Desa Hobbit Mampir ke Bandara Changi Singapura!

the hobbit (1)

Merasakan sensasi menjadi Bangsa Hobbit di negara tetangga!

Desa Hobbit, Hobbiton, adalah salah satu set lokasi yang berkesan di dunia Middle-earth. Desa tempat tinggal ras Hobbit ini terletak di wilayah Shire. Tampilan Desa Hobbit merupakan hamparan padang rumput berbukit-bukit yang luas, dimana Hobbit mendirikan rumah mereka dengan cara yang unik: yaitu struktur rumah mereka berada di dalam tanah, bukan di atas permukaan tanah!

Rumah-rumah Hobbit yang dikenal sebutan Hobbit-hole atau Smials ini memanfaatkan tepi-tepi bukit, dan Hobbit membangun (atau menanam? mengingat rumah mereka berada di dalam tanah) berbentuk tepian separuh lingkaran, serta stuktur pintu dan jendela yang khas berbentuk lingkaran. Walaupun berada di dalam tanah, konon rumah-rumah Hobbit terawat dan bersih, sehingga bukan debu dan kotoran yang akan kita temui di sana, melainkan justru rasa nyaman -kalau kamu seukuran tubuh Hobbit tentunya.

Dalam mewujudkan suasana Desa Hobbit ini, tim produksi trilogi film Lord of the Rings (yang berlanjut ke trilogi the Hobbit) membangun desa ini di Selandia Baru. Sutradara Peter Jackson melihat peternakan keluarga Alexander sebagai lokasi yang pas untuk menjadi The Shire untuk memfilmkan trilogi The Lord Of The Rings trilogi pada tahun 1998 lalu. Lebih dari satu dekade kemudian, set film kembali dibangun secara permanen pada tahun 2009 untuk memfilmkan The Hobbit Movie Set. Konon tim produksi membiarkan struktur rumah ini sehingga bisa dikunjungi turis, namun sayangnya kita tidak diperbolehkan masuk ke dalam rumah Hobbit.

Desa Hobbit Mampir ke Bandara Changi Singapura!

Yuk rasakan sensasi jadi Hobbit di sini!

Abaikan

Namun kita tidak perlu jauh-jauh ke Selandia Baru untuk menikmati suasana Desa Hobbit. Karena saat ini di Singapura, terdapat replika Desa Hobbit yang mirip dengan yang ada di Selandia Baru. Dan lokasinya mudah dicapai, karena replika Desa Hobbit ini ada di Terminal 3 Bandara Changi, Singapura!

Hobbiton sits in an idyllic landscape in New Zealand and we hope to give visitors a little taste of what New Zealand has to offer. You can smell the flowers; the props and the timber were all brought in from New Zealand. We have art directors and builders to make sure everything is made to look like our hobbit holes back home. There are 44 hobbit holes in Hobbiton … this travelling one is our 45th.

– Russell Alexander, owner and general manager of Hobbiton

Alexander mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam menciptakan Desa Hobbit ini adalah masalah logistik -pengangkutan alat peraga dari berbagai wilayah Selandia Baru sebelum mereka akhirnya mengantarkan mereka ke Singapura.

Desa Hobbit

Presenters Tourism New Zealand and Changi Airport group menolak membeberkan total biaya pebuatan Desa Hobbit. Namu mereka mengungkapkan mitra-mitra yang terlibat antara lain adalah DHL dan Singapore Airlines. Tim Alexander butuh dua minggu untuk menyelesaikan pembangunan Desa Hobbit ini yang ukurannya antara 5m hingga 10m.

the hobbit (3)

Replika Hobbit-hole sebelumnya telah dibangun di Hotel Claridge London untuk pemutaran perdana The Hobbit: The Battle Of The Five Armies.

Selain Hobbit-hole, pengunjung bisa melihat patung Gandalf the Grey dan replika The One Ring. Di area ini juga ada aktivitas lainnya antara lain sajian makanan ala Selandia Baru serta wahana simulator 5D.

the hobbit (2)

Desa Hobbit akan dipamerkan di Terminal 3 Bandara Changi dari 14 Maret hingga 5 April 2015, meskipun ada kemungkinan akan diperpanjang  jika diperlukan.


SHARE
Previous articleGoBlock’s Impossible Medley, Proyek Perdana Gambreng Games di Jalur Crowdfunding!
Next articleStella Glow, Strategy RPG Baru Dari Developer Luminous Arc
Toto yang merupakan pemerhati dunia komik dan game ini pernah menjalani karier sebagai editor buku anak selama 3 tahun. Bekerja dalam dunia anak membuat jiwa mudanya selalu ada dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini, orang yang melanjutkan karier nya sebagai perancang pameran ini suka bereksplorasi seni melalui tulisan dan gambar (desain), yang kebanyakan terinspirasi dari berbagai komik dan game kesukaannya.