Review Insurgent: Hanya Bagus di Bagian Ending

insurgent thumbs

Sekuel dari Divergent, Insurgent menampilkan aksi kejar-kejaran, adu tembak, dan banyak sekali visual efek. Tetapi sayang, film ini hanya bagus di bagian ending.

Begitu ditayangkan Insurgent begitu hype dan banyak dibicarakan. Banyak sekali yang menantikan penayangan dari film ke-2 dari seri Divergent ini. Sayangnya, penantian tersebut tidak terbayarkan karena film ini sendiri mengecewakan dan hanya bagus di bagian ending-nya saja.

— Warning! May Contain Spoilers!! —

The Story

24097.cr2

Insurgent mengambil setting tiga hari setelah kejadian dalam ending Divergent. Tris (Shailene Woodley) dan kekasihnya, Four (Theo James), serta saudaranya Caleb (Ansel Elgort) dan Peter (Miles Teller) bersembunyi dari Erudite dan kini dalam naungan Amity. Semua kejadian yang terjadi dalam Divergent membuat Tris tidak bisa tenang. Kematian kedua orang tuanya (Ashley Judd, Tony Goldwyn), membuatnya terluka dan merasa bersalah.

The Review

Sebenarnya Insurgent yang merupakan sebagian kecil dari seri Divergent ini memiliki cerita dan dunia yang lumayan menarik. Tapi entah mengapa semua itu dihancurkan dalam film ini. Ada banyak sekali adegan yang tidak masuk akal hingga adegan-adegan yang rasanya tidak perlu dimasukkan ke dalam film. Selain itu beberapa adegan juga begitu tumpul.

Adegan kejar-kejaran yang diberikan begitu tumpul dan tidak menegangkan sama sekali. Belum lagi adegan adu tembak yang sangat-sangat-sangat tidak masuk akal. Bayangkan saja, Tris, Four dan Caleb dikejar oleh Eric (Jai Courtney) dan pasukannya tim pengejar yang terdiri dari belasan –bahkan puluhan orang– melewati hutan. Begitu Tris dan yang lain keluar dari dalam hutan, Four langsung berbalik dan menembaki pengejarnya. Tembakan Four mengenai beberapa pasukan pengejar yang berada di dalam hutan dan terlindungi lebatnya pepohonan. Sebaliknya, puluhan pasukan pengejar menembaki Four yang diam ditempat dalam ruang terbuka dan coba tebak berapa tembakan yang diterima Four? NIHIL.

Insurgent chase lol
Adegen kejar-kejaran dan tembak-tembakan dalam Insurgent benar-benar “LOL”

Hal serupa juga terjadi saat Candor Raid, ketika Tris dan temannya yang-entah-siapa-saya-lupa-namanya berada di atap gedung faksi Candor dan diserang oleh pasukan pengejar. Dalam sebuah tempat yang begitu sempit dan terbuka lebar belasan pasukan pengejar menembaki teman Tris yang-entah-siapa-saya-lupa-namanya dalam jarak yang sangat dekat. Dengan jumlah dan jarak sedekat itu, tentu saja pasukan pengejar menang bukan? Tapi pada kenyataannya, tidak ada satupun peluru yang mengenai teman Tris! Bahkan, sebaliknya, malah pasukan pengejar yang terkena tembakan.

Hal aneh lainnya dalam Candor Raid ini adalah ketika Eric dan pasukannya akan membawa Tris menuju Jeanine (Kate Wislet). Saat akan membawa Tris, Eric dihadang Four dan dia berhasil dikalahkan dengan mudah. Nah, anehnya pada saat yang sama, tim pasukan pengejar Eric ini tiba-tiba sudah berada di tempat Jeanine dan meninggalkan Eric tanpa terluka sedikitpun! Sejak kapan mereka meninggalkan gedung Candor tanpa diketahui Four dan kawan-kawan Dauntless-nya? Benar-benar tidak masuk akal!

Insurgent Tris Four
Twillight Jilid 2

Hal lain seperti Tris dan Four berduaan dan saling bermesra-mesraan saya pikir tidak begitu penting. Chemistry keduanya tidak terasa, dan mereka melakukannya pada saat yang sangat tidak tepat –bayangkan keduanya berciuman dan melakukan seks (tidak dilihatkan dalam layar) tepat setelah teman mereka mati dan saat terjadi konflik dalam grup! Adegan (yang katanya) romantis ini malah terasa seperti sutradara berkata ‘Hei, durasi film ini kurang panjang. Tambahkan beberapa adegan romantis didalamnya!’

Meskipun punya banyak kekurangan, tetapi Insurgent memiliki beberapa hal positif. Visual efek yang ditampilkan cukup keren. Pertarungan antara Tris dengan dirinya sendiri selama film ini berlangsung juga menjadi hal yang menarik. Lalu, satu lagi bagian terbaik dalam film ini: ending-nya. Ending Insurgent sendiri bukanlah suatu plot twist yang mengejutkan, tetapi berhasil mengirimkan pesan moral yang tampaknya ingin disampaikan oleh penulis asli novel-nya.

Kesimpulan

Banyak sekali adegan-adegan tak logis –dan yang saya sebutkan dalam review diatas itu belum semuanya, karena masih banyak lagi lainnya, selain itu juga banyak adegan tidak penting. Akan tetapi, meskipun begitu Insurgent memiliki cerita yang lumayan bagus. Terdapat plot dan sub-plot dalam cerita tetapi semua itu masih mudah ditebak dan terkesan klise. Secara keseluruhan, film ini terselamatkan karena cerita dalam bagian ending.

Ya, hanya bagian ending-nya saja yang bagus. Jika harus memberikan nilai, maka saya akan memberikan nilai 7/10 pada Insurgent.


SHARE
Previous articleGame Versi PC Gak Penting, Dead or Alive 5 Sekelas Konsol Last-Gen!
Next articleGambreng Games Juga Bawa GoBlock’s Impossible Medley Kampanye di Steam Greenlight!
Veteran game survival-horror terutama game seri Resident Evil dan Dead Space. Menurutnya, game survival-horror adalah obat terbaik dalam menangani stress (karena ketakutan, jadi lupa sama stress-nya). Selain memainkan game, dia juga gemar mengikuti anime, manga, comic, film dan novel. Saat ini sibuk menulis banyak judul light novel di Wattpad, light novel-nya yang berjudul The Alternative sudah dicetak.