http://www.ign.com/articles/2014/09/23/tgs-2014-final-fantasy-15-director-gender-bias-is-not-healthy”]. Padahal sebelumnya, sepertinya Square Enix mau melakukan apa pun juga agar para karakter wanita Final Fantasy menjad nilai jual serial RPG ini.

Cidney memang sekadar mekanik, namun kalian gak akan bosan mengunjunginya... apalagi dengan gaya dandanannya yang seperti itu.

Cidney memang sekadar mekanik, namun kalian gak akan bosan mengunjunginya… apalagi dengan gaya dandanannya yang seperti itu.

Baca: Oh, Square Enix. Mau kau bawa ke mana Final Fantasy?

Apa pun hasilnya, kami berharap Final Fantasy XV bisa segera selesai dan dirilis. Jangan sampai game ini mendapatkan gelar sebagai game dengan masa pengembangan terlama dalam sejarah. Dan semoga saja, hasilnya nanti tidak mengecewakan, sukses di pasaran, sehingga Square Enix tidak sampai harus mengambil jalan yang sama seperti sang bapak, Hironobu Sakaguchi, yang kini lebih nyaman mengembangkan game sosial / mobile saja untuk smartphone… Bisa-bisa JRPG konsol bakal punah nantinya!

TENTANG PENULIS
Doni

Penggemar strategy RPG Jepang, serta semua serial Super Robot Wars, yang saat ini masih menjadi kontributor penulis artikel game guide salah satu media game Indonesia. Mulai memburu game-game mobile, dan juga emulator melalui gadget Android, hanya untuk memainkan kembali game-game RPG klasik, yang menurutnya tetap lebih baik dibandingkan game modern.