Ekspansi Pertama Civilization: Beyond Earth Bertemakan Waterworld

Civilization-Beyond-Earth-1

Pada 24 Oktober 2014 lalu, Firaxis Games dan 2K Games merilis Sid Meier’s Civilization: Beyond Earth. Game turn-based strategy tersebut hadir untuk PC Microsoft Windows, dan kemudian menyusul untuk Mac App Store di 27 November serta Linux pada 8 Desember 2014. Sebagai penerus spiritial Alpha Centauri, Beyond Earth berbagi tim pengembang, sekaligus konsep yang mulai dikenalkan lebih dari satu dekade yang lalu. Namun kini setting-nya termasuk unik di tengah serial Civilization, karena mengambil setting di dunia masa depan, dimana manusia berkelana ke luar angkasa, membentuk koloni serta mencari tempat tinggal alternatif setelah Bumi menjadi tidak layak lagi ditinggali pasca musibah besar yang disebut Great Mistake.

Civilization-Beyond-Earth-2

Awal tahun 2015, Firaxis mengkonfirmasikan Sid Meier’s Starships, game standalone yang dibangun dari cerita Beyond Earth, namun dengan gameplay strategi yang lebih spesifik, yaitu mengenai armada pesawat angkasa dalam mengeksplorasi galaksi yang lebih luas. Game tersebut sudah dirilis 12 Maret 2015 lalu, serta memiliki fitur konektivitas silang dengan Beyond Earth bagi yang memiliki dan memainkan keduanya.

Bumi Aja Bisa Galau Gan, Apalagi Kalian!

Bumi Kita Depresi, Dan Civilization Beyond Earth Mengajak Kita Meninggalkannya!
Baca Juga

Baru kemarin Firaxis Games mengkonfirmasikan ekspansi pertama Civilization: Beyond Earth, yang berjudul Rising Tide. Ekspansi ini mengarahkan permainan lebih spesifik lagi ke gameplay di atas permukaan air, da juga mengajukan sistem diplomasi yang yang diperbarui (karena area yang baru), pembagian kotak isometris untuk wilayah yang yang dipilih untuk berinteraksi, serta juga faksi bari. Rising Tide sendiri disebutkan bakal dirilis kuartal ketiga atau keempat tahun ini juga dengan harga $29.99, atau sekitar Rp. 400 ribuan.

Beberapa fitur yang dikenalkan Firaxis Games dalam ekspansi ini antara lain:

  • Colonize the Ocean: Bangun pemukiman mekayang dan mengeksploitasi sumber daya alam di bawah laut planet alien. Kalian bakal menghadapi alien dengan kemampuan unik yang hidup di bawah air, melalui map baru yang bebas dimainkan, mekanis gameplay baru, dan juga strategi baru.
  • Dynamic Leader Traits: Pemain dan AI Leaders membuka Trait baru selama permainan dan mengaktifkan kombinasi berbeda dalam merespon dunia yang berubah. Trait dinamis tersebut juga memberi manfaat dan berkontribusi mendukung sistem Diplomacy yang baru, yang kini juga diatur oleh atribut Fear dan Respect.

Civilization-Beyond-Earth-3

  • New, Enhanced Diplomatic Options: Membentuk luasnya diplomasi menggunakan modal politik untuk meng-upgrade trait, merubah hubungan diplomasi, serta juga memanfaatkan keuntungan yang kalian dapatkan dari trait yang dimiliki sekutu.
  • New Sponsors: Empat faksi ditambahkan dalam game, termasuk itu Al Falah, penjelajah nomad yang merupakan keturunan dari keluarga kaya Timur Tengah, yang dikenal memiliki warisan budaya yang tinggi nilainya.
  • New Artifact System: Kumpulkan dan gabungkan relic yang kuat untuk membuka perk baru, upgrade unit, dan bangunan untuk faksi kalian di dunia baru.
  • New Hybrid Units: Dengan membangun beberapa Affinity, kalian bisa membuka unit hybrid Affinity dan juga upgrade-nya.
  • New Biomes: Dua dunia baru ditambahkan. Primordial world yang dipenuhi aktivitas gunung berapiyang seakan masih membentuk permukaan dunianya, dan Frigid world yang ditutupi dengan lapisan es serta tundra yang membeku.

Civilization-Beyond-Earth-4

Civilization: Beyond Earth: Rising Tide – Announcement

Ekspansi Pertama Civilization: Beyond Earth Bertemakan Waterworld

Serakahnya manusia, ketika Bumi sudah habis sumber alamnya, mereka tetap saja mengeksploitasi planet lain...

Abaikan

Sumber: Civilization Beyond Earth, Official Website


SHARE
Previous articleThe Amazing Spider-Max Kembali Dalam Life is Strange – Chaos Theory
Next articleOats In The Water Iringi Petualangan Geralt Memburu Senjata Terhebat
Penggemar strategy RPG Jepang, serta semua serial Super Robot Wars, yang saat ini masih menjadi kontributor penulis artikel game guide salah satu media game Indonesia. Mulai memburu game-game mobile, dan juga emulator melalui gadget Android, hanya untuk memainkan kembali game-game RPG klasik, yang menurutnya tetap lebih baik dibandingkan game modern.