Game Online Indonesia Tahun 2014 : Ikhtisar dan Infografis

Industri game di Indonesia sudah cukup besar, bahkan berdasarkan Biro Pusat Statistik (BPS) total besaran nilai pasar dari industri game di Indonesia sudah mencapai lebih dari 400 juta dollar. Tentunya dari porsi kue itu, ada kontribusi dari publishers game online Indonesia.

Lalu, seberapa besarkah pasar yang dikuasai publishers game online Indonesia? Siapa pemainnya? Siapa sajakah pemain utamanya? Apa sajakah tren-nya? Yuk, kita lihat bersama dalam laporan ini.

Metodologi: Bagaimana Kita Dapatkan Angka Ini

Untuk menampilkan data laporan ini, duniaku melakukan kompilasi informasi dan rekam jejak publishers selama beberapa tahun, mulai dari informasi tentang seberapa bagus traction dari game, seberapa baguskah monetisasinya, genre apakah game yang dimiliki publishers tersebut, seberapa besar belanja dari masing masing individu, seberapa loyalkah customer dari game online, serta persebaran dan penerimaan judul game tersebut di beberapa kota besar di Indonesia.

Informasi lain yang kami gunakan sebagai dasar adalah analisa traffic dan paket internet dari website publishers, payment gateway yang berkaitan serta data tren yang kami bisa lihat berdasarkan ranking google, analisa sentimen berdasarkan google trends dan informasi relevan lainnya.

Selain itu kami mendapatkan beberapa informasi langsung dari pelaku bisnis mengenai pendapatan rata rata per-genre, pendapatan game client based, atau webgame bahkan pendapatan persis dari beberapa game publishers.

Khusus untuk game mobile, kami tidak mencantumkan game developer yang melakukan self-publishing karyanya melalui platform google play, apps store atau aplikasi lainnya dalam laporan ini. Laporan tersebut akan kami rencanakan terbitkan terpisah pada bulan april 2014.

Indikator yang cukup penting namun tidak kami gunakan sebagai referensi adalah data pendapatan per game dari payment gateway di Indonesia, baik yang menggunakan voucher fisik ataupun elektronik.

Disclaimer

Laporan ini memang tidak 100% akurat karena semua publishers game di Indonesia bukan merupakan perusahaan terbuka, ditambah lagi kami belum mengolah informasi dari payment gateway. Namun kami menaruh kepercayaan pada metodologi penelitian kami yang dapat dipertanggungjawabkan.

Informasi yang dicantumkan disini merupakan domain publik, dapat digunakan bebas sebagai referensi dan rujukan. Dengan membaca artikel ini anda setuju untuk membebaskan kami dari gugatan dan komplikasi hukum yang timbul akibat informasi yang kami cantumkan di laman ini.

Ikhtisar

judul publisher game online indonesia

Total pasar yang dimiliki oleh publishers game online Indonesia mencapai 101,6 juta dollar Amerika, atau sekitar 1,2 trilyun rupiah dengan kurs 12.000 an. Dari lebih dari 60 game publishers yang pernah menjalankan bisnis di Indonesia, 5 publisher game online teratas menguasai lebih dari 81% pasar pada tahun 2014.

Jumlah pemain game juga cukup besar, tercatat lebih dari 19,8 juta pengguna internet memanfaatkan layanan yang disediakan oleh semua publishers tersebut. Namun ARPU pengguna game online di Indonesia masih cukup rendah, baru mencapai 0,42 US$ per bulan atau baru Rp5.000 rupiah per bulan. ARPU ini kira kira hanya 20% dari ARPU game MMO di Amerika Serikat.

Kami juga melihat judul game online Indonesia yang aktif semakin berkurang, dari sekitar 95 judul yang aktif pada tahun 2013, saat ini hanya tersisa sekitar 75 judul saja. Artinya memang iklim kompetisi bisnis game online Indonesia cukup menantang.

Dalam hal demografi pengguna, ada ciri khas yang cukup menarik, 70% pemain game online di Indonesia berusia 13-17 tahun dan 18-24 tahun. Padahal game online yang sukses seperti Ragnarok Online mulai muncul pada tahun 2003 an dan booming pada tahun 2005, sehingga generasi yang harusnya dominan adalah yang berusia 25-34 tahun. Hal ini menunjukkan walaupun sangat banyak pemain game online senior yang tidak bermain lagi, namun digantikan oleh pemain yang berusia lebih muda.

Publishers Game Online Indonesia

Dari sekitar 63 publisher yang pernah beroperasi di Indonesia, pada akhir tahun 2014 ini hanya tinggal 23 yang aktif. Persaingan bisnis yang ketat serta perubahan lansekap bisnis ini menjadikan dalam 6 tahun terakhir 40 publisher game online Indonesia menutup operasinya.

Kepemilikan perusahaan asing pada bisnis publisher game online Indonesia bisa dibilang dominan, pada tahun 2014, 65% dari total publisher yang pernah menjalankan bisnis di Indonesia dimiliki oleh asing. Perusahaan asing yang memiliki publisher di Indonesia berasal dari oleh China, Korea, Jepang, Taiwan, Thailand, Singapura, Vietnam, dan Malaysia.

Dari 10 besar publishers terbesar di Indonesia, distribusi kepemilikannya berimbang yaitu 50% dimiliki oleh perusahaan Indonesia. Menariknya, dalam hal kemampuan bertahan hidup juga publisher lokal lebih baik, hal ini ditunjukkan data bahwa jumlah publishers dengan kepemilikan asing yang menutup bisnis dalam kurun waktu enam tahun terakhir dua kali lipat lebih banyak dari publisher lokal.

