The Awakened Fate Ultimatum Bikin Kalian Makin Galau, Pilih Angel atau Demon?

The-Awakened-Fate-Ultimat14

The Guided Fate Cross Thesisatau judul versi Inggrisnya nanti disebut The Awakened Fate Ultimatum, menjadi salah satu game yang akan dibawa ke Barat oleh Nippon Ichi Software. Game RPG dungeon crawler / penjelajahan random dungeon (atau beken juga dengan sebutan  roguelike RPG) ini menjadi sekuel The Guided Fate Paradox, dan bakal dirilis eksklusif PlayStation 3 di Amerika Utara mulai 17 Maret dan Eropa pada 20 Maret 2015 mendatang. Versi Jepangnya sendiri sudah dirilis 25 September 2014 lalu. Berikut trailer terbarunya yang dirilis kemarin, serta detail baru mengenai gameplay-nya, yang bisa kalian baca di halaman berikutnya:

The Awakened Fate Ultimatum Bikin Kalian Makin Galau, Pilih Angel atau Demon?

Mestinya pilih angel sih, tapi jika demon-nya juga cantik, pilih keduanya saja deh...

Abaikan

Sama seperti Disgaea 5: Alliance of Vengeance, Nippon Ichi memilih tema khusus untuk The Awakened Fate Ultimatum, yaitu “ultimate choice” atau pilihan utama. Dari awal bermain kalian sudah memilih antara dua karakter wanita, Jupiel Soraumi (disuarakan Asami Imai) dan Ariael Agarie (disuarakan Yumi Hara), dan jika kalian menyelamatkan satu karakter, maka yang lainnya pasti tewas. Dibandingkan prekuelnya, The Awakened Fate Ultimatum juga menawarkan sistem baru dan grafis 3D yang lebih baik.


Character Trailer 1: Ariael

The Awakened Fate Ultimatum Bikin Kalian Makin Galau, Pilih Angel atau Demon?

Mestinya pilih angel sih, tapi jika demon-nya juga cantik, pilih keduanya saja deh...

Abaikan

The-Awakened-Fate-2


Character Trailer 2: Jupiel

The Awakened Fate Ultimatum Bikin Kalian Makin Galau, Pilih Angel atau Demon?

Mestinya pilih angel sih, tapi jika demon-nya juga cantik, pilih keduanya saja deh...

Abaikan

The-Awakened-Fate-1

Desain karakternya ditangani oleh Noizi Ito (The Guided Fate Paradox dan Shining Force Feather) dan Airi Hori (ilustrator game Nippon Ichi lainnya, Last Rebellion). Kemudian theme song berjudul “Awakening in the Borderline Betweek Fate and the Frozen Soul” (judulnya apa kurang panjang ya!?) ditangani oleh kelompok musik gothic rock / heavy metal Jepang, Yōsei Teikoku (sebelumnya juga menangani soundtrack The Guided Fate Paradox. Yang bertanggung sebagai produser adalah Sohei Niikawa, yang juga menangani Disgaea 5: Alliance of Vengeance, dan pendesain game-nya adalah Kei Nanasato. Manajer proyeknya adalah Kentaro Niwa.

The-Awakened-Fate-7

The Guided Fate Cross Thesis melanjutkan kisah dari The Guided Fate Paradox. Beberapa tahun dari game prekuelnya, takdir seorang pemuda menjadi berubah, dan meskipun setelah Satanael dikalahkan, ternyata kekuatan iblis tidak benar-benar hancur. Di lain sisi, surga menghadapi beragam perang gerilya. Seorang malaikat di Celestia yang bergerilya, memilih fokus untuk menciptakan “Dewa” yang bisa digunakan sebagai senjata ultimate melawan iblis. Setelah menciptakan “Fate Awakening Crystal,” yang mampu merubah manusia menjadi Dewa, para malaikat hanya bisa menunggu sampai suatu hari mereka menemukan seorang pria yang tepat.

The-Awakened-Fate-8

Suatu hari di dunia manusia, seorang pemuda bernama Shin Kamikaze diserang sekelompok iblis, dia tertusuk tepat di dadanya, namun selama dia sekarat, dia justru diselamatkan seorang gadis misterius (Ariael) dan terbangun di sebuah tempat asing — Celestia. Ariael mengatakan jika kristal Awakened Fate yang tertanam di dadanya menjadikannya sebagai dewa, dan itu untuk menyelamatkan Ariael. Shin Kamikaze kemudian dipandu oleh kristal di dadanya tersebut, sampai berada di tengah perang antara malaikat dan iblis.

Lanjut ke halaman 2…. untuk informasi baru mekanis gameplay game ini!

1
2

SHARE
Previous articleGame Dragon Ball Z Terbaik Era Super Nintendo Bangkit Melalui Dragon Ball Z Super Extreme Butoden
Next articleIni Lho Sosok Iblis Penguasa Dunia yang Kalian Buru Dalam Disgaea 5
Penggemar strategy RPG Jepang, serta semua serial Super Robot Wars, yang saat ini masih menjadi kontributor penulis artikel game guide salah satu media game Indonesia. Mulai memburu game-game mobile, dan juga emulator melalui gadget Android, hanya untuk memainkan kembali game-game RPG klasik, yang menurutnya tetap lebih baik dibandingkan game modern.