American Sniper – Cerita Tentang Amerika Sang Raja Teroris

american sniper featured

American Sniper Mengisahkan Konflik Iraq Berdasarkan Sudut Pandang Penyebab Perang Ini-Amerika

Walaupun mendapatkan penghargaan Academy Award, saya tidak menaruh harapan tinggi saat diundang screening film American Sniper. Satu satunya harapan bahwa kali ini Hollywood sudah lebih dewasa sehingga mengkisahkan sebuah cerita dengan konteks yang lengkap seperti pada Iwo Jima dan Flags of Our Father ternyata tidak saya dapatkan disini.

Melihat film ini, saya teringat banyak film perang lawas diantaranya Deer Hunter dan Coming Home yang berkisah tentang vetaran perang yang berjuang untuk jadi waras. Sayang, seperti banyak produk Hollywood lainnya, perjuangan pihak lain–warga Iraq yang dijajah (dan tentu lebih menderita) hanya diberikan porsi sangat sedikit.

Memang, film ini judulnya adalah Amerikan Sniper–bukan Iraqi Citizen, yang rasanya sudah jelas akan memberikan porsi lebih besar pada pihak yang tertera pada judul (dan yang membuat film ini), tapi hal ini malah menimbulkan pertanyaan yang penting seperti haruskah Amerika memulai perang ini.

Sadarkah pembuat film ini bahwa invasi Iraq yang dilakukan Amerika merupakan penyebab utama masalah yang dihadapi Chris di dalam film ? masalah yang sampai sekarang masih harus dibayar oleh seluruh dunia, terutama dengan rusuhnya timur tengah–dan tumbuhnya paham ekstrim seperti ISIS.

Ditambah lagi tokoh yang diceritakan di American Sniper–Chris Kyle sang “legendaris”. Chris sendiri merupakan tokoh yang kontroversial di Amerika, sebagai salah satu pemegang rekor pembunuh tersukses–Kyle tidak malu untuk koar koar tentang “prestasi” tersebut di autobiografinya. Belum lagi kontroversi tentang “tindakannya” setelah badai Katrina yang sampai sekarang masih menimbulkan masalah.

Terlepas dari kualitas sinematografi, efek audio visual dan akting tokoh utama yang pantas diberi acungan empat jempol, film ini menyajikan pesan moral yang berat sebelah. Kita disuguhi Bradley “Kyle” Cooper sebagai figur yang “waras” dan menghadapi dilema moral setiap kali menarik pelatuk senapan-nya, dihadapkan dengan tangan kanan pemimpin Al-Qaeda yang “edan”, sadis dan tidak segan segan membantai penduduk sipil yang dicurigai. Film ini jelas jelas berusaha menunjukkan bahwa Amerika adalah patriot dan pihak lainnya (termasuk penduduk Iraq) patut disalahkan penuh atas perang ini.

Kalau kamu fans film Clint Eastwood yang mampu menyajikan konflik emosional dibumbui dengan keharuan, kamu harus tonton film ini. Namun kalau kamu berharap pengalaman merubah hidup, jangan harap bisa didapatkan di American Sniper.

Seperti saya katakan di paragraf awal, saat pembuat film tidak berimbang, tidak akan ada kisah “nyata”. Yang kamu dapatkan hanya film fiksi dan American Sniper adalah salah satu contohnya.