Maxis, Developer dari SimCity dan The Sims ini Ditutup EA

Maxis Sim City

Markas pusat Maxis ditutup, dukungan untuk serial Sims dilimpahkan ke studio lainnya

Game Developer Conference (GDC) 2015 tidak selamanya membawa berita yang menyenangkan. Berita ini adalah salah satu contohnya, dimana di tengah-tengah perhelatan GDC 2015, EA mengabarkan bahwa mereka menutup kantor pusat studio pengembang The Sims, SimCity dan serial Sim lainnya, Maxis.

Maxis adalah salah satu studio milik EA yang berbasis di California. Dari tangan developer ini, sejak tahun 1987 sudah dihasilkan puluhan game simulasi yang akhirnya menjadi salah satu franchise paling populer milik EA. “Hari ini kami menggabungkan pengembangan IP Maxis dengan beberapa studio kami yang ada di Redwood Shores, Salt Lake City, Helsinki dan Melbourne dengan penutupan studio Emeryville (markas pusat Maxis),” ungkap EA dalam pernyataan resminya.

Maxis The Sims 4

Namun penutupan ini tidak serta merta membuat mereka meninggalkan dukungan untuk beberapa game Sims yang sudah dirilis begitu saja. Mereka akan tetap memberikan dukungan dan update untuk para pemain serial Sims yang baru dirilis seperti The Sims 4 melalui beberapa studio cabang Maxis yang masih beroperasi. Karyawan dan developer yang terkena dampak dari penutupan ini diberi kesempatan oleh EA untuk bekerja di studio Maxis lain, atau mencari kesempatan baru di studio-studio milik EA lainnya.

Sayangnya, EA tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai alasan penutupan ini. Namun beberapa sumber seperti Kotaku mengungkapkan bahwa penutupan ini disebabkan lesunya penjualan beberapa game terakhir mereka, seperti The Sims 4 dan SimCity yang berdampak kepada krisis finansial. Dilansir dari VGChartz, penjualan The Sims 4 sendiri tidak jelek-jelek amat. Tercatat sampai bulan Februari 2015, game ini sudah terjual sekitar 1.63 juta kopi di seluruh dunia. Sedangkan SimCity yang dirilis satu tahun sebelumnya juga mencatat penjualan lebih dari 2 juta kopi.

Kelanjutan dari The Sims sendiri sepertinya akan ditangani langsung oleh The Sims Studio yang merupakan “perpanjangan tangan” dari Maxis untuk mengembangkan franchise ini.

Selamat jalan Maxis. Semoga penutupan ini tidak membuat pengembangan serial Sims berhenti.


SHARE
Previous articleNokia N1, Tanda-tanda Kembaran iPad mini Bakal Keluar Tiongkok?
Next articleKBG84, Idol Grup Yang Berisi Nenek-Nenek 84 Tahunan!
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.