Tekan Penyalahgunaan Aplikasi, Sistem Rating Google Play Store Berdasar Usia Bakal Digunakan

sistem rating google play store

Dengan review manual dan sistem rating Google Play Store baru ini, diharapkan jumlah aplikasi dan game yang berbahaya bisa ditekan.

Selama beberapa tahun terakhir, Google memang mengimplementasikan berbagai peraturan mengenai aplikasi dan game yang akan didaftarkan di Google Play Store. Namun, peraturan saja ternyata tidak cukup, karena terbukti seringkali Google “kecolongan” dengan lolosnya aplikasi dengan kualitas buruk, mengandung banyak malware, atau merupakan versi porting ilegal dari game asli yang dirilis di platform lain. Untuk menyiasati hal itu, Google pun membentuk satu tim khusus untuk me-review dan menyetujui aplikasi yang bakal masuk secara manual, plus mengimplementasikan sistem rating Google Play Store yang baru.

Kuliah Om Jas: Apa itu Rating Game?

Apa itu rating game? Apa saja isinya? Kenapa perlu mempelajari tentang rating game? Kuliah Om Jas kali ini membahas tentang Rating Game yaitu Entertainment Software Rating Board (ESRB)
Baca Juga

Sistem review manual ini hampir sama dengan apa yang dilakukan Apple terhadap App Store-nya, dimana akan ada campur tangan satu tim khusus manusia untuk menentukan apakah sebuah aplikasi layak ditampilkan dan bisa di-download dari Google Play Store. Selain itu, sistem ini juga menggunakan berbagai algoritma komputasi tertentu untuk menyaring dari aplikasi-aplikasi berbahaya dan melanggar ketentuan dari Google.

Sedangkan untuk sistem rating Google Play Store sendiri, nantinya di setiap aplikasi dan game yang muncul akan ada penanda rating usia layaknya yang kamu temui di box game-game konsol. Sistem rating yang digunakan akan mengikuti region Google Play Store, sebagai contoh untuk Google Play Store Amerika, maka Google menggunakan sistem rating ESRB. Begitu pula dengan Google Play Store di Eropa, maka Google akan menggunakan sistem rating PEGI. Sistem rating ini penting untuk menunjukkan kepada calon user mengenai berapa usia yang cocok untuk menggunakan aplikasi atau memainkan game tersebut. Tujuannya? Tentu saja agar anak-anak tidak memainkan game atau menggunakan aplikasi yang banyak mengandung konten dewasa, yang tidak sesuai dengan umurnya.

sistem rating google play store
Contoh implementasi sistem rating dalam aplikasi YouTube Kids di Amerika (menggunakan ESRB)

Lantas, bagaimana dengan region atau negara yang belum memiliki sistem rating sendiri seperti Indonesia? Google akan menerapkan sistem rating Google Play Store yang umum, mengikuti standar International Age Rating Coalition (IARC). Jadi nantinya jika kamu membuka sebuah halaman aplikasi atau game di Google Play Store, maka kamu akan melihat angka-angka yang menunjukkan umur minimal yang cocok untuk menggunakan aplikasi tersebut. Contohnya jika tertulis 3+, maka aplikasi tersebut cocok untuk anak usia minimal tiga tahun.

4 Alasan Kenapa Indonesia Butuh Game Rating Sendiri

Dengan game rating industri game Indonesia sudah siap mengejar negara lain lho
Baca Juga

Perubahan kebijakan ini tentu memberikan “PR” baru bagi para developer yang merilis game dan aplikasi di Google Play Store. Bagi yang game dan aplikasinya sudah ada di Google Play Store, developer tersebut harus mengisi sebuah kuesioner tambahan di Developer Console yang nantinya akan menentukan rating dari game atau aplikasi tersebut. Hal yang sama juga akan dialami oleh developer yang akan mendaftarkan game atau aplikasi baru, dimana mereka juga harus mengisi kuesioner serupa dan melalui tim reviewer Google sebelum game atau aplikasi tersebut tampil dan bisa di-download.

Bagaimana jika ada developer yang “tidak mau tahu” dan tidak mengisi kuesioner ini? Siap-siap saja aplikasi atau game yang dibuat akan mendapatkan rating Unrated dari Google. Jika sudah mendapatkan rating Unrated, maka ada kemungkinan aplikasi atau game tersebut diblok alias tidak muncul di Google Play Store beberapa negara. Sistem rating ini akan diimplementasikan secara bertahap dalam beberapa minggu ke depan untuk memberikan waktu bagi developer mengisi kuesioner dan menentukan rating dari karya mereka.

Jadi, bagi para developer Android, sudahkah kamu mengisi kuesioner untuk menentukan rating dari game atau aplikasi yang sudah kamu buat?

[Sumber: Android Developer via Engadget]


SHARE
Previous articleOfficial Trailer Pixels: Pac-Man Mengamuk di Kota New York!
Next articleYuk Intip Johnny Cage di Chapter 1 Story Mode MKX
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.