Triawan Munaf Ditolak DPR. Badan Ekonomi Kreatif Tidak Dapat Anggaran?!

Triawan-Munaf-BEK
Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif

Akhir Januari lalu, Presiden Jokowi akhirnya membentuk secara resmi Badan Ekonomi Kreatif (BEK) yang dikepalai Triawan Munaf.

Hal ini sangat melegakan, khususnya bagi para pelaku industri kreatif. Betapa tidak, ketika pertama kali mengumumkan kabinetnya Oktober lalu, Presiden sama sekali tidak menyinggung seputar ekonomi kreatif.

Triawan Munaf yang merupakan mantan personel grup band progresif rock asal kota Bandung itu akan fokus untuk membangun landasan kuat dalam lembaganya, sebelum menjalankan sebuah program-program ekonomi kreatif. Ia tidak ingin terburu-buru. Bagaimanapun juga, Badan Ekonomi Kreatif adalah lembaga baru di negeri ini.

Triawan juga telah melakukan banyak langkah-langkah strategis sejak diangkat menjadi kepala Badan Ekonomi Kreatif. Termasuk di antaranya mengundang beberapa pelaku industri kreatif di berbagai bidang dan berdialog dengan Kadin Bidang Industri Kreatif.

Namun ada kabar kurang sedap seputar Triawan Munaf dan Badan Ekonomi Kreatif. Kabarnya ayah penyanyi Sherina ini ditolak oleh DPR.

Jokowi Lantik Ayah Sherina Munaf Jadi Kepala Badan Ekonomi Kreatif

Kepala BEK telah dilantik! Insan kreatif, kalian sudah siap kerja?!
Baca Juga

Hari Rabu, tanggal 11 Februari 2015 lalu, Triawan Munaf menghadiri Rapat Dengar Pendapat bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenpar) di Gedung Nusantara I DPR RI. Tujuan rapat tersebut adalah untuk membahas seputar anggaran untuk Kemenpar‎ dan BEK. Namun, rapat belum dinyatakan selesai DPR sudah meminta Triawan untuk keluar ruangan.

Kabarnya Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Utut Adianto-lah yang meminta Triawan Munaf keluar dari ruangan. Alasannya DPR bingung dengan BEK yang baru dibentuk.

DPR-Utut
Utut Adianto, Wakil Ketua Komisi X DPR RI

Menurut politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, badan ini baru dibentuk, belum ada pegawainya, belum ada surat rekomendasi dari Menteri Sekretaris Negara dan Badan Anggaran, tiba-tiba datang ke Komisi X meminta anggaran belanja sebesar Rp 1,5 triliun. Karena ketidakjelasan itulah Triawan diminta untuk pulang dan menyiapkan segala sesuatunya. Termasuk diminta untuk melakukan koordinasi kembali dengan Mesesneg dan Banggar.

Utut yang selama ini dikenal sebagai Grand Master Catur Indonesia itu mengaku tidak ada maksud untuk menghalang-halangi Triawan Munaf dalam menjalankan programnya di Badan Ekonomi Kreatif. Ia juga memahami Presiden Jokowi menginginkan jajaranya di kementerian agar cepat bekerja mewujudkan visi misinya. Namun, di sisi lain Utut juga mengaku tidak mau menabrak aturan yang berlaku, terlebih yang dibahas mengenai anggaran, ia takut justru Komisi X DPR nanti bermasalah secara hukum.

Badan Ekonomi Kreatif mengusulkan anggaran sebesar Rp 1,5 triliun dalam APBN-P 2015. Terdiri dari dua program, yaitu program pengembangan ekonomi kreatif sebesar Rp 1,395,3 triliun. Dan program dukungan manajemen dan pelaksanaan teknis lainnya BEK sebesar Rp 104,7 miliar‎. Padahal Saat ini sektor ekonomi kreatif tercatat baru menyumbang sebesar 7% dari PDB. Tentu saja ini masih jauh dari potensi yang diharapkan pemerintah.

Harapan memang tinggi digantungkan ke Badan Ekonomi Kreatif. Pertanyaanya akankah kerja dari lembaga ini bisa optimal? Apalagi mengingat APBN Perubahan 2015 sudah diketok palu oleh DPR melalui sidang paripurna yang digelar pada tanggal 13 Februari lalu. Dalam sidang tersebut telah disepakati bahwa anggaran perubahan APBN 2015 Rp 1.761,64 triliun. Sementara Badan Ekonomi Kreatif saat ini masih bermasalah. Atau istilahnya ketinggalan kereta.

Menebak Kandidat Wakil Subsektor Game di Badan Ekonomi Kreatif

Kira-kira siapa yang bakal memangku jabatan ini?
Baca Juga

Namun tentu saja industri kreatif selalu menemukan jalannya. Belakangan beberapa pelaku industri kreatif berkumpul untuk menyiapkan suatu even besar untuk mengangkat industri ini, meski tanpa dukungan dari pemerintah. Even ini punya tagline: ‘Revolusi Ekonomi Kreatif Indonesia Menciptakan Keunggulan Bangsa di Era Global’.

Even ini bertajuk Gebyar Seni & Kreatif Indonesia 2015 (Be Kreatif Indonesia 2015). Terdiri dari berbagai macam sub-sektor ekonomi kreatif dan seni, termasuk permainan interaktif dan aplikasi, kami berharap agar even ini bisa mengisi kekosongan kegiatan ekonomi kreatif paska dilepaskannya Ekonomi Kreatif dari Kementrian Pariwisata.

Tim-Narasumber-BEKreatif-2015
Tim BE Kreatif 2015

Berikut adalah Tim BE Kreatif 2015. Atas, dari kiri ke kanan: Yudi Datau (senimatographer/musik), Arief Widhiyasa (CEO Agate Studio), Diana Nazir (Design Director PT Artura), Indra Siregar (Wakil Koordinator Pusat BEKreatif), Mizan Allan de Neve (Asosiasi Desainer Produk Indonesia), Usamah Hisyam (Presdir Dharmapena Citra Media), Hartati (tokoh koreografer tari), Astari Rasjid (seniman/pelukis), Djaduk Ferianto (seniman/pemusik).

Bawah, dari kiri ke kanan: Ami Raditya (Kreator Vandaria), Abdu Ajis (tim monitoring BEK), Riri Reza (produser film), Rama Mamuaya (CEO DailySocial), Robbi Baskoro (CEO Duniaku Network), Irawan Karseno (Ketua Dewan Kesenian Jakarta), Sekar Ayu (seniman/produser & penulis film).

Ikuti terus duniaku.net untuk update seputar BEKreatif 2015!


SHARE
Previous articleArtoncode Indonesia dan Persiapan Winterflame Game Menuju GDC 2015
Next articleMini Racing Adventures, Satu Lagi Game dari Indonesia yang Berkampanye di Kickstarter!
Mengawali karier menulisnya pada tahun 1997 sebagai kontributor rubrik game majalah Mentari Putera Harapan. Namanya mulai dikenal setelah dia turut membidani lahirnya majalah game pertama di Indonesia, Game Master. Begitu banyak majalah yang lahir dari buah pemikirannya. Sebut saja Game Master, 3D Magazine, Ultima Nation, hingga Zigma dan Omega. Tidak hanya dikenal sebagai jurnalis dan konseptor, GrandC juga seorang penulis cerita. Saat ini dia banyak disibukkan dengan pengembangan Vandaria, dunia fiksi ciptaannya.