Review Age of Ultron: Memang Sekeren Hype-nya!

Akhirnya saat yang dinanti-nanti telah tiba. Avengers Age of Ultron sudah tayang di bioskop-bioskop Indonesia! Apakah filmnya memuaskan? Penulis akan menjabarkan pendapatnya satu persatu dalam review Age of Ultron ini!


1

Tingkat Kekerasan di Age of Ultron Lebih Tinggi Dari Avengers Pertama


Review Age of Ultron

Marvel Tampilkan Video Promosi Avengers: Age of Ultron Baru, Hulkbuster Menghajar Hulk di MTV Movie Award 2015!

Marvel Tampilkan Video Promosi Avengers: Age of Ultron Baru, Hulkbuster Menghajar Hulk di MTV Movie Award! Siapa yang bakal menang dalam duel maut ini?
Baca Juga

Tingkat kekerasan yang tersaji di film ini memang mengejutkan, hingga saat menuliskan review Age of Ultron ini, inilah bagian pertama yang terpikir untuk dibahas. Oh, bukan, ini bukan berarti level kekerasannya setingkat dengan Daredevil. Kekerasan film ini masih tergolong PG-13 kok, sebanding Winter Soldier. Tapi kamu akan melihat darah,  korban-korban pertempuran, karakter terbunuh… bahkan adegan mutilasi. Prosesnya memang tidak diperlihatkan detil, dan tumpahan darahnya nyaris tidak ada. Kejadiannya juga hanya terjadi di satu adegan saja. Tapi efeknya tetap dapat terlihat.


2

Nuansanya Keseluruhan Lebih Kelam Daripada Avengers Pertama


Avengers-Age-of-Ultron-Trailer-1-Shield-Thor-Body

Poin kedua dalam review Age of Ultron ini berhubungan dengan poin pertama. Seperti terlihat di deretan trailer, nuansa Avengers: Age of Ultron memang lebih kelam daripada Avengers pertama. Selain peningkatan kekerasan, sebab lainnya adalah konflik internal antar karakternya. Di sini, beberapa karakter Avengers dihadapkan dengan masa lalu mereka serta rasa takut terbesar mereka. Konflik ini pun sempat cukup memanas hingga kamu sebagai penonton mungkin akan mengira Civil War terjadi lebih awal.

Tapi jangan kira nuansa kelam ini akan membuat Avengers – Age of Ultron miskin humor. Seperti yang bisa kamu temui di  Daredevil, Marvel masih memasukkan humor ke film-film mereka yang paling kelam sekalipun. Jadi, kamu yang takut akan dibuat depresi atau bosan karena nuansa kelewat gelap, jangan khawatir.


3

Karakter-Karakternya Disajikan Dengan Sangat Baik


Avengers-Age-of-Ultron

Poin ketiga review Age of Ultron ini adalah karakter. Sangat sulit untuk menyajikan banyak karakter dalam satu film. Ini sudah terbukti berkali-kali dalam film superhero, lihat saja Spider-Man 3 yang hancur karena terlalu banyak memasukkan karakter. Nah, di Avengers – Age of Ultron, Josh Whedon membuktikan dia memang piawai  menangani persoalan ini. Semua anggota Avengers diberi waktu bersinar.  Malah banyak yang diberi momen pendalaman karakter! Kamu akan melihat pendalaman Tony Stark, Captain America, Hulk, Black Widow, Hawkeye. Anggota-anggota baru Avengers pun dijelaskan motivasinya. Di antara karakter lama, hanya Thor yang pendalamannya tak terasa.

Wizkids Merilis Starter Heroclix Age of Ultron

Wizkids merilis Starter set Heroclix Age of Ultron untuk fans toys yang juga suka turn-based strategy. Adu para avengers dan buktikan siapa yang terkuat!
Baca Juga

Sayangnya… Ultron justru tidak mendapat pendalaman sekelas para hero. Dia jelas bukan lawan yang mudah bagi Avengers. Dia juga punya sifat dan karakteristik, jadi dia bukan sekedar seperti robot tanpa emosi. Tapi pada akhirnya, dia belum mencapai taraf villain yang benar-benar disajikan luar biasa. Bagi penulis, dia masih di bawah Loki dan Kingpin di daftar villain MCU.