Battle Ranch, Alternatif Plants vs Zombies dari Developer Palembang

Battle Ranch wallpaper

Dalam satu tahun terakhir, nama-nama dari developer Indonesia mulai menghiasi daftar game yang hadir di Steam. Sebut saja seperti DreadOut yang kini sudah mendapatkan Act 2-nya, Infectonator Survivors yang masih dalam tahap Early Access dan Motte Island. Kali ini satu lagi developer Indonesia yang berhasil meloloskan satu game-nya di portal game PC tersebut. Bukan lagi didominasi pulau Jawa, melainkan kini giliran Playboom dari Palembang yang meramaikan Steam dengan Battle Ranch-nya!

Battle Ranch Official Trailer

Battle Ranch, Alternatif Plants vs Zombies dari Developer Palembang

Apakah sebuah alternatif yang worth to buy? Simak review-nya di dalam!

Abaikan

Sekilas melihat screenshot yang menghiasi halaman ini, mungkin kamu akan langsung teringat dengan Plants vs Zombies, game tower defense buatan PopCap yang sudah melegenda. Bisa dibilang, genre tower defense yang diperkenalkan oleh Plants vs Zombies ini sudah menjadi satu genre tersendiri, yang akhirnya diikuti oleh developer lain seperti Playboom dengan Battle Ranch ini. Selain Battle Ranch, mungkin kamu juga masih ingat satu game dari Elago Tech beberapa tahun lalu, Battle Box juga mengadopsi mekanisme gameplay serupa.

Battle Box, Tower Defense dengan Aroma Lokal yang Kental!

Satu lagi game tower defense dengan aroma lokal yang cukup kental hadir memeriahkan iOS, Battle Box. Seperti apa game yang dikembangkan oleh Elago Tech ini? Simak ulasannya di dalam ya!
Baca Juga

Battle Ranch gameplay

Battle Ranch sendiri sudah dirilis sejak awal Februari 2015 lalu dan hadir di Steam setelah berhasil dalam kampanye Steam Greenlight sebelumnya. Dalam game ini, kamu akan dihadapkan dengan satu arena lengkap dengan kotak-kotak tempat meletakkan tanaman untuk menghadang serangan sekumpulan babi jahat yang datang menginvasi perkebunanmu. Ya, jadi ini adalah pertarungan antara tanaman dengan babi, bukan tanaman melawan zombie yang sudah menjadi pakem dari Plants vs Zombies yang kita kenal.

Sayangnya, Playboom membuat senjata-senjata tanaman ini sangat mirip dengan Plants vs Zombies. Ada tanaman yang bisa menembakkan satu peluru ke depan setiap beberapa detik, ada sebuah paprika hijau yang bisa meledak, dan ada juga kacang yang bisa kamu gunakan sebagai “tembok” karena sulit dilewati oleh para babi. Nyaris minim inovasi senjata yang diberikan oleh Playboom, dan menurut penulis hal tersebut adalah salah satu nilai minus yang cukup mengecewakan.

Battle ranch gameplay

Berbeda dengan gaya Plants vs Zombies yang imut, grafis dalam game ini terkesan sedikit lebih garang. Animasi yang ditampilkan cukup baik dan menarik meskipun terkadang di beberapa bagian masih terlihat sedikit kasar. Dari segi variasi mode, sepuluh mode yang ditawarkan cukup seru. Salah satunya adalah mode utama Battle mode yang terdiri dari lima musim berbeda, masing-masing terdiri dari 10 level. Meskipun dalam setiap stage kamu diperkenalkan dengan musuh atau tanaman senjata baru, namun penulis rasa beberapa level dari game ini terasa repetitif.

Meskipun di beberapa bagian Battle Ranch sangat mirip dengan Plants vs Zombies, namun penulis mengapresiasi gimmick-gimmick yang mereka berikan, seperti gameplay yang sedikit beraroma manajemen perkebunan, dan juga fitur-fitur tambahan seperti Shop, Biography Book, Trophy Room, Garden, dan Cowhouse. Plus, jangan lupakan juga fitur Strategy Guide yang penulis rasa sangat membantu untuk menentukan strategi. Tetapi bagi yang suka dengan tantangan, sepertinya bakal jarang melirik fitur yang satu ini.

Battle ranch gameplay boss

Secara keseluruhan, Battle Ranch bisa menjadi alternatif lain bagi kamu yang sangat menggemari Plants vs Zombies. Game ini bisa kamu dapatkan di Steam dengan banderol harga Rp 59.999 melalui link di bawah ini. Atau, Playboom juga menyediakan sebuah demo yang bisa kamu coba secara gratis jika kamu masih ragu untuk membelinya.

Steam Link: Battle Ranch (Full Version dan Demo)


SHARE
Previous articleManga Dragon Ball Z: Fukkatsu no F Bocor!
Next articleAcer Liquid Z520 dan Liquid Z220, Pilihan Android 5.0 Lollipop Murah
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.