Mau Jadi Juara Game Online ? Perhatikan 10 Hal Penting Ini !!

Setiap kali kita mulai bermain suatu game online kita kadangkala tidak paham bahwa setiap game membutuhkan komitmen. Coba bayangkan saja, dalam bermain game online dalam waktu 1 tahun, sudah berapa ratus atau ribu jam yang dihabiskan untuk mengasah karakter kita di dalam game tersebut.

Banyaknya waktu yang harus dicurahkan tersebut menjadikan bahwa main game online sendiri harusnya diperlakukan seperti investasi. Harus banyak pertimbangan, harus cermat dan cerdik serta yang paling penting, kita tahu kapan harus keluar dari game tersebut.

Apa saja hal lainnya yang harus diperhatikan? Kenapa kamu harus memperhatikan hal hal tersebut ? bagaimana supaya waktumu tidak terbuang percuma ? berikut 10 pertimbangan yang harus kamu lakukan sebelum memulai.


10

Platform Game Nya


desktop main game online

Mungkin kita sekarang melihat banyak sekali game baru yang dapat dimainkan, mayoritas memiliki platform mobile atau web. Salah satu alasan kenapa game web dan mobile banyak muncul adalah karena biaya pembuatan dan pemeliharaan game mobile/web tersebut cenderung lebih murah.

Namun, seiring dengan rendahnya biaya pembuatan dan pemeliharaan tersebut, biasanya juga memiliki kualitas yang rendah juga, bahkan untuk game mobile,  biasanya bahkan belum selesai dibuat dan diperlukan update konten terus menerus.

Nah, masalahnya adalah jika pada satu titik ada masalah pengembangan, dan game developer serta publishernya tidak berkomitmen, maka kamu akan terjebak memainkan game mobile yang tidak ada update. Hal ini sering terjadi pada game mobile kelas menengah atau ecek ecek.

Dengan biaya pengembangan yang cukup besar untuk game yang berbasis client/desktop biasanya developer sudah menyiapkan update konten sampai bertahun tahun(bahkan tanpa batas), seperti kita bisa lihat pada game Laghaim yang sudah berusia lebih dari 13 tahun atau Ragnarok Online di Indonesia.

Namun tetap harus hati hati, tidak semua game client / desktop berkualitas, gampangnya, jika kamu ingin tahu game yang bagus, lihat saja apakah game tersebut diterbitkan di Eropa / Amerika.


9

Reputasi Publishernya


publisher online

Reputasi publisher juga harus kamu pertimbangkan sebelum mulai bermain game, publisher yang termasuk top 5 biasanya game nya lebih terjamin keberlangsungannya. Kalau pun layanan game ditutup biasanya akan ada kompensasi pada game lain yang ada dalam naungannya. Artinya kamu tidak akan terlalu rugi, kalaupun game yang kamu mainkan ditutup.

Jika ingin lebih aman lagi, kamu bisa main game dari publisher top luar negeri seperti Blizzard, EA atau Microsoft. Game yang mereka terbitkan biasanya berumur bertahun tahun. Salah satu contohnya adalah Diablo II, bahkan sampai 15 tahun dari penerbitannya sekalipun, server Battle.net masih bisa diakses dan cukup ramai event nya.

Namun, prinsip ini rupanya tidak berlaku pada game mobile, game berjenis ini biasanya akan tetap bisa dimainkan walaupun server nya sudah sepi sekalipun. Hal ini dikarenakan biaya pemeliharaan yang cenderung lebih rendah daripada game bertipe client/desktop.


8

Komunitasnya


komunitas gamer

Game yang komunitasnya hidup, banyak event online / offline cenderung akan lebih lama usianya. Hal ini dikarenakan publisher biasanya melihat komunitas ini sebagai aset yang berharga. Salah satu alasannya adalah jika ada produk baru, komunitas ini biasanya dikerahkan untuk menyebarkan berita ini.

Cara untuk melihat komunitas biasanya juga tidak terlalu sulit, salah satu caranya adalah dengan mengecek seberapa ramai forumnya atau website dari publisher tersebut. Apalagi kalau sudah ada fansite, biasanya komunitasnya hidup dan aktif dalam meningkatkan kualitas game nya.


7

Banyaknya Cheat/Mod Illegal


hacker online

Game yang memiliki banyak Cheat / Mod Illegal biasanya lebih sulit untuk dipelihara keberlangsungannya oleh publisher, dengan kata lain game yang mudah di hack biasanya umurnya tidak terlalu lama.

Cara untuk mengecek apakah game ini banyak memiliki cheat/mod illegal mudah saja, google di google dan cek disana untuk mengetahui seberapa banyak website yang menjual “layanan” tersebut.