Dalam sisi pangsa pasar, lima besar publishers game online Indonesia menguasai lebih dari 80% pasar, menyisakan tidak sampai 20% pangsa pasar untuk 18 publisher sisanya. Namun dengan rata rata pendapatan publisher per tahun mencapai 4,3 juta US$ masih menarik banyak pemain baru, terbukti dengan adanya beberapa pemain baru membuka bisnisnya di Indonesia pada tahun 2014.

Tidak berbeda dengan 10 tahun terakhir ini, model bisnis free to play atau freemium masih mendominasi portfolio dari game yang diterbitkan oleh publisher di Indonesia. Dengan kultur dan kebiasaan konsumen sekarang di Indonesia, sulit membayangkan ada model bisnis lain yang sukses di Indonesia

Judul Game Online di Indonesia

game berdasar genre

Sampai saat ini kami mencatat ada sekitar 248 an judul game yang pernah dipublikasikan di Indonesia, namun per tahun 2015 ini hanya ada 93 judul yang masih aktif . Dalam 6 tahun terakhir kami mencatat rata rata sekitar 20 judul ditutup per tahunnya.

Dari 94 judul yang masih aktif, 56% menggunakan platform PC Client, 39% mengunakan platform web dan hanya 3 persen yang menggunakan platform mobile. Mayoritas game online Indonesia yang dipublikasikan bergenre RPG dengan 59%, disusul oleh genre shooter 10% dan simulasi berimbang dengan casual yaitu 7%.

Kami juga melihat tren mulai adanya game mobile di Indonesia yang dipublikasikan secara resmi, yaitu mencapai 3%, padahal pada tahun 2013 belum ada game mobile yang dipublikasikan penerbit game online Indonesia.

Demografi dan Pendapatan Pengguna

revenue per user publisher game online

Indonesia merupakan salah satu negara yang mendapatkan bonus demografi di dunia. Dengan adanya bonus ini, penduduk usia muda di Indonesia akan lebih banyak dari yang tua sampai tahun 2050.

Nampaknya bonus demografi juga berlaku untuk pemain game online Indonesia, data kami menunjukkan mayoritas pemain berusia 0-24 tahun dengan total sampai 82%, baru disusul oleh kelompok usia 25-34 tahun dengan 10% dan sisanya dengan 8%.

Selain bonus demografi, salah satu penjelasan adalah adanya salah satu game yang sangat dominan di pasar pengguna usia sangat muda, hal ini menyebabkan rata rata usia pemain game online di Indonesia cukup muda yaitu 19,4 tahun.

Berdasar gender, dominasi laki laki masih kental dengan 64% dari total pemain adalah laki laki dan 36 % adalah perempuan. Namun jika dikorelasikan dengan sedikitnya game bertipe casual, bisa jadi perempuan pada usia matang adalah pasar yang belum digarap secara serius.

Dalam hal pembelanjaan bulanan, kelompok usia diatas 35 tahun adalah yang terbesar, dengan rata rata pembelanjaan sekitar 1,7 US$ per bulan. Disusul oleh kelompok 25-34 dengan US$ 1,2. Kelompok usia muda dibawah 25 tahun cenderung memiliki pembelanjaan yang rendah yaitu dibawah US$ 0,4 per bulan.

Next Big Thing Game Online Indonesia, Mobile ?

Salah satu indikasi bahwa pasar game online Indonesia mulai melirik pasar mobile adalah besarnya potensi game mobile di Indonesia. Berdasarkan riset duniaku yang akan dipublikasikan, total pendapatan game mobile di Indonesia tidak kurang dari US$ 42 Juta pada tahun 2014 ini. Jika melihat tren yang ada, bisa jadi pada tahun 2015 ini total omset game mobile sudah hampir mendekati bisnis publisher game di Indonesia

Padahal pada 5 tahun yang lalu, pendapatan dari game mobile bisa dibilang sama sekali tidak ada, sehingga kita harus sangat optimis pada peluang bisnis baru di game mobile.

Namun bercermin dari beberapa game mobile yang dipublikasikan publisher di Indonesia, sudah jelas bahwa game mobile, web dan berbasis client mempunyai strategi pemasaran dan pengembangan yang sangat berbeda. Kita bisa melihat beberapa raksasa publisher game online Indonesia yang gagal menerbitkan beberapa judul game pada tahun 2014 lalu.

Salah satu cara untuk sukses di bisnis game mobile adalah melakukan streamline lini bisnis, kurangi game web yang murahan, fokus dengan beberapa portfolio mobile yang mampu jadi cash cows dan sejumlah kecil judul yang experimental namun memiliki potensi yang besar.

Kesimpulan

Bisnis game online Indonesia yang sekarang menghadapi tantangan yang dihadapi banyak bisnis lokal yaitu globalisasi. Keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh publishers yang melokalisasi karyanya di Indonesia seperti kemampuan distribusi dalam bentuk cakram digital, monopoli terhadap cyber cafe, dan konten berbahasa Indonesia berangsur angsur terkikis dengan semakin mudahnya akses internet dan membaiknya kemampuan bahasa inggris dari masyarakat.

Belum lagi semakin populernya platform Android Playstore yang semakin mudah diakses dan memiliki metode pembayaran potong pulsa. Fenomena ini akan semakin menggerus pangsa pasar eksisting dari industri game online Indonesia yang sejatinya sudah menurun dari masa kejayaannya.

Kali ini saatnya game publisher di Indonesia ekspansi ke pasar global atau setidaknya regional, berkolaborasi dengan game developer lokal, mengusung taktik dan platform baru atau mati perlahan karena tidak bisa mengikuti perubahan zaman.

Infografik laporan ini bisa diunduh disini, untuk mendapatkan informasi lengkap terkait data ini bisa menghubungi email ini