Sistem Rating Game Indonesia Bakal Permudah Misi Mendikbud dalam Pendidikan Game

Mendikbud Indonesia, Anies Baswedan
Anies Baswedan, Mendikbud Indonesia

Pendidikan game bakal semakin mudah jika Indonesia memiliki sistem rating sendiri

Dalam sebuah seminar, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Indonesia, Anies Baswedan sempat mengungkapkan adanya efek negatif dari video game yang memicu banyaknya aksi pembegalan di berbagai daerah Indonesia. Pernyataan tersebut sedikit bertolak belakang dengan sebuah penelitian yang sudah kami bahas sebelumnya, dimana meningkatnya popularitas sebuah game, terutama yang bertema kekerasan justru membuat aksi kekerasan di dunia nyata berkurang.

Prof Anies, Begal Bisa Berkurang Berkat Video Game Kekerasan

Bertolak belakang dengan banyaknya tudingan miring, Saat penjualan video game bertema kekerasan memuncak, kejahatan malah menurun, apakah berlaku buat begal?
Baca Juga

Akan tetapi, Anies Baswedan pun memberikan klarifikasi lebih lanjut mengenai pernyataannya tersebut. Dikutip dari sebuah artikel di halaman resmi Kemdikbud, Anies menjelaskan bahwa video game yang tepat dapat memberikan dampak positif pada anak, bahkan juga bisa digunakan secara khusus sebagai media pembelajaran kognitif, motorik, maupun sosial emosional. Bagaimana caranya? Anies menjelaskan bahwa di sinilah peran sistem rating dalam game seharusnya bisa bekerja dengan baik.

Kuliah Om Jas: Apa itu Rating Game?

Apa itu rating game? Apa saja isinya? Kenapa perlu mempelajari tentang rating game? Kuliah Om Jas kali ini membahas tentang Rating Game yaitu Entertainment Software Rating Board (ESRB)
Baca Juga

Sistem rating berperan untuk memberikan peringatan tentang kecocokan konten dalam game untuk dimainkan usia tertentu. Ada banyak sistem rating yang diimplementasikan di berbagai negara dunia, seperti ESRB (Amerika), CERO (Jepang) dan PEGI (Eropa). Contohnya dalam ESRB, terdapat enam kategori rating disesuaikan dengan konten game-nya, antara lain Early Childhood (cocok untuk anak di bawah lima tahun), Everyone (untuk semua umur), Everyone 10+ (untuk usia 10 tahun ke atas), Teen (untuk usia 13 tahun ke atas atau remaja), Mature (untuk usia 17 tahun ke atas) dan Adults Only (untuk dewasa), serta satu kategori Rating Pending yang artinya game tersebut belum mendapatkan rating.

sistem rating esrb
Sistem rating ESRB yang banyak digunakan di dunia, termasuk Indonesia

Namun, di Indonesia sendiri implementasi dari sistem rating ini belum sepenuhnya bisa berjalan dengan baik, karena adanya perbedaan kultur dan kebudayaan antara Indonesia dengan negara asal sistem rating tersebut. Untuk itu memang dibutuhkan sistem rating yang lebih sesuai dengan kultur yang ada di Indonesia. Beberapa bulan terakhir, sistem rating khusus untuk Indonesia yang disebut dengan Indonesia Game Rating System (IGRS) tengah digodok oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama para pelaku industri game di Indonesia. Tujuannya tentu saja, untuk memberikan panduan dan edukasi kepada orang tua ataupun gamer itu sendiri mengenai game apa yang cocok untuk mereka mainkan.

Liputan: Diskusi Membahas Sistem Rating Game di Indonesia Bersama Kemenkominfo

Beberapa perwakilan developer, publisher dan media game bersama dengan Kemenkominfo mengadakan diskusi untuk merumuskan sistem rating game di Indonesia. Seperti apa diskusinya? Simak liputannya di dalam!
Baca Juga

Dari draft awal yang pernah diperkenalkan Kemkominfo, sistem rating di Indonesia sendiri nantinya akan dibagi menjadi beberapa kategori, antara lain U (ditujukan untuk semua umur), B (Balita, usia 1-5 tahun yang membutuhkan pendampingan orang tua), A (Anak, usia 6-10 tahun yang membutuhkan bimbingan orang tua), R (Remaja, usia 13 tahun ke atas dan masih membutuhkan bimbingan orang tua), D (Dewasa, usia 17 tahun ke atas) dan X (Lebih Dewasa, 21 tahun ke atas). Sistem ini statusnya tentatif dan masih digodok untuk mencari komposisi yang pas. Ke depannya saat diimplementasikan nanti, sistem rating ini bisa berperan dalam pendidikan game untuk masyarakat.

Mendikbud menjelaskan, pemahaman sistem rating ini sangat penting karena masih banyak anak dan orangtua yang masih awam dan membeli game tanpa memperhatikan kategori rating-nya, atau mungkin belum paham dengan logo dan huruf rating yang ada di cover sebuah game. Mendikbud juga berharap orangtua bisa menyadari klasifikasi rating game ini, serta membimbing dan terlibat bersama anak-anaknya untuk memilih game yang cocok sesuai dengan usia mereka. Harapan Mendikbud tersebut tentunya akan lebih mudah tercapai jika Indonesia memiliki sistem rating sendiri seperti IGRS nantinya, dengan logo dan penjelasan yang lebih mudah dipahami orang awam dibandingkan sistem rating seperti ESRB, CERO atau PEGI.

gta 5 pc begal

Semoga IGRS bisa secepatnya diimplementasikan, dan benar-benar bisa mempermudah pendidikan game seperti harapan Kemendikbud.

[Sumber: Kemdikbud]


SHARE
Previous articleOnePlus One 16 GB Dijual di Lazada Hari Ini!
Next articleLawan Unreal Engine 4, Sekarang Unity 5 Gratis dan Tanpa Royalti!
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.