Ini 11 Karya Terpilih yang Ikut Pameran Meibi Project di Jepang Tahap Pertama!

pameran meibi project
Yua-chan membantu persiapan pameran (sebelum plat nama dipasang)

Selamat untuk sebelas karya yang mendapatkan kesempatan pameran Meibi Project di Jepang!

Sekitar awal bulan Maret ini, Meibi Project membawa kabar gembira bagi para artist atau kamu yang hobi menggambar. Studio ini mengajak para seniman di seluruh dunia termasuk Indonesia untuk ikut berpartisipasi dalam pameran Meibi Project yang bertajuk Meibi Photography Exhibition “E ni Narimasu” pada tanggal 14 Maret hingga 11 April 2015. Pendaftaran tahap pertama yang akan dipamerkan mulai tanggal 14 hingga 29 Maret sudah ditutup, dan akhirnya terpilih sebelas karya yang berhak mengikuti pameran ini!

Dapatkan Kesempatan Pameran Gambar di Jepang Bersama Meibi Project!

Kesempatan emas nih! Ayo segera daftarkan karyamu!
Baca Juga

Sebelas karya yang terpilih ini disaring dari total 68 karya yang masuk dari seluruh dunia. Yang menarik, 11 karya ini semuanya dibuat oleh para seniman Indonesia lho! Mengapa hanya 11 karya yang terpilih untuk mengikuti pameran? Tak lain adalah karena terbatasnya tempat pameran yang digelar di Yamate Cafe, 1-17-1 Yamate-dori, Showa-ku, Nagoya, Jepang. Penasaran dengan sebelas karya dari Indonesia yang dipamerkan dalam tahap pertama pameran Meibi Project ini? Berikut adalah karya mereka yang disandingkan dengan foto model asli karya Meibi Project.

Pameran Meibi Project
Yuki Yoneyama oleh Helmi Helmawan
Maria Sasaki oleh Imanuel Vicky Christian
Maria Sasaki oleh Imanuel Vicky Christian
Mayu Fukushige by Sena Kaito
Mayu Fukushige oleh Sena Kaito
Mizuki Nakano by Sofia Halim
Mizuki Nakano oleh Sofia Halim
Kanae Suzuki (@kanacin3) by Shelly Ramadhani
Kanae Suzuki oleh Shelly Ramadhani
Yua Agata (@0621Yua) by Steven Brahma
Yua Agata oleh Steven Brahma
Hiroko Tsukamoto by Sunlita Citra
Hiroko Tsukamoto oleh Sunlita Citra
Dinia Ridanti (@anchiciblong) by windy winsoy
Dinia Ridanti oleh Windy Winsoy
Natsumi Hirose by yaken - pameran meibi project
Natsumi Hirose oleh yaken
Ai Tobo (@axfs2) by Yuliana Ekasinta - pameran Meibi Project
Ai Tobo oleh Yuliana Ekasinta
Rina Koike (@15Riqa) by Yudea Marcha - pameran meibi project
Rina Koike oleh Yudea Marcha

Bagi karya yang belum terpilih untuk mengikuti pameran tahap pertama jangan bersedih. Meibi Project akan terus mem-posting karya kalian satu persatu baik di akun Twitter maupun fanpage resminya. Selain itu, Meibi Project juga masih membuka kesempatan pendaftaran untuk mengikuti pameran tahap kedua yang akan diselenggarakan tanggal 30 Maret hingga 11 April 2015. Kamu bisa segera mendaftarkan karya yang sudah kamu buat menggunakan media dan style apapun melalui halaman pendaftaran pameran Meibi Project. Deadline pendaftaran tahap kedua ini akan segera ditutup tanggal 22 Maret 2015 lagi, jadi segera mendaftar ya!

Mungkin ada beberapa diantara kalian yang masih belum tahu, siapa sih yang berada di balik layar Meibi Project? Meibi Project adalah proyek seniman Indonesia Agro Rachmatullah yang tahun lalu mendirikan studio di Jepang bersama teman-temannya. Di Jepang yang marak dengan fotogravure dan idol di mana wanita cenderung hanya dinilai dari fisiknya saja, proyek ini bertujuan untuk lebih mengenalkan pribadi, mimpi, dan prestasi wanita Jepang melalui karya seni. Proyek ini telah berkolaborasi dengan lebih dari 50 model untuk menghasilkan berbagai karya terutama fotografi.

Karya yang diterima untuk pameran kali ini ada kemungkinan juga untuk dipamerkan lagi di galeri yang lebih besar di Tokyo akhir tahun. Jadi, jangan ketinggalan untuk mendaftarkan karyamu ya!

Ngomong-ngomong, model dan karya mana yang menjadi favoritmu? :D


SHARE
Previous articleKeberadaan Batman akan Terasa di Suicide Squad?
Next articleSword Art Online Lost Song Dapatkan 4 Karakter Playable Baru
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.