Artoncode Indonesia dan Persiapan Winterflame Game Menuju GDC 2015

Concept art kedua winterflame game dari artoncode indonesia

Seperti yang sudah kami beritakan sebelumnya, Vandaria dan Artoncode Indonesia akan membawa Winterflame Game dalam Game Developer Conference (GDC) 2015. Winterflame sendiri menjadi game Indonesia pertama yang ikut serta dalam konferensi khusus profesional industri game yang diselenggarakan setiap musim semi di San Fransisco, Amerika Serikat tersebut. [Baca: Winterflame, Game Indonesia Pertama yang Diumumkan akan Ikut Serta dalam GDC 2015!]

Tahun ini GDC digelar pada 2-6 Maret 2015 mendatang atau sekitar dua minggu lagi. Artoncode sendiri menjanjikan banyak kejutan dalam GDC 2015 nanti, mulai dari konfirmasi dimulainya kampanye Kickstarter untuk game ini, plus juga penampilan trailer keduanya. Berikut ini adalah trailer perdana dari Winterflame Game yang pertama kali muncul di Indonesia Game Show (IGS) 2015 lalu. [Baca: Vandaria dan Artoncode “Membakar” Antusiasme Gamer dan Penikmat Novel dengan Winterflame!]

winterflame defender

Artoncode Indonesia dan Persiapan Winterflame Game Menuju GDC 2015

Intip persiapan dan juga concept art terbaru Winterflame Game di dalam!

Abaikan

Nah, kali ini Duniaku mendapatkan kesempatan untuk mewawancarai Anton Budiono, CTO dari Artoncode Indonesia. Kepada Duniaku, Anton membeberkan banyak agenda mengenai keikutsertaan Artoncode Indonesia dalam GDC 2015, serta harapan-harapan mereka dengan keikutsertaan mereka ini. Yuk kita simak wawancaranya!

Anton Budiono, CTO Artoncode Indonesia

Duniaku (D): Persiapan apa saja sih yang dilakukan Artoncode dan Vandaria sebelum berangkat ke GDC?

Anton (A): Saat ini, kami sedang polishing trailer baru Winterflame Game, desain booth Artoncode dan Ace Edventure, dan konfirmasi janji-janji networking di sana. Tim Artoncode akan meeting dan studi banding dengan sesama indie developer, seperti Double Fine (developer dari Broken Age), dan markas Lucasfilm di Letterman Digital Arts Center, San Fransisco.

D: Apa saja yang akan dipamerkan Artoncode di sana?

A: Artoncode akan memamerkan demo dari Winterflame Game, dan juga versi alpha dari ChemCaper. (Catatan redaksi: ChemCaper adalah nama baru dari ChemQuest, game yang dikembangkan Artoncode Indonesia dengan Ace Edventure. Game ini pertama kali dikonfirmasikan dalam IGS 2014 lalu). [Baca: IGS 2014: Indonesia dan Malaysia Berkolaborasi untuk Membuat Belajar Kimia Lebih Menyenangkan!]

booth artoncode indonesia dan ace edventure di gdc 2015
Mock up booth Artoncode Indonesia dan Ace Edventure di GDC 2015

D: Kabarnya Winterflame Game bakal kampanye di Kickstarter. Nah, apakah keikutsertaan ke GDC 2015 ini juga dimaksudkan untuk memulai kampanyenya?

A: Betul. GDC 2015 nanti kita gunakan untuk bisnis (partnership) dan promosi (kepada calon backer Kickstarter).

D: Apa sih harapan dari Artoncode dengan keikutsertaannya dalam GDC 2015 ini?

A: Ada tiga keinginan dari Artoncode:

  • Pertama, memperkenalkan pengembang game Indonesia ke pasar US
  • Kedua, membuka wawasan tim Artoncode dengan belajar dari industri game internasional, agar bisa menerapkannya di Indonesia. Contoh pelajaran yang dimaksud adalah kultur, sistem, dan mental sebagai perusahaan pengembang game. Hal yang istimewa di GDC adalah mungkin ini event game terbesar di dunia dan ada banyak teknologi baru (baik art maupun programming) yang bisa dipelajari juga.
  • Terakhir, kita juga cari kolaborasi atau partnership untuk game berikutnya.

booth artoncode indonesia dan ace edventure di gdc 2015

D: Terima kasih untuk waktunya, sukses terus untuk Artoncode Indonesia di GDC 2015!

A: Terima kasih juga!


SHARE
Previous articleNightCry Lebih Keren Dari DreadOut, Smartphone-nya Bisa Buat Update Status!
Next articleTriawan Munaf Ditolak DPR. Badan Ekonomi Kreatif Tidak Dapat Anggaran?!
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.