Gandeng Amazon, Developer Crysis Ini Siap Lepas dari Krisis Finansial!

Crytek Amazon
Crysis 3

Dengan ini, Amazon pun siap memanfaatkan CryEngine untuk basis game engine baru yang tengah dikembangkan!

Sudah bukan menjadi rahasia lagi bahwa Crytek, developer dari Crysis dan Ryse tengah mengalami “krisis”. Bahkan, beberapa bulan lalu sempat dikabarkan bahwa developer ini sedang di ujung tanduk dan terancam bangkrut setelah tidak mampu membayar gaji para pekerjanya secara penuh. Apakah Crytek bakal benar-benar bangkrut? Untungnya tidak, karena di awal April ini mereka mengkonfirmasikan bahwa mereka telah “diselamatkan” oleh Amazon!

Diselamatkan di sini dalam artian Amazon sudah menandatangani sebuah deal dengan Crytek yang berjumlah sangat besar. Beberapa sumber menyebutkan, bahwa Amazon menggelontorkan dana sekitar US $50 juta hingga US $70 juta (sekitar Rp 600-800 miliar) untuk menyelamatkan Crytek dari krisis finansialnya. Crytek sendiri sebelumnya sempat memberikan “teaser” bahwa mereka tengah menggandeng sebuah publisher besar untuk membantu mereka melanjutkan bisnis yang tengah mereka geluti saat ini. Dan terjawab sudah, publisher besar yang dimaksud oleh Crytek tersebut adalah Amazon ini.

Amazon Crytek

Dengan gelontoran dana ini, Amazon dikabarkan mendapatkan lisensi dari CryEngine yang dikembangkan oleh Crytek. Nantinya, CryEngine ini akan digunakan sebagai basis dari engine game baru yang dikembangkan oleh Amazon. Amazon sendiri sejak beberapa bulan belakangan ini sangat “getol” untuk memasuki industri game. Diawali dengan pembentukan studio pengembangan game mereka sendiri, hingga merekrut beberapa veteran industri game seperti Kim Swift (desainer dari Portal) dan Clint Hocking (desainer dari beberapa seri Far Cry) untuk bergabung ke dalam studio game yang baru mereka bentuk tersebut.

Kabar mengenai krisis di tubuh Crytek sendiri diawali pada bulan Juni tahun 2014 lalu. Pada saat itu, dikabarkan bahwa studio mereka yang ada di Inggris sudah ditinggalkan lebih dari 100 karyawannya yang mogok kerja. Penyebabnya adalah Crytek dianggap lalai dalam membayar gaji mereka selama sebulan terakhir, dimana beberapa orang hanya menerima sepertiga gaji saja, tidak mendapatkan gaji tepat pada waktunya, bahkan beberapa lagi diantara mereka tidak menerima gaji sama sekali.

crytek-uk-next-generation-xbox-time-splitters-4-news

Krisis Melanda Developer Crysis, Lebih dari 100 Staff Mogok Kerja

Crytek, developer yang berada di balik layar pengembangan Crysis dan Ryse dikabarkan tengah krisis. Bahkan, studio mereka yang ada di Inggris kabarnya ditinggalkan sekitar 100 staff yang mogok bekerja karena tidak menerima hak mereka.
Baca Juga

Hal ini pun membuat Crytek menunda pengembangan beberapa game yang tengah dikembangkan, seperti sekuel dari Ryse dan Homefront: The Revolution. Banyak yang memprediksikan bahwa Crytek bakal bangkrut dan bernasib serupa dengan beberapa developer besar lain yang sudah bangkrut seperti THQ. Namun dengan datangnya Amazon, diharapkan Crytek bisa kembali beraktifitas dengan normal seperti sedia kala.

Kira-kira, apa hasil kerja sama antara dua nama besar ini ya? Kita tunggu saja kabar selanjutnya!

[Sumber: Kotaku/VG247]


SHARE
Previous articleFinal Trailer Age of Ultron Sudah Dirilis!
Next articleAncaman Team Ninja Gak Mempan, Mod DoA 5: Last Round PC yang NSFW Tetap Bermunculan!
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.