Dari pengamatan kami, cheat yang paling merusak “keberlangsungan” sebuah game adalah yang terkait dengan duplikat item / gold. Karena dengan adanya cheat ini, barang barang yang ada di dalam game menjadi tidak berharga karena inflasi luar biasa.


6

Adanya Pasar Gelap


black market

Pasar gelap itam / gold merupakan hal yang tidak bisa dihindari dalam game apapun yang mendukung trading / transaksi. Bahkan untuk game yang tidak mendukung trading seperti Clash of Clans pun punya pasar gelap yang menjual account yang sudah ber TH tinggi.

Salah satu indikator ramainya sebuah game adalah adanya pasar sekunder / pasar gelap untuk item / gold, sehingga jika ingin melihat game yang awet, silahkan lihat pasar gelapnya saja di beberapa forum seperti kaskus atau website khusus penjual item.


5

Banyaknya Pemain


komunitas

Jumlah pemain aktif dalam kurun waktu tertentu, atau dengan kata lain bisa juga disebut CCU (Concurently Connected User) adalah salah satu indikator ramainya suatu game.

Sering disebutkan oleh beberapa publisher yang dikenal oleh penulis. Angka minimal supaya sebuah game secara ekonomi layak dipertahankan adalah sekitar 2000 CCU. Artinya ada 2000 orang yang aktif dalam sebuah game pada suatu waktu.

Mengetahui seberapa banyak pemain dalam suatu game tidak selalu mudah, beberapa game contohnya World of Tanks memberikan informasi ini di layar pemainnya. Sedangkan rata rata game di Indonesia tidak menampilkan informasi ini.

Untuk game mobile diesebutkan bahwa CCU yang diperlukan tidak perlu setinggi ini, sekitar 300-400 pemain saja sudah cukup untuk menjamin keberlangsungan suatu game.

Begitu pemainnya sudah berkurang dibawah angka tersebut, ada baiknya kamu mencari game baru karena itulah tanda tanda game akan ditutup.


4

Reputasi Developer


crytek

Selain reputasi pubsliher, reputasi developer juga perlu diperhatikan secara seksama. Developer besar seperti Bandai Namco atau Gravity biasanya memiliki standar kualitas yang tinggi dalam pembuatan suatu game. Dengan kata lain nama besar biasanya merupakan jaminan game yang dibuat bakalan awet.

Memang sih, banyak developer lebih kecil namun tetap memiliki kualitas tinggi. Silahkan cek saja informasi di wikipedia tentang penghargaan apa saja yang pernah dimenangkan developer tersebut. Developer berprestasi juga salah satu indikator game yang dibuat memiliki kualitas yang baik dan berkelanjutan.


3

Legalitas Konten Game


shonen manga

Game yang menggunakan karakter populer seperti Naruto atau Bleach biasanya akan menarik banyak pemain memainkan game tersebut.

Namun untuk menggunakan karakter yang populer tersebut, developer biasanya harus membayar lisensi yang cukup mahal. Beberapa developer mengambil jalan pintas dengan asal mencomot saja karakter tersebut lalu digunakan ke game nya tanpa ijin kepada pemilik lisensi.

Masalahnya adalah jika suatu saat developer tersebut dituntut oleh pemilik lisensi, maka game tersebut bisa jadi ditutup dan tidak dioperasikan kembali. Dalam hal ini tentu saja pemain akan rugi karena investasi waktunya akan hilang.


2

Genre Game Nya


clash of clans

Game yang memiliki genre casual, seperti Candy Crush atau Angry Bird lebih memiliki kebutuhan komitmen yang rendah. Sedangkan game yang bertipe Mid Core atau Hardcore seperti Clash of Clans, Dota 2 atau lebih kompleks seperti Diablo III butuh komitmen yang luar biasa.

Bersamaan dengan komtimen tadi, biasanya reward nya juga akan berbeda. Sampai saat ini mungkin kita tidak pernah tahu siapa juara dunia Angry Bird atau Candy Crush. Tapi juara dunia Dota 2 namanya pun tenar kemana mana bahkan bisa jadi selebriti nasional.


1

Demografi Pemainnya


boy and a girl playing video game

Demografi pemain merupakan hal yang jarang kita perhatikan,  biasanya untuk game yang demografi pemainnya berusia lebih muda akan cenderung lebih mudah berhenti. Alasannya adalah pada saat pemain pindah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi biasanya akan meninggalkan game tersebut.

Jika ingin teman bermain yang awet, silahkan cari game yang memiliki demografi lebih dewasa. Pemain yang berusia lebih matang cenderung lebih lama bermain suatu judul game nya.

sumber : forbes.com


SHARE
Previous articleTrailer Lengkap Batman V Superman Sudah Tersedia!
Next articlePesawat R2-D2 Ini Wajib Dicoba Fans Star Wars!