Lebih dari Tiga Menit Adegan Sensor Kingsman Bisa Ditonton di sini!

Sensor Kingsman menghilangkan aksi brutal bak The Raid dalam sebuah adegan penuh kekerasan di dalam gereja.

Sensor Kingsman

Tidak berlebihan rasanya jika kami menyebut Kingsman: The Secret Service sebagai film terbaik sejauh ini untuk tahun 2015. Saat menyaksikan film ini, tantu kita bisa merasakan sentuhan komedi sarkastik gaya khas sutradara Matthew Vaughn, yang sebelumnya sukses dengan Kick-Ass dan X-Men: First Class.

Ketika kebanyakan film ber-genre agen rahasia berlomba-lomba menawarkan plot serba rumit, yang memaksa kita mencurahkan segenap konsentrasi, film Kingsman ini tampil dengan gaya berbeda.

Kingsman: The Secret Service, Saatnya Anak Muda Menjadi Agen Rahasia yang Gentleman

Satu lagi film adaptasi komik tayang di layar lebar. Bertema agen rahasia, Kingsman: The Secret Service menjadi hiburan buat penggemar spionase penuh aksi.
Baca Juga

Konflik yang ditawarkan film ini sederhana, namun fresh. Mengisahkan tentang perjuangan seorang anak yang tumbuh dari keluarga berantakan, kemudian berhadapan dengan misi jahat seorang pengusaha yang berimbas pada penduduk bumi.

Sutradara Vaughn tahu betul cara menyelipkan nuansa humor, tanpa memunculkan kesan slapstick kacangan. Perhatikan saja bagaimana Vaughn menampilkan product placement McDonalds secara terang-terangan, namun adegan itu malah membuat penonton tertawa geli, bukannya kesal!

Perlu diingat, film yang diangkat dari komik berjudul The Secret Service ini ditujukan untuk dewasa. Tak heran jika banyak adegan-adegan keras nan brutal yang dihadirkan. Meskipun, sekali lagi karena kehebatan Vaughn, bisa tampil tanpa membuat kita mengernyitkan dahi karena terlalu jijik bin sadistik.

Alhasil, beberapa adegan kekerasan hadir dengan komikal yang lucu, sekaligus artistik. Pernah melihat kepala meledak memunculkan cahaya berwarna-warni?

Sensor Kingsman Anal

Tak hanya itu, referensi seksual dengan fetish tingkat tinggi pun tampil terang-terangan. Adegan sang princess yang menawarkan “experience berbeda” pada agent Eggsy di akhir film tidak pakai tedeng aling-aling. Stright to the point. Jujur! Tapi justru itu yang membuat lucu.

Kingsman, Saat “Main Belakang” Semakin Mainstream di Film Hollywood

Film mata mata ini bukan hanya menawarkan kesegaran dengan konsep klasik baru, tapi juga innuendo mainstream baru yaitu "main belakang", have fun watching
Baca Juga

Meski demikian gunting LSF tidak luput untuk sensor Kingsman. LSF menghilangkan adegan yang berdurasi lebih dari tiga menit dari bioskop Indonesia.

Sensor Kingsman ini menghilangkan sebuah adegan di dalam gereja, Colin Firth yang berperan sebagai salah satu agen Kingsman, diceritakan tengah terpapar sinyal yang membuatnya hilang kesadaran. Sang agen lalu berserk dan membantai seluruh jemaat gereja yang sangat fanatik.

Adegan yang bercitarasa seperti film Quentin Tarantino ini memang sangat vulgar. Tentu saja kita bisa menunggu bluray torrent-nya dirilis. Tapi kalau kamu tidak sabar untuk tahu apa adegan sensor Kingsman, silakan tonton video berikut.

Kingsman sudah meraup pendapatan lebih dari US$ 105 juta atau sekitar Rp 1,35 triliun sejak dirilis pada 13 Februari. Sayangnya film ini masih kalah dengan film porno Fifty Shades of Grey, yang kena gunting habis-habisan oleh LSF, sehingga tidak bisa ditayangkan di Indonesia.

Fifty Shades of Grey Menguasai Box Office Bulan Februari

Salah satu film yang banyak diperbincangkan bulan ini, Fifty Shades of Grey menguasai box office. Seberapa banyak pendapatannya?
Baca Juga

SHARE
Previous articleDoA 5: Last Round Bermasalah, Pemilik Xbox One Resah…
Next articleBanyak Insiden Heboh Terjadi Saat Penayangan Fifty Shades of Grey!
Mengawali karier menulisnya pada tahun 1997 sebagai kontributor rubrik game majalah Mentari Putera Harapan. Namanya mulai dikenal setelah dia turut membidani lahirnya majalah game pertama di Indonesia, Game Master. Begitu banyak majalah yang lahir dari buah pemikirannya. Sebut saja Game Master, 3D Magazine, Ultima Nation, hingga Zigma dan Omega. Tidak hanya dikenal sebagai jurnalis dan konseptor, GrandC juga seorang penulis cerita. Saat ini dia banyak disibukkan dengan pengembangan Vandaria, dunia fiksi ciptaannya.