Ini Harapan Industri Game Indonesia untuk Badan Ekonomi Kreatif

Triawan Munaf Badan Ekonomi Kreatif DPR

Untuk menggantikan kinerja dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono lalu, Presiden Jokowi membentuk sebuah badan khusus untuk Ekonomi Kreatif yang diberi nama dengan Badan Ekonomi Kreatif. Salah satu figur dari dunia seni musik, Triawan Munaf pun ditunjuk sebagai Kepala Badan Ekonomi Kreatif.

Jokowi Lantik Ayah Sherina Munaf Jadi Kepala Badan Ekonomi Kreatif

Presiden Jokowi melantik musisi Triawan Munaf sebagai Kepala Badan Ekonomi Kreatif di Istana Negara.
Baca Juga

Memang sampai saat ini Triawan Munaf belum juga membeberkan apa saja agenda ke depan dari Badan Ekonomi Kreatif ini. Pun dengan perwakilan untuk masing-masing subsektor, meskipun sudah banyak nama kandidat yang bermunculan, terutama kandidat dari industri game.

Menebak Kandidat Wakil Subsektor Game di Badan Ekonomi Kreatif

Setelah Triawan Munaf dilantik menjadi Kepala Badan Ekonomi Kreatif, kini siapa yang bakal duduk di kursi Direktur Subsektor Game? Berikut ini kandidatnya!
Baca Juga

Meskipun kemarin kita sempat mendapatkan kabar kurang sedap dimana Triawan “ditolak” oleh DPR dan anggaran kerjanya tidak disetujui, namun harapan para pelaku industri game terhadap badan ini cukup tinggi. Duniaku berhasil mewawancarai beberapa developer game untuk mendengar apa harapan mereka terhadap Badan Ekonomi Kreatif ini.

Triawan Munaf Ditolak DPR. Badan Ekonomi Kreatif Tidak Dapat Anggaran?!

Ada kabar kurang sedap seputar Triawan Munaf. Kabarnya ayah penyanyi Sherina ini ditolak oleh DPR. Lantas bagaimana nasib Badan Ekonomi Kreatif?
Baca Juga

Kris Antoni Hadiputra (CEO dari Toge Productions)

Kris Antoni, CEO dari Toge Productions
Kris Antoni

“Harapan saya, BEK bisa memberikan support yang nyata kepada pelaku industri game lokal, terutama kepada gamedev lokal.Support-nya antara lain:

  1. Program subsidi untuk pembelian software development seperti Unity, Adobe, dan lain lain.
  2. Program exposure dan pelatihan dengan mengirimkan gamedev untuk melakukan eksibisi produk di ajang internasional dan mengikuti konferensi.
  3. Menyediakan program inkubasi dan akselerasi bagi studio-studio yang ada di Indonesia.
  4. Memberikan apresiasi berupa penghargaan serta bantuan modal kepada developer yang berprestasi.
  5. Menjalin komunikasi yang erat dengan para pelaku industri dan komunitas gamedev indonesia.”

Adhicipta R. Wirawan (CEO dan Founder dari Mechanimotion)

Adhicipta R. Wirawan
Adhicipta R. Wirawan

“Dari pihak Mechanimotion, harapannya adalah:

  1. BEK harus memiliki “Nation Branding” Indonesia yang jelas, sehingga ada 1 visi budaya yg jelas dan terukur. Kemudian diturunkan menjadi strategi dan misi yg diwujudkan dengan mengkolaborasikan semua elemen ekonomi kreatif, termasuk game.
  2. BEK harus memiliki parameter kinerja yg jelas, terbuka, dan transparan sehingga setiap pelaku ekonomi dapat ikut serta mengetahui kinerja dan memiliki akses yang sama.
  3. BEK janganlah “Jakarta Sentris” karena industri kreatif game bukan di Jakarta atau Bandung saja.”

Anton Budiono (CTO dari Artoncode Indonesia)

Anton Budiono, CTO Artoncode Indonesia
Anton Budiono

“Artoncode ingin kunjungan ke GDC 2015 ini bisa menghasilkan laporan tentang industri game secara menyeluruh, dan gambaran yang lebih akurat tentang sejauh apa industri game Indonesia tertinggal dari internasional. Dengan demikian, Badan Ekonomi Kreatif bisa membuat program-program yang lebih relevan dan tepat sasaran untuk pengembangan industri game Indonesia. Semoga tahun depan BEK bisa ikut ke GDC atau Artoncode mewakili Badan Ekonomi Kreatif untuk mengajak pelaku di sana untuk membuka studio di Indonesia.”

Frida Dwi (CEO dan Founder dari Agate Jogja)

Frida Dwi, CEO Agate Jogja
Frida Dwi

“Saya seneng, akhirnya di pemerintahan ada yang handle masalah Ekonomi Kreatif setelah Parekraf gak ada. kita jadi ada harapan lagi. :D Harapannya BEK bisa segera beraksi, khusus buat game industri moga makin banyak event yg bikin gamedev lokal makin dikenal. Kalau ada bantuan buat para game developer dalam bentuk apapun pastinya kita bakal sangat berterimakasih :D”

Eka Pramudita Muharram (CEO dari Mojiken Studio)

Eka Pramudita Muharram, CEO Mojiken Studio
Eka Pramudita Muharram

“Harapannya semoga bisa jadi penjembatan antara pemerintah dengan pelaku industri. Sehingga bisa terjalin kolaborasi yg mutual tanpa korupsi kolusi dan nepotisme, demi majunya industri kreatif di tanah air.”

1
2

SHARE
Previous articleBikin Game dengan Unreal Engine 4, dan Dapatkan Pendanaan hingga Rp 600 Juta!
Next articleIni Dia Tampilan Pertama Jason Momoa sebagai Aquaman
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